==== 
Zikir-menyebut-nyebut nama Allah dan merenungkan kuasa, sifat, dan perbuatan 
serta nikmat-nikmat-Nyamenghasilkan ketenangan batin. Allah menegaskan dalam 
ayat berikut ini.

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan 
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi 
tenteram." (QS Ar-Ra'd [131] : 28).

Perasaan tidak tenang dan tidak nyaman memang sering mengganggu kita, baik 
bersifat internal, seperti rasa takut akan sesuatu dan rasa putus asa akibat 
tidak mendapatkan sesuatu, maupun eksternal, seperti kalah bersaing dengan 
orang lain dalam mencapai sesuatu dan tidak adanya jaminan akan keselamatan 
hidup atau masa depan. Tidak heran bila perasaan tidak tenang itu dapat 
mengakibatkan seseorang menjadi stres. Nah, salah satu cara yang dapat kita 
lakukan untuk menghilangkan perasaan tidak tenang dan tidak nyaman itu adalah 
dengan zikir mengingat Allah.

Mengapa dengan zikir, hati menjadi tenang dan tenteram?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui 
masalah “hati” atau “qalbu” dalam bahasa Arab. Kata “qalbu” memiliki dua arti. 
Pertama, qalbu adalah sepotong daging yang lembek dan lembut yang berada di 
sebelah rongga kiri dada, yaitu sepotong daging yang khusus. Di bagian dalamnya 
terdapat rongga-rongga tempat darah mengalir. Di tempat ini pulalah ruh 
bersemayam.

Qalbu dalam pengertian ini bisa juga disebut jantung, karena jantung merupakan 
bagian dari organ tubuh yang terletak di dalam rongga dada. Berkaitan dengan 
galbu atau jantung, ada sebuah penelitian ilmiah yang sangat menarik. Hasil 
penelitian ilmiah tersebut adalah 25 Amin Syukur

Yang menjadi pembicaraan kita dalam fasal ini adalah qalbu atau hati dalam 
pengertian kedua yang bersifat rabbaniyah dan ruhaniyah. Qalbu ini dapat 
merasakan gelisah, sengsara, resah, susah, dan sedih. Ia juga bisa tertutup, 
mati, berkarat, melemah, lalai, dan lupa. Sebaliknya, ia juga bisa merasa 
nyaman, tenteram, senang, gembira, dan bahagia. Ia juga bisa terbuka, hidup, 
bersih, menguat, ingat, dan terjaga.

Salah satu faktor penyebab yang membuat qalbu (hati) menjadi tidak tenteram dan 
tidak tenang adalah ghaflah, alias lalai dan lupa kepada Allah. Orang yang 
lalai dan lupa kepada Allah akan membuatnya lupa kepada dirinya sendiri. Orang 
yang lalai dari zikir juga tidak akan pernah merasa hidupnya tenang dan 
tenteram. Ia akan selalu dalam keadaan gelisah, resah, dan susah. Orang yang 
lupa kepada Allah akan tenggelam ke dalam telaga kelupaan, kebimbangan, dan 
keterasingan. Ia akan jauh dari lingkaran cahaya dan akan masuk ke dalam 
lingkaran kegelapan. Allah menegaskan, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang 
yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka 
sendiri." (QS Al-Hasyr [59]: 19).

==========================================================
* Artikel ini dikutip dari buku "Dahsyatnya Doa & Zikir"

Penulis : Khoirul Amru Harahap, Lc. M.H.I. dan Reza Pahlevi Dalimunthe, Lc. M.Ag
Ukuran : 14 x 20 cm.
Tebal : xvi + 272 hlm.
Penerbit : QultumMedia
ISBN : 979-017-044-0
Harga : Rp 37.000,-
==========================================================

Sementara itu, orang yang ingat -zikir- kepada Allah, hatinya akan tenteram dan 
tenang. Ia akan ingat kepada dirinya sendiri dan Allah pun akan membuatnya 
ingat kepada dirinya sendiri. Hidupnya akan tenang dan tenteram. Ia akan selalu 
berada dalam lingkaran cahaya. Sebab, zikir dapat menghilangkan rasa sedih dan 
rasa gelisah dari hati. Zikir dapat mendatangkan kebahagiaan hati. Ia dapat 
menyinari hati dan menguatkannya. Ia dapat menghidupkan hati dan 
membersihkannya dari kotoran dan karat. Orang yang berzikir akan senantiasa 
dekat dengan Allah. Dan, Allah pun akan senantiasa bersamanya. Zikir merupakan 
obat hati dan lalai adalah penyakitnya. Hati yang sakit hanya dapat diobati dan 
disembuhkan dengan zikir kepada Allah. Karenanya, Makhul berkata, "Zikir atau 
ingat kepada Allah adalah obat. Dan, ingat kepada manusia adalah penyakit."

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, "Tidak dimungkiri bahwa hati itu 
dapat berkarat seperti berkaratnya besi dan perak. Alat yang dapat membersihkan 
hati yang berkarat adalah zikir. Zikir dapat membersihkan hati yang berkarat 
sehingga dapat berubah menjadi bening seperti cermin yang bersih. Apabila 
seseorang meninggalkan zikir, hatinya akan berkarat. Dan, apabila ia berzikir, 
hatinya akan bersih.

Hati dapat berkarat karena dua perkara, yaitu ghaflah (lalai) dan dosa. Hal 
yang dapat membersihkannya juga dua perkara, yaitu zikir dan istighfar. Jika 
seseorang lalai dari mengingat Allah pada sebagian besar waktunya, karat di 
hatinya akan menumpuk sesuai dengan tingkat kelalaiannya. Jika hati berkarat, 
bentuk segala sesuatu di dalamnya tidak tergambar sesuai dengan faktanya. Ia 
akan melihat kebatilan dalam bentuk kebenaran dan melihat kebenaran dalam 
bentuk kebatilan. Sebab, ketika karat telah menumpuk di hati, maka ia akan 
menjadi gelap dan di dalamnya berbagai bentuk kebenaran tidak akan tampak 
sebagaimana adanya. Apabila karat itu telah bertumpuk-tumpuk, hati akan menjadi 
hitam pekat dan pandangannya menjadi rusak sehingga ia tidak dapat mengingkari 
kebatilan. Inilah siksaan hati yang paling berat. Sumber dari siksaan itu 
adalah sikap lalai dan mengikuti hawa nafsu. Kedua hal inilah yang 
menghilangkan cahaya hati dan membutakannya."

Tidak dapat dibantah lagi bahwa zikir benar-benar dapat menenteramkan hati. 
Penyebabnya adalah ketika kita ingat kepada Allah, maka pada saat itu terselip 
sikap menyandarkan diri kepada Allah yang disebut tawakkal atau tawwakkul. Kita 
mengenal bahwa salah satu sifat dari Allah adalah al-Wakil (tempat bersandar). 
Hasbunallah wa ni'mal wakil, artinya cukuplah Allah bagi kita dan Dia adalah 
sebaik-baik tempat bersandar.

Dalarn kehidupan sehari-hari kita akan merasa tenteram kalau kita mempunyai 
gambaran bahwa hidup kita terlindungi. Terasa ada pelindung. Contoh yang kasat 
mata, jika kita merasa terlindungi oleh adanya polisi atau negara yang adil, 
kita akan merasakan ketenteraman. Kalau kita yakin akan hadirnya Allah sebagai 
al-Wakil atau tempat bersandar, kita juga akan merasakan ketenteraman.

Menurut ilmu medis, dalam otak manusia terdapat zat kimiawi yang secara 
otomatis keluar ketika seseorang berzikir. Zat itu bernama endhorphin. Zat ini 
mempunyai fungsi menenangkan otak, sebagaimana morfin yang bisa menenangkan 
otak. Bedanya, morfin berasal dari luar tubuh, sementara endhorphin berasal 
dari dalam tubuh.

Zikir yang mengantarkan kepada ketenangan dan ketenteraman hati bukanlah zikir 
sekadar ucapan lisan semata, melainkan harus dimaksudkan untuk mendorong kita 
menuju kesadaran tentang kebesaran dan kekuasaan Allah. Ketika kita menyadari 
bahwa Allah adalah Penguasa tunggal dan Pengatur alam raya dan yang dalam 
genggaman tangan-Nya segala sesuatu, maka menyebut-nyebut nama-Nya, mengingat 
kekuasaan-Nya, serta sifat-sifat-Nya yang agung, pasti akan melahirkan 
ketenangan dan ketenteraman dalam jiwa kita.


------------------------------------

================= Bacayo.NET - Segalanya tentang buku =================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bacayo/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke