Dear teman2 miliser,

Sekali lagi...! Buku Kudeta Mekkah kian menyedot perhatian pembaca. Berikut 
resensi buku ini di koran Media Indonesia. Semoga bisa membantu memahaminya...

Rgds,

Zulkifli AH
Pustaka Alvabet



Menguak Tragedi 'Kudeta Mekkah' 1979
  
  Oleh Eroby Jawi Fahmi
  Pegiat Lembaga Kajian SINERGI Yogyakarta (LKSY)
  
  Sumber:
  Media Indonesia, Sabtu, 09 Februari 2008
  
  
  
  Judul Buku: Kudeta Mekkah: Sejarah yang Tak Terkuak
  Penulis: Yaroslav Trofimov
  Penerjemah: Saidiman
  Editor: A. Fathoni
  Penerbit: Pustaka Alvabet, Jakarta
  Cetakan I: Desember 2007
  Tebal: 384 halaman
  
  
  Mekkah, pagi hari di awal bulan Muharram 1400 Hijriah,  awal abad baru 
kalender Islam, tepatnya 20 November 1979 Masehi, terjadi  peristiwa 
menggemparkan bagi satu miliar umat muslim dan dunia internasional.  Sekelompok 
orang bersenjata –kebanyakan dari mereka adalah orang Arab Badui–  pimpinan 
Juhaiman al-Utaibi, dengan dalih mengganggap kekuasaan Arab Saudi saat  itu 
tidak sah dan melenceng dari nilai-nilai Islam, mengambil alih secara paksa  
tempat tersuci umat Islam, Masjid al-Haram.
  
  Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah  modern Kota Mekkah. Namun, 
kaum muslim sendiri tak paham apa yang sejatinya  terjadi, dan para pengamat 
politik maupun sejarawan hanya menganggap kejadian  itu sebagai inseden lokal 
semata. Tetapi, Yaroslav Trofimov, Jurnalis The  Wall Street Journal, melalui 
bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa  Indonesia dengan judul Kudeta 
Mekkah: Sejarah yang Tak Terkuak  menganggap lain. Menurutnya, 'Kudeta Mekkah', 
sebuah gerakan jihad di masa  modern itu merupakan awal dari akar sejarah 
gerakan terorisme global, dan  semuanya dimulai di pagi November itu, di bawah 
bayang-bayang Kakbah.
  
  Juhaiman al-Utaibi dan Muhammad Abdullah al-Qahtani  menjadi aktor utama 
dalam insiden berdarah itu. Juhaiman adalah pemimpin ‘Kudeta  Mekkah’, seorang 
pria dari kaum Muhajir-Sajir dan mantan kopral pasukan Garda  Nasional Arab 
Saudi. Sedangkan Muhammad Abdullah al-Qahtani adalah seorang  mahasiswa 
Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh yang berasal dari  Provinsi 
Selatan Asir yang dianggap Imam Mahdi.
  
  Juhaiman muda berprofesi di pasukan Garda Nasional, ia  menggunakan waktu 
luangnya untuk menghadiri kuliah-kuliah Islam di Mekkah dan di  Madinah. Salah 
seorang guru yang menjadi anutannya adalah Abdul Aziz bin Baz.  Ibn Baz, 
panggilan beliau, merupakan ulama Wahhabi –sebuah paham dalam agama  Islam yang 
menyuarakan kemurnian ajaran Islam dengan segala yang pernah  dipratikkan Nabi 
Muhammad SAW– yang  kritis. Ia berani menyuarakan kritik apa  pun terhadap 
pihak kerajaan sekalipun. 
  
  Untuk menyegarkan kembali paham Wahhabi, Ibn Baz  mengembangkan gerakan 
dakwah baru yang dinamai Dakwah Salafiyah al-Muhtasiba.  Gerakan ini dengan 
cepat meluas ke seluruh penjuru Arab Saudi. Gerakan ini  menarik sebagian besar 
kaum muda termasuk Juhaiman. Dari sini, Juhaiman bertemu  seorang mahasiswa 
berusia dua puluh tahunan, Muhammad Abdullah al-Qahtani.
  
  Melalui pelbagai diskusi dan kuliah keagamaan yang  Juhaiman hadiri, 
pandangannya mengenai bagaimana masyarakat Islam ideal  terbentuk. Ia mulai 
menulis serangkaian risalah yang merangkum  kontradiksi-kontradiksi negara Arab 
Saudi saat itu. “Tidak ada cara sederhana  untuk merekonsiliasi antara 
superioritas yang melekat pada Islam dengan apa pun  yang diadopsi dari luar, 
juga ketergantungan memalukan Arab Saudi kepada Amerika  serta negara-negara 
Barat lainnya” tulis Juhaiman. Dengan tegas, ia juga menulis  bahwa monarkhi 
Arab Saudi yang ada sekarang adalah haram. Tidak hanya itu, ia  menyinggung 
akan munculnya Imam Mahdi, sang juru selamat yang akan menyelamatkan  kaum 
muslim, memerintah dunia Islam dan mendirikan masyarakat ideal. 
  
  Pada awal 1978, ketika gerakan Juhaiman menemukan  momentumnya, ia merasa 
harus memublikasikan tulisan-tulisannya, menjangkau  khalayak baru sekaligus 
meyakinkan bahwa ide-idenya tidak menyimpang. Segera,  buku kecil biru dan 
hijau setebal 170 halaman berjudul Tujuh Risalah  menyebar di kampus-kampus di 
Mekkah, Madinah, Iran, Irak bahkan Mesir dengan  cara diselundupkan.
  
  Dukungan-dukungan dan simpati terus mengalir sejak  saat itu, membuat 
Juhaiman dan pengikutnya semakin yakin tentang kedatangan Imam  Mahdi. Juhaiman 
mulai menyiapkan langkah selanjutnya, mengumpulkan  pengikut-pengikut setianya, 
menyiapkan persenjataan untuk melindungi Imam Mahdi  dan membekali dengan 
perbekalan makanan dalam jumlah banyak.
  
  Ratusan pengikut Juhaiman dari Arab Saudi maupun dari  luar sudah berkumpul 
di Mekkah sejak musim haji 1399 H. Mereka terdiri dari  pelbagai rombongan. Di 
akhir 1399 H, Juhaiman dan Muhammad Abdullah akhirnya  muncul di Mekkah, 
mengawasi Masjid al-Haram malam itu sebelum melakukan  pengambil-alihan esok 
harinya.
  
  Tepat setelah Imam Masjid al-Haram menutup doa  menyambut pergantian tahun, 
peristiwa berdarah itu dimulai. Juhaiman dan  Muhammad al-Qahtani berdiri di 
bawah bayangan Kakbah, di antara kuburan Ismail  dan Hajar, serta sebuah batu 
besar yang terdapat jejak kaki Ibrahim. “Atas nama  Allah yang Mahapemurah lagi 
Mahapenyayang, inilah Imam Mahdi yang ditunggu,”  seru Juhaiman. “Bersumpah 
setialah kepada saudara Muhammad al-Qahtani,”  lanjutnya.
  
  Setelah selesai pembaiatan, para pengikutnya  menyebarkan buku Tujuh Risalah 
itu ke kerumunan jamaah yang disandera.  Sementara itu, yang lain bersiap-siap 
di menara, gerbang pintu dan bagian Masjid  al-Haram lainnya, mencoba 
menghalangi siapa pun yang akan menggagalkan munculnya  Imam Mahdi.
  
  Peperangan tidak bisa dielakkan lagi. Setelah dua  minggu baku tembak terjadi 
antara pengikut Juhaiman dan tentara Saudi, Juhaiman  berhasil ditangkap dan 
Muhammad Abdullah al-Qahtani tewas tertembak. Peristiwa  berdarah itu menelan 
korban resmi sekitar 270 orang termasuk jamaah haji. Namun  para pengamat 
independen dan saksi memperkirakan jumlah korban sekitar 1.000  orang, bahkan 
bisa jadi lebih. Akibat ‘Kudeta Mekkah’ itu juga, beberapa bagian  Masjid 
al-Haram rusak parah –meski tak merusaki Kakbah secuil pun.
  
  Menurut Trofimov, pada tahun-tahun setelah tragedi  1979, Pemerintah Saudi 
mencoba sekuat tenaga menghapus peristiwa berdarah itu  dari memori publik dan 
menganggapnya hanya insiden lokal semata. Perihal  Juhaiman dihindari oleh 
sejarawan Saudi dan diabaikan dalam buku teks negara,  menurut sang penulis 
kelahiran Ukraina itu, merupakan langkah yang keliru.  Pemerintah Saudi telah 
membersihkan orang-orang yang terlibat di dalamnya tetapi  mengabaikan ideologi 
yang berada dibelakangnya dan membiarkan itu tersebar di  negeri itu. 
  
  Langkah yang keliru itu menjadikan pengaruh keberanian  Juhaiman masih 
membekas di hati sebagian orang dan para pengikutnya sampai saat  ini. Salah 
satunya adalah Osama bin Laden. Terkejut oleh keganasan perang Mekkah,  dia 
tidak dapat menahan perasaan simpati terhadap Juhaiman dan motif  
pemberontakannya. Ketika Osama keluar dari Saudi pada 1990-1991, dia mulai  
mengulang hampir kata demi kata penolakan Juhaiman terhadap kekuasaan Saudi.
  
  Invasi berani dan tulisan Juhaiman yang disebarkan ke  jamaah setelah 
pembaiatan menginspirasi kalangan Islam radikal dalam beragam  cara. Para 
jamaah membawa pulang tulisan-tulisan itu dan menyebarkan ide-idenya.  
Sementara itu, para pengikut Juhaiman yang ditangkap, setelah terbebas dari  
penjara, bergabung dalam jaringan al-Qaeda, meneruskan apa yang dulu Juhaiman  
lakukan.
  
  Untuk menyibak detail peristiwa di atas, Trofimov  memburu sumber-sumber 
penting dan tepercaya, antara lain pelaku ‘Kudeta Mekkah'  1979, tentara Arab 
Saudi, serta data rahasia yang berhasil ia dapatkan. Semuanya  merupakan hasil 
penulusuran jejak sejarah dan liputan jurnalitik yang ia lakukan,  tidak ada 
pendapat pribadi sekalipun yang disisipkan.
  

==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke