Title: Telah terbit

Telah terbit!

Dapatkan di toko buku-toko buku kesayangan Anda...


Novel teranyar dari Dastan Books:


Judul:

Daughter of God


Sub:

Segitiga Misteri: Konstantin, Vatikan & Putri Tuhan


Misteri Menakutkan yang Mengguncang Fondasi Keimanan


”Anak Tuhan” ini dibunuh... karena jenis kelamin dan kekuatan penyembuhannya...

—Publishers Weekly

Penulis:

Lewis Perdue

New York Times Bestselling Author


Fiction - Thriller


Harga: Rp 65.000;


Pemusnahan benda-benda seni kuno bernilai tinggi.

Penculikan serta pembunuhan demi pembunuhan.

Misteri dan konspirasi yang telah berusia ribuan tahun terungkap.

Fondasi keimanan masyarakat modern terancam!


Zoe Ridgeway, seorang broker seni terkemuka, pergi ke Swiss bersama suaminya, Seth, untuk menemui seorang kolektor benda seni. Sang kolektor yang menjelang ajal itu ingin agar Zoe mengurus benda-benda seninya. Namun, sebelum semua urusan selesai, sang kolektor meninggal dunia secara misterius dan rumahnya yang penuh dengan benda seni bernilai tinggi itu habis terbakar.


Tak hanya itu, Zoe diculik dan Seth harus menghadapi orang-orang yang mengancam jiwanya. Tampaknya ada sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui. Sesuatu yang keberadaannya telah lama ditutup-tutupi dan dikubur dalam-dalam oleh pihak-pihak tertentu.


Zoe dan Seth terjerat jaring konspirasi yang telah berusia ribuan tahun, pembunuhan, dan intrik yang berporos pada misteri kebenaran Anak Perempuan Tuhan, yang bila terbukti akan menghancurkan fondasi peradaban manusia.



Fiksi berdasarkan fakta yang ditulis dengan meyakinkan...

—Kirkus Reviews


Thriller yang luar biasa.

—Indianapolis Star


Thriller yang luar biasa di setiap levelnya.

—Booklist


Sangat dianjurkan... Sebuah thriller yang sarat aksi...

—Midwest Book Review


Daughter of God adalah [contoh] bagaimana thriller seharusnya ditulis... Bacaan yang tak akan cepat Anda lupakan.

—Clive Cussler, New York Times Bestselling Author


Daughter of God adalah thriller yang sarat aksi, memadukan pencurian benda seni, konspirasi yang telah berumur lebih dari satu milenium, dan filsuf religius.

—Harriet Klausner, The #1 Reviewer at Amazon


Mengagumkan... Ini adalah buku yang menarik, menegangkan, sekaligus menggugah.

—Sullivan County Demokrat


Memikat sekaligus mencerahkan...

—National Catholic Reporter


Daughter of God bergerak laju dan hampir mustahil diletakkan [sebelum selesai]... Anda akan butuh tidur setelah duduk lama membacanya.

—Donna Scanlon, Rambles



Selain menjadi penulis, Lewis Perdue adalah presiden IdeaWorx, sebuah perusahaan pemasaran dan e-commerce. Ia pernah menjadi asisten utama senator dan gubernur, juga mengajar jurnalistik di Corness dan UCLA. Ia kini tinggal di Sonoma, California bersama istri dan dua anaknya.


Perdue menulis novel ini berdasarkan fakta. Pengalaman pribadinya ketika berusaha melacak keberadaan benda-benda seni yang hilang, ia suguhkan sebagai salah satu bukti. Ia memutuskan untuk berhenti melacak keberadaan benda-benda seni itu setelah mendapati gelagat yang kurang baik, kemarahan, dan beragam ancaman kekerasan yang datang dari berbagai pihak.


Situs resmi: www.daughter-of-god.com



Dari Penulis


Saya terlahir dan dibesarkan di Mississippi, di mana Yesus dan sepak bola menjadi dua hal yang sangat penting. Baik agama, maupun pertandingan Ole Miss/State adalah topik pembicaraan yang tidak akan pernah berakhir, menimbulkan rasa cemas, kebahagiaan, kemarahan, ketakutan, kebencian yang dalam, dan perdebatan karena adanya ide yang
menyebutkan bahwa wanita tidak memiliki kemampuan untuk menangani kedua obsesi itu.


Karena dibesarkan sebagai seorang Presbyterian dari selatan, saya menjadi semakin kehilangan antusiasme saat menginjak dewasa. Ketika mulai bergabung dengan gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960-an, saya dengan segera melihat betapa agama itu-tidak hanya di selatan, tapi secara global-telah menjadi alat praktis bagi kontrol sosial dengan
kitab-kitab suci dan buku-buku yang diselewengkan dan dipilah-pilah dengan penuh kehati-hatian untuk menemukan bagian-bagiannya yang bisa mendukung penjajahan rasial dan seksual serta perasaan chauvinisme religius yang mengesampingkan keyakinan lain sebagai sebuah kebenaran.


Aktivitas saya dalam bidang hak-hak sipil membuat saya terkucil-seorang remaja berkulit putih-dari kebanyakan teman-teman yang lain. Tapi dengan segera saya bisa memiliki teman-teman lain yang mempunyai kesamaan-kebanyakan orang-orang kulit hitam dan Yahudi-yang berlatar belakang dan berbudaya yang pada awalnya asing, tapi pada akhirnya begitu membebaskan dan memberikan pencerahan.


Keingintahuan saya tentang agama semakin berkembang. Keingintahuan yang begitu besar yang terpuaskan dengan mempelajarinya di bidang studi agama dan filosofi di perguruan tinggi. Saya semakin memahami bahwa, seperti perusahaan, pemerintahan, dan institusi lainnya, gereja-gereja juga mengembangkan sistem birokrasinya sendiri, momentum untuk menyokong dirinya sendiri, dan rasa hausnya akan kekuasaan yang kemudian mendorong mereka melakukan tindakan-tindakan berdasarkan kepentingan mereka sendiri dan menyebabkan pandangan mereka teralihkan dari fokus utamanya,
yaitu membimbing jemaah menuju kondisi spiritual yang baik.


Dari sini kita bisa melihat dengan mudah bahwa perselisihan antaragama bukanlah perselisihan antarpenganutnya, tapi malah perselisihan yang disebabkan oleh birokrasi, politik, dan ambisi budaya gereja dan para pemimpin politik yang memaksakan agenda pribadi mereka untuk mencapai kekuasaan dan kejayaan. Tanpa malu-malu lagi mereka melakukan pelecehan agama, menggunakan Tuhan untuk memenuhi ambisi pribadi mereka sendiri-sendiri.


Para pemimpin gereja dan sekutu politik mereka telah berbohong, membunuh, melukai, membantai, memaksa, mengancam, dan memulai perang suci untuk mengonsolidasikan kekuasaan mereka. Mereka telah memutarbalikkan kitab suci dan menulis ulang sejarah untuk menyampaikan niat mereka. Dan mereka semua telah memberangus wanita meskipun orang telah melihat Tuhan sebagai seorang perempuan jauh lebih lama daripada melihat Tuhan sebagai seorang laki-laki.


Memang Pencipta alam semesta Yang Mahakuasa ini tidak mungkin untuk dinilai sebagai laki-laki atau perempuan. Melihat Tuhan hanya sebagai laki-laki adalah tindakan melecehkan Tuhan.


Daughter of God adalah cara saya untuk melihat semua ini. Saya menulisnya dalam bentuk thriller karena itu adalah cara yang paling menyenangkan bagi seorang penulis menuangkan kata-katanya di depan komputer. Saya harap kecintaan saya yang tidak akan berubah ini tersampaikan pada setiap pembaca.

__._,_.___

================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================





SPONSORED LINKS
Writing book Writing a book Writing child book
Book writing software Writing a book report


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke