Salam...
Kita masih meneruskan pembicaraan tentang alat untuk memperoleh
pengetahuan/epistemologi atau disubjudul sebelumnya kita sebutkan dengan
istilah alat untuk mengetahui.
Kita sudah mengulas sedikit tentang 2 alat utama untuk memperoleh pengetahuan,
yaitu alat indra dan rasio. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita
hanya memiliki 2 alat itu saja untuk bisa mendapatkan pengetahuan dan
mengetahui kebenaran serta hakikat dari kebenaran?
Ada yang menjawab iya, kita hanya memiliki 2 alat tersebut dan yang lainnya
mengatakan tidak, kita tidak memiliki 2 alat melainkan hanya 1 alat saja yaitu
indra saja atau rasio saja.
Plato dan Descartes misalnya, mereka berpendapat bahwa alat untuk mendapatkan
pengetahuan hanyalah satu saja yaitu rasio. Menurut Descartes, indra hanyalah
berupa alat yang digunakan sebagai pelengkap kerja, tidak ubahnya seperti
kendaraan bermotor hanya diperlukan untuk mengantar tetapi tidak untuk
mendapatkan. Dengan kata lain Descartes ingin menegaskan bahwa indra hanyalah
alat kerja, bukan alat untuk mendapatkan pengetahuan.
Dipihak lain ada juga yang berpendapat serupa tapi tak sama dengan Plato dan
Descartes. Serupa karena merekapun percayai bahwa hanya ada satu alat yang
dimilik oleh manusia untuk mendapatkan pengetahuan. Berbeda karena mereka
percaya bahwa alat yang dimaksud adalah indra bukan rasio sebagaimana yang
dikatakan oleh Plato dan Descartes.
Menurut mereka sesungguhnya semua pengetahuan itu tidak bisa tidak harus
berhubungan secara langsung dengan indra. Termasuk kedalam kelompok yang
mengatakan satu-satunya alat epistemologi itu indra antara lain John Locke,
Hume dan Hobbes.
Namun demikian ada juga yang tidak berpendapat diantara kedua pendapat
tersebut, tidak mengatakan indra dan juga tidak mengatakan rasio, melainkan ada
alat yang ke 3 yaitu hati (baca : hati dalam istilah
sufi/irfan/tasawuf/spiritual).
Ada beberapa ilmuwan barat yang sangat terkenal mempercayai bahwa satu-satunya
alat epistemologi yaitu hati. Diantara mereka yang percaya dengan alat hati ini
ada nama-nama besar seperti William James, Ahli jiwa dan filsuf terkenal dari
Amerika. Ada Pascal ahli matematika yang cukup termasyur. Ada Alexis Carrel dan
juga ada Bergson.
Menurut mereka, bahwa apa yang dikatakan tentang indra dan rasio tersebut
sebenarnya bukanlah alat epistemologi, melainkan hanya sekedar alat untuk
mengarungi kehidupan.
Dengan kata lain, Rasio dan Indra yang dibicarakan oleh Descartes dan John
Locke itu sesungguhnya bukanlah alat untuk menambah pengetahuan. Alat untuk
menambah pengetahuan hanyalah hati.
Sekarang kita sudah melihat ada 3 pendapat dan pendapat yang manakah
sesungguhnya yang paling bisa dipercaya? Kalau kita buka ulang buku-buku para
filsuf besar kita hanya akan menemukan 1 jawaban diantara 3 pendapat tersebut.
Jawaban mereka tentang alat untuk mengetahui yaitu kalau bukan indra, berarti
rasio, kalau bukan salah satu dari ke 2 itu berarti yang ke 3, yaitu hati.
Terbersit untuk melihat dan mencari buku yang lain, kalau tadi sudah dibolak
balik dari buku filsafat satu ke buku filsafat yang lain, isinya tidak jauh
berbeda, sekarang bagaimana kalau kita buka apa pendapat-pendapat dari buku
suci seperti Injil, Taurat, Zabur atau Al-quran?
Bersambung...
Salam,
Iman K.
www.parapemikir.com
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/