Siapa yang tak mendamba hidup bahagia, tapi mengapa banyak orang
justru berjumpa derita? 
Kita semua menginginkan keberuntungan, tapi nyatanya malah acap
mendapatkan kemalangan.

Buku ini hadir untuk mengingatkan kita: jangan salahkan siapa-siapa!
Sebaiknya kita tengok hari-hari yang telah kita lewati. Sebab, kondisi
kita saat ini sejatinya buah dari rentetan perbuatan kita di masa
lalu. Musibah yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan kalian. Dan
Allah memaafkan sebagian besar darinya ( al-Syûrâ: 30). Bila rezeki
kita kini terpuruk, jangan dulu berprasangka buruk, tapi siapa tahu
masa lalu kita memang berlumur amal buruk. Rasulullah saw. bersabda,
“Takutilah dosa, karena dosa itu akan menghancurkan kebaikan. Ada dosa
yang menyebabkan rezeki tertahan, walaupun sudah dipersiapkan kepadanya.”

Dari segi bahasa saja, dosa itu menyiratkan akibat atau balasan. Dari
17 kata untuk menyebut dosa dalam Quran, sebut empat saja sebagai
contoh; dznab (disebut 35 kali) berarti kesalahan kita; itsm (48 kali)
bermakna kealpaan atau tidak mendapat pahala; sayyi’ah (165 kali)
artinya perbuatan jelek yang menyebabkan kesedihan; risj (10 kali)
berarti kotor, baik jasmani maupun ruhani. Jadi, dosa apa pun akan
berakibat buruk pada kehidupan kita. Akibat buruk itu banyak sekali.

Setelah menggugah kita agar segera keluar dari kubangan maksiat, Syekh
Ibn Qayyim memperkenalkan kepada kita Tuhan yang ampunan dan kasih-Nya
sungguh tak terhingga. Jika kita bertobat, Allah berjanji akan
menghapus semua akibat buruk dosa kita Bukan itu saja, Dia juga akan
mengganti seluruh keburukan kita dengan kebaikan Dia akan menggantikan
ketakutan dengan rasa damai, kefakiran dengan kecukupan, kebodohan
dengan pengetahuan, kesesatan dengan petunjuk … kecuali orang yang
bertobat dan beramal saleh maka mereka akan Allah gantikan
keburukannya dengan kebaikan. Adalah Allah Maha Pengampun dan Maha
Penyayang (al-Furqân: 70).

Bahkan, tobat akan mengantarkan hamba menjadi kekasih Allah. Jika kita
berhasil bertobat berarti Allah telah mencintai kita. Sungguh Allah
mencintai orang bertobat dan menyucikan diri (al-Baqarah: 222). 

Inilah kado terindah dari ulama klasik yang ingin mengantar kita dari
gelimang dosa menuju gelimang cinta.

Untuk informasi lebih lanjut klik www.serambi.co.id

Judul           : Kiat Membersihkan Hati Dari Kotoran Maksiatâ€"Dari Gelimang
Dosa Ke Gelimang Cinta
Pengarang       : Ibn Qayyim al-Jawziyyah
ISBN            : 978-979-024-084-1
Halaman         : 317 HVS


Kirim email ke