Menilai Kepahlawanan Bung Tomo
Lebih dari 36 tahun sejak proklamasi dikumandangkan oleh Bung Karno, dan Bung Tomo saat berjuang, kini dia telah kembali ke tumpah darahnya, dan haribaan Yang Maha Pencipta. Aku tidak mengira, walau kurun waktu telah lewat selama itu, Bung Tomo disambut gegap gempita. Rakyat berderet sepanjang jalan, tukang-tukang becak berdiri membariskan becaknya dengan teratur di pinggir-pinggir jalan. Semuanya memberikan ucapan selamat jalan menuju kehidupan abadi. Upacaya penyerahan jenazah dilakukan oleh pejabat tinggi dari Pusat kepala Gubernur Jawa Timur. Lalu disemayamkan sebentar di Gubernuran. Arek-arek Surabaya menyambut dan mengantarkannya ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Umum Ngaggel. Itulah memang yang dikehendaki Bung Tomo, selama hidupnya selalu dekat dengan rakyat dan matinya pun dimakamkan di tempat rakyat jelata. Walau Bung Tomo berhak dimakamkan di Taman Pahlawan, tetapi dia memilih di tengah rakyat yang menjadi pahlawan dalam pembangunan. Ya, itulah yang dikatakan oleh Bung Tomo, rakyat adalah pahlawan pembangunan. Selengkapnya: http://visimediapustaka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=34&Itemid=1

