|
Novel teranyar dari Dastan Books: Judul: Daughter of God Sub: Segitiga Misteri: Konstantin, Vatikan & Putri
Tuhan Misteri Menakutkan yang Mengguncang Fondasi Keimanan “Anak Tuhan” ini dibunuh... karena jenis
kelamin dan kekuatan penyembuhannya... -—Publishers Weekly Penulis: New York Times Bestselling Author Fiction – Thriller Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi. Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan. Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan
tahun terungkap. Fondasi keimanan masyarakat modern terancam! Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke
Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang
kolektor yang menjelang ajal itu ingin agar Zoe mengurus benda-benda seninya. Namun,
sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia secara misterius
dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar. Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi
orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya
mereka tidak ketahui. Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan
dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu. Zoe dan Seth terjerat jaring konspirasi yang telah
berusia ribuan tahun, pembunuhan, dan intrik yang berporos pada misteri
kebenaran Anak Perempuan Tuhan, yang bila terbukti akan menghancurkan fondasi
peradaban manusia. Fiksi berdasarkan fakta yang ditulis dengan
meyakinkan... -—Kirkus Reviews Thriller yang luar biasa. -—Indianapolis Star Thriller yang luar biasa di setiap levelnya. -—Booklist Sangat dianjurkan... Sebuah thriller yang sarat
aksi... -—Midwest Book Review Daughter of God adalah [contoh] bagaimana thriller
seharusnya ditulis... Bacaan yang tak akan cepat Anda lupakan. -—Clive Cussler, New York Times Bestselling
Author Daughter of God adalah thriller yang sarat aksi,
memadukan pencurian benda seni, konspirasi yang telah berumur lebih dari satu
milenium, dan filsuf religius. -—Harriet Klausner, The #1 Reviewer at Amazon Mengagumkan... Ini adalah buku yang menarik,
menegangkan, sekaligus menggugah. -—Sullivan County Democrat Memikat sekaligus mencerahkan... -—National Catholic Reporter Daughter of God bergerak laju dan hampir mustahil
diletakkan [sebelum selesai]... Anda akan butuh tidur setelah duduk lama
membacanya. -—Donna Scanlon, Rambles Selain menjadi penulis, Lewis Perdue adalah presiden
IdeaWorx, sebuah perusahaan pemasaran dan e-commerce. Ia pernah menjadi asisten
utama senator dan gubernur, juga mengajar jurnalistik di Corness dan UCLA. Ia
kini tinggal di Sonoma, California bersama istri dan dua anaknya. Perdue menulis novel ini berdasarkan fakta.
Pengalaman pribadinya ketika berusaha melacak keberadaan benda-benda seni yang
hilang, ia suguhkan sebagai salah satu bukti. Ia memutuskan untuk berhenti
melacak keberadaan benda-benda seni itu setelah mendapati gelagat yang kurang
baik, kemarahan, dan beragam ancaman kekerasan yang datang dari berbagai pihak.
Situs resmi: www.daughter-of-god.com Dari Penulis Saya
terlahir dan dibesarkan di Mississippi, di mana Yesus dan sepak bola menjadi
dua hal yang sangat penting. Baik agama, maupun pertandingan Ole Miss/State
adalah topik pembicaraan yang tidak akan pernah berakhir, menimbulkan rasa
cemas, kebahagiaan, kemarahan, ketakutan, kebencian yang dalam, dan perdebatan
karena adanya ide yang menyebutkan bahwa wanita tidak memiliki kemampuan untuk
menangani kedua obsesi itu. Karena
dibesarkan sebagai seorang Presbyterian dari selatan, saya menjadi semakin
kehilangan antusiasme saat menginjak dewasa. Ketika mulai bergabung dengan
gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an, saya dengan segera melihat betapa
agama itu—tidak hanya di selatan, tapi secara global—telah menjadi
alat praktis bagi kontrol sosial dengan kitab-kitab suci dan buku-buku yang
diselewengkan dan dipilah-pilah dengan penuh kehati-hatian untuk menemukan
bagian-bagiannya yang bisa mendukung penjajahan rasial dan seksual serta
perasaan chauvinisme religius yang mengesampingkan keyakinan lain sebagai
sebuah kebenaran. Aktivitas
saya dalam bidang hak-hak sipil membuat saya terkucil—seorang remaja
berkulit putih—dari kebanyakan teman-teman yang lain. Tapi dengan segera
saya bisa memiliki teman-teman lain yang mempunyai kesamaan—kebanyakan
orang-orang kulit hitam dan Yahudi—yang berlatar belakang dan berbudaya
yang pada awalnya asing, tapi pada akhirnya begitu membebaskan dan memberikan
pencerahan. Keingintahuan
saya tentang agama semakin berkembang. Keingintahuan yang begitu besar yang
terpuaskan dengan mempelajarinya di bidang studi agama dan filosofi di
perguruan tinggi. Saya semakin memahami bahwa, seperti perusahaan,
pemerintahan, dan institusi lainnya, gereja-gereja juga mengembangkan sistem
birokrasinya sendiri, momentum untuk menyokong dirinya sendiri, dan rasa hausnya
akan kekuasaan yang kemudian mendorong mereka melakukan tindakan-tindakan
berdasarkan kepentingan mereka sendiri dan menyebabkan pandangan mereka
teralihkan dari fokus utamanya, yaitu membimbing jemaah menuju kondisi
spiritual yang baik. Dari sini
kita bisa melihat dengan mudah bahwa perselisihan antaragama bukanlah
perselisihan antarpenganutnya, tapi malah perselisihan yang disebabkan oleh
birokrasi, politik, dan ambisi budaya gereja dan para pemimpin politik yang
memaksakan agenda pribadi mereka untuk mencapai kekuasaan dan kejayaan. Tanpa
malu-malu lagi mereka melakukan pelecehan agama, menggunakan Tuhan untuk
memenuhi ambisi pribadi mereka sendiri-sendiri. Para
pemimpin gereja dan sekutu politik mereka telah berbohong, membunuh, melukai,
membantai, memaksa, mengancam, dan memulai perang suci untuk mengonsolidasikan
kekuasaan mereka. Mereka telah memutarbalikkan kitab suci dan menulis ulang
sejarah untuk menyampaikan niat mereka. Dan mereka semua telah memberangus
wanita meskipun orang telah melihat Tuhan sebagai seorang perempuan jauh lebih
lama daripada melihat Tuhan sebagai seorang laki-laki. Memang
Pencipta alam semesta Yang Mahakuasa ini tidak mungkin untuk dinilai sebagai
laki-laki atau perempuan. Melihat Tuhan hanya sebagai laki-laki adalah tindakan
melecehkan Tuhan. Daughter of God adalah
cara saya untuk melihat semua ini. Saya menulisnya dalam bentuk thriller karena itu adalah cara yang
paling menyenangkan bagi seorang penulis menuangkan kata-katanya di depan
komputer. Saya harap kecintaan saya yang tidak akan berubah ini tersampaikan
pada setiap pembaca. ================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku ================= YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
Title: Novel teranyar dari Dastan Books:

