Ada berita seperti ini dari milist tetangga. Sangat menyakitkan hati masyarakat. Calon anggota DPR/DPRD seperti ini yang jelas, tidak akan berpikir dan berbuat untuk masyarakat. Tapi hanya berpikir dan bertindak untuk menguntungkan diri sendiri dengan memeras atau menipu rakyat.
Menurut saya sih sebaiknya partai2 yang calegnya melakukan tindakan seperti ini, tentunya ya harus tegas, dan buat keputusan agar yang bersangkutan tidak menjadi anggota DPR/DPRD, meski secara individual yang bersangkutan mendapat suara terbanyak dalam pemilu legislatif.. karena hanya akan menyengsarakan rakyat. Dan kepada personal yang bersangkutan (Dalam berita ini yang terhormat Bpk. SUMRAMBA).. sebaiknya ya berjiwa ksatria, karena sudah masuk media massa, apalagi sudah masuk berita TV.. lebih baik mundur saja, daripada akan mempermalukan/ memberi image jelek bagi warga negara indonesia keturunan, yang sekarang sebenarnya bersama2 coba kita bangun toleransi dan kebersamaan. Masa gara2 tingkah laku anda pribadi, akan membuat saudara2 yang lain menanggung beban dan menanggung malu.. untung indonesia bukan jepang... kalau niru sana.. anda sudah disuruh bunuh diri/harakiri tuh.. _________________________________________________________________________ From: [email protected] To: [email protected] Topik: Caleg PDIP lakukan money politics Date: 25 April 2009 Sungguh berita yang menghebohkan... Untuk PDIP di jawa timur, sudah perolehan suara melorot drastis, malah dibumbui oleh sikap anggotanya yang jadi caleg dan melakukan money politics, agar masyarakat memilih dirinya.. Yang lebih memalukan... tertangkap tangan... hehehe Begitulah Berita Koran Jawa Pos, Radar Jember, 11 April 2009 Halaman 40 yang tertulis dengan huruf besar "PANWASLU TEMUKAN LIMA SERANGAN FAJAR" Seorang caleg dari PDIP yang bernama SUMRAMBAH beserta tim suksesnya tertangkap tangan oleh pengawas pemilu tingkat kecamatan di situbondo sedang membagi2 uang dan sembako serta saran agar memilih SUMRAMBA yang merupakan caleg dari PDIP untuk DPRD propinsi Jawa Timur.. Bagi2 sembako ini dilakukan tanggal 8 April malam dan 9 April pagi hari menjelang pelaksanaan pemilu.. Berita yang sama juga disiarkan oleh beberapa stasiun TV swasta.... Uniknya dalam tayangan TV pelaku yang saat ini merupakan anggota DPRD propinsi Jawa Timur ini hanya meminta masyarakat untuk memilih partai dan dirinya untuk kursi DPRD propinsi Jawa Timur.. sedangkan untuk DPR Pusat maupun DPRD Kabupaten dia tidak meminta masyarakat untuk memilih partai yang sama.. Tapi sekarang persoalannya kelihatannya masuk Peti es, meski oleh panwas bondowoso telah dilaporkan kepada polisi.. Diduga oleh masyarakat, bahwa caleg yang merupakan adik kandung dari Bupati Jombang tersebut sudah menyuap aparat kepolisian.. Dan malahan sekarang mungkin akan jadi anggota DPRD untuk Propinsi Jawa Timur.. Yahh siapa tidak kenal dengan Bupati Jombang yang dalam persoalan korupsi atau masalah hukum lainnya selalu lolos karena kekuatan uang.. Hanya sangat disayangkan.. karena itu akan menambah kesan jelek bagi warga negara Indonesia (WNI) Keturunan Tionghoa.. bahwa semua persoalan selalu diukur dan bisa diselesaikan dengan uang.. bahwa semua persoalan bisa diselesaikan dengan suap... bahwa semua persoalan selalu dihitung untung dan rugi... Padahal tidak semua WNI keturunan seperti itu.. masih banyak warga yang baik... semoga kasus ini jadi instrospeksi Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

