Dear  Moderators,
 Permisi ya,  numpang lewat kasih info buku baru Alvabet. Moga milisers 
berkenan membacanya...
  
 Thanks,
 Redaksi  Alvabet
   
  
  THE  LOST ARMY OF CAMBYSES
   Misteri Pasukan Cambyses, Pasar Gelap Artefak Kuno, 
  dan  Terorisme
  
    Paul  Sussman
  
   
  SINOPSIS:
  
  THE  INTERNATIONAL BESTSELLER
  TELAH  DITERJEMAHKAN KE DALAM 32 BAHASA DI 33 NEGARA
   Pemenang The Golden Earphone Award 2005
   
  Pada 523  SM, Kaisar Persia Cambyses mengirim sejumlah pasukan melintasi 
padang pasir di  Gurun Barat, Mesir, untuk menghancurkan peramalan di Siwa. 
Pasukan tersebut tak  pernah tiba di sana. Menurut legenda, lima puluh ribu 
tentara lengkap dengan  peralatan perangnya itu diterjang badai pasir dan 
hilang selamanya.
   
  Dua  setengah milenium kemudian, serangkaian pembunuhan terjadi di Mesir: 
seonggok  mayat yang termutilasi terdampar di tepian Sungai Nil di Luxor; 
seorang pedagang  barang antik dibunuh secara biadab di dalam tokonya di Kairo; 
dan seorang  arkeolog Inggris bernama Michael Mullray tewas di lokasi 
penggalian kuno di  Saqqara.
   
   Kejadian-kejadian tersebut tampak tak berkaitan satu sama lain. Tetapi,  
Inspektur Yusuf Khalifa dari kepolisian Luxor memendam curiga. Begitu juga 
putri  sang arkeolog, Tara Mullray, seorang ahli zoologi di Inggris. Mereka 
lalu  mengadakan penyelidikan guna mengungkap misteri di balik peristiwa 
tersebut.  Setelah menemukan kepingan hieroglif yang aneh, mereka pun mendapati 
petunjuk  penting.
   
  Akankah  kejadian-kejadian misterius   itu  terungkap? Apa kaitan antara 
pasukan   Cambyses   yang  lenyap dua setengah milenium silam dengan maraknya 
peristiwa pembunuhan   di  Mesir   era  kini?   Dan,  siapa dalang serta apa 
kepentingan   di  balik berbagai pembunuhan tersebut?
  
  
   KUTIPAN PUJIAN:
   
  “Serumit  lorong-lorong kaca, semencekam ancaman kematian.”
  —Kirkus  Review
   
  “Memacu  adrenalin. ... Anda merasa seolah sedang menaiki rollercoaster, 
berada di  dalam perpustakaan dan di saat bersamaan tenggelam ke dalam Sungai 
Nil.”
  —Crime  Time
   
  “Sebuah thriller yang keras, terkadang brutal, namun selalu mengasyikkan. 
Sussman  sangat mengenal Mesir, di masa lalu dan masa kini.”
  —Dr.  Barbara Mertz, arkeolog
   
   “Petualangan yang dahsyat... novel bagus yang ditulis dengan penuh 
kemampuan.”
  —Valerio  Massimo Manfredi
   
   “Novel ini kian menambah genre misteri Mesir kuno. … Karena Sussman  pernah 
melakukan penggalian di Mesir, kita memercayai detail latar ceritanya.”
  —Publishers  Weekly
    
  “Sangat menarik  perhatian… membekukan tulang punggung, thriller yang 
berjalan cepat. Buku  ini memiliki semua bahan dari petualangan James Bond: 
lokasi eksotis,  barang-barang antik yang tak ternilai, fanatisme jahat dalam 
dominasi global,  pembunuhan brutal, polisi korup, heroisme, dan membuat Anda 
terus menebak sampai  ke bagian terakhir. Sangat jarang mendapati buku yang 
membuat degup jantung  berpacu ketika Anda dengan malu-malu dan kompulsif 
membuka halamannya, tercekam  pada apa yang akan terjadi pada paragraf 
berikutnya. Tetapi dalam  gaya  yang mengingatkan pada buku-buku Patricia 
Cornwell, The Lost Army of Cambyses  sangat mengejutkan sekaligus memikat.”
   —Sunday  Business Post,  Irlandia
    
  “Kisah petualangan  yang menyenangkan… penuh pengetahuan arkeologi, dan 
dibangun dari latar belakang  aksi militan Islam.”
  —The Spectator
   
  “Debut yang  tersusun, diriset dengan baik dan ditempatkan secara 
mengagumkan. … pembunuhan  dan cekaman berakumulasi… Benar-benar inventif.”
  —Publishers Weekly
   
  “Petualangan  arkeologi yang penuh aksi… Tercantum juga di dalamnya perasaan 
luar biasa  tentang keluasan gurun pasir, khususnya dalam akhir yang sinematis, 
yang memacu  adrenalin.”
  —Wealden Times
    
   “Novel ini sangat menyenangkan karena sarat tokoh-tokoh zalim, 
situasi-situasi  sulit, dan keanehan-keanehan yang mustahil.”
   —Waterstone’s Magazine
    
   “Bak sebuah film, misteri petualangan yang menderu-deru, penuh detail 
sejarah  dan arkeologi Mesir.”
   —Booklist
    
   
  TENTANG  PENULIS:
   
  Setelah  meninggalkan  Cambridge  University, Paul Sussman berkeliling dunia 
selama tiga tahun. Semasa itu dia  bekerja sebagai penggali kuburan, tukang 
bangunan, dan penjaja deterjen. Pada  1991, dia kembali ke Inggris dan turut 
mendirikan majalah The Big Issue.  Sejak itulah Paul menekuni dunia 
kewartawanan. Pria yang pernah dinominasikan  Periodical Publishers Association 
menjadi kolomnis Inggris 1997 ini mememiliki  seabrek pengalaman sebagai 
wartawan lepas, antara lain di The Daily  Telegraph, The Daily Express, The 
Evening Standard, dan The Sunday  Herald.
   
  Selain menulis,  Paul memiliki kegemaran utama di bidang arkeologi. Dia 
pernah terlibat dalam  sejumlah penggalian, dan selama tiga tahun terakhir ia 
menghabiskan masa Oktober  dan November di Lembah  Para  Raja, Mesir, sebagai 
petugas pencatat harian untuk The Amarna Royal Tombs  Project. Kini, dia 
tinggal bersama istrinya di  London sembari  terus menulis feature untuk 
CNN.com biro Eropa.
  
  
  DATA BUKU:
   
  Judul                : THE LOST ARMY OF CAMBYSES
                         (Misteri Pasukan Cambyses, Pasar Gelap Artefak Kuno,  
dan Terorisme)
  Penulis            :   Paul  Sussman
  Penerbit         :  Pustaka Alvabet
  Kategori serial:  AlvabetSastra
  Penerjemah  : Kunti  Saptoworini
  Editor               : A. Fathoni
  Ukuran            : 12,5 x 20 cm
  Tebal                : 560 halaman
  ISBN                 : 978-979-3064-57-4
  Harga              : Rp. 64.900,-
  

==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21  7494032, 
Fax. +62 21 74704875
www.alvabet.co.id


       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke