For God and Country Korban Paranoid Amerika Oleh James Yee
Resensi
Hidayah (Agustus 2006) Pengabdian Yang Disia-siakan Manusia
dikaruniai dua hal yang selalu berlawanan: ada yang pandai, pasti ada yang
bodoh; ada yang pemberani, pasti ada yang penakut; ada yang lemah pasti ada
yang kuat; begitu seterusnya. Sifat manusia antara satu dengan lainnya memiliki
sisi yang berbeda dan berlawanan. Namun, apakah yang berlawanan itu harus
saling berhadap-hadapan? dan, apakah sifat yang berbeda harus selalu melahirkan
korban? Inilah
gambaran dari sikap Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagi negara pemberani,
tapi ternyata juga penakut. Ia masyhur dengan sebutan negara super power, tapi juga paranoid.
Sikap paranoid AS telah menciptakan konflik dan korban kemanusiaan yang tak
sedikit. Bahkan karena sikap paranoidnya itu, orang yang seharusnya dihargai
dan mendapat tempat yang layak sebagi patriotik, malah tersia-siakan. James Yee, salah satunya, merupakan
korban dari sikap paranoid pemerintah Amerika. Dia didakwa dengan tuduhan yang
amat serius. merupakan korban dari sikap paranoid pemerintah Amerika. Dia
didakwa dengan tuduhan yang amat serius. Sehingga, Dia diisolasi dan ditahan
meski tanpa bukti apa pun. Dia menjadi korban dari sikap paranoid AS yang
berlebihan itu. Seorang patriotik lulus West Point ini bukanya mendapat penghargaan atas jasa dan
pengabdian yang diberikan selama menjadi prajurit setia, malah justru dihukum
atas tuduhan yang tak jelas. Inilah
kisah sejati seorang prajurit setia yang mengungkapkan sisi gelap perang
terhadap terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan. Perang terorisme yang
dilakukan Amerika yang menebar bahaya di mana-mana itu dituangkan dalam buku
berjudul For God and Country ini. Kisah nyata tersebut dituturkan
dengan penuh hati-hati, tanpa didramatisir secara berlebihan. Kisah ini
dituturkan dengan penuh memikat dan menyentuh. Tragisnya, pengabdian Yee kepada AS begitu saja disia-siakan. Yee merupakan anak pandai
yang dibesarkan di New Jersey dengan belaian dan
kasih sayang keluarganya. Dia memeluk agama Islam pada usia 23 tahun. Kecintaan
kepada Tuhan dan Amerika Serikat dia tuangkan dengan cara masuk US Army Chaplain Corps
(Korps Ulama Angkatan Darat AS) Sebagi seorang ulama muslim pertama. Sebagi
bukti kepatuhannya pada negara, pada tahun 2003 dia menerima untuk ditugaskan
di teluk Guantanamo. Di sana, dia melayani kebutuhan spiritual para tahanan. Sayangnya,
pengabdian dia pada AS, justru menuai tudingan miring. Saat bertugas itu, dia
malah dijuluki sebagi “Taliban China”. Di sana dia diperlakukan tidak adil: dicerca,
dituduh dan difitnah. Namun, itu semua ternyata tidak terbukti. Seluruh dakwaan
pada dirinya akhirnya dibatalkan. Tapi sayang, karier militer dan reputasinya
telah hancur. Buku
ini memang menarik untuk dibaca. Ini mengingatkan kita bahwa sikap paranoid
dapat menciptakan ketidakadilan. Sayangnya apa yang dituturkan Yee dalam buku ini masih tergolong terlalu hati-hati. Dalam
beberapa bab, Yee menyamarkan hal yang faktual dengan
tujuan untuk kerahasiaan seseorang. Padahal, cerita nyata akan lebih menarik
jika itu semua dituturkan dengan tanpa aling-aling. (Uup Ghufron) Website:
www.dastanbooks.com Pembelian
secara on-line
dapat dilakukan melalui www.pustakazahra.com ================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ | ||||||||||||||||||
Title:


