The Mannequin of Dharma

Oleh: RoroSyin


ISBN:9789791893305
Rilis:2009
Halaman:336p
Penerbit:Bisnis2030
Bahasa:Indonesia
Harga : Rp.72.000


Berapa banyak novel  tentang  kehidupan wanita metropolis yang pernah Anda 
baca? 10? 100? 1.000? 

Well, di beberapa penerbit  Indonesia sendiri genre ini semakin banyak diminati 
oleh penulis-penulis muda kita. Yang masih dengan darah segar ‘idealisme’ dan 
menggebu-nggebu dengan antusiasme untuk  pembuktian eksistensi diri.  Hal ini 
menambah semarak khazanah literature kita dan tak jarang buku-buku tersebut 
akhirnya banyak yang berakhir di layar lebar. 

Apakah pada genre tersebut  banyak buku yang buruk? Jawabannya sudah pasti ; 
banyak…
Tapi adakah yang bagus?  Tentu saja; ada…

Genre-genre seperti ini  akan sering dikait-kaitnya dengan issue feminisme. 
Meskipun kadang banyak penulis yang ogah disebut-sebut karya mereka mengusung 
issue itu dan menolak karyanya disebut sebagai chick lit yang lebih popular 
untuk genre tersebut.

Salah satu pendatang baru yang telah bersusah payah menembus genre itu dengan 
karya yang lumayan adalah Roro Syin dengan novel  perdananya The Mannequin Of 
Dharma. 

Meskipun novel ini dibangun dengan beberapa plot yang kuat, kemudian 
‘disambungkan’ menjadi satu cerita, tidak mengurangi  inti cerita yang ingin 
disampaikan.  Meskipun saya sendiri lebih menyukai novel yang  yang terdiri 
dari satu plot dan sub-plot saja, sehingga lebih fokus dan kuat, tapi sesekali 
membaca novel yang terdiri dari beberapa plot seperti ini adalah salah satu 
selingan segar.

Beberapa tokoh yang mewarnai kisah ini adalah, Dharma sebagai tokoh sentral 
bekerja sebagai seorang copywriter di salah satu perusahaan advertising di 
Jakarta, kemudian ada Nadya, Cindy dan Kinar. Masing-masing tokoh memiliki 
latar belakang yang berbeda-beda. Keempat tokoh yang hidup di jagad metropolis 
ini bersahabat dengan baik. Saling tolong menolong dan selalu berusaha menjadi 
tempat bersandar satu sama lain. 

Dharma sendiri, sebenarnya memiliki permasalahan klasik, kisah cinta tak 
sampai-sampai dengan seorang cowok yang disebutnya Brown Sugar. 
Yeah, dan permasalahan utama yang menjadi tajuk novel ini adalah “haruskan 
setiap wanita menjadi manekin”?  Yang harus terlihat sempurna secara fisik, 
memakai pakaian indah, berlaku bak putri kedaton, dan memiliki tubuh bak boneka 
Barbie. Tidak bisa dipungkiri, kenapa salon-salon kecantikan dan klinik-klinik 
kecantikan begitu ramai dan dokter-dokter kulit kaya raya, adalah karena begitu 
banyak wanita yang ingin terlihat cantik dan sempurna. Merawat diri dan ingin 
terlihat cantik pada setiap wanita sebenarnya adalah naluri alamiah. Tapi 
banyak wanita salah kaprah dengan hal itu,hingga malah sering menjerumuskan 
wanita pada operasi plastic yang mahal dan konon menyakitkan. 

Hidung dipermak, payudara dipermak, sedot lemak dll. Mungkin untuk beberapa 
kasus seperti karena bermasalah dengan obesitas, sedot lemak masih bisa 
dipahami. 

Inilah yang Dharma ingin sampaikan, mempertanyakan tindakan-tindakan para 
wanita yang sering membabi buta hanya karena mengejar kata ‘cantik’ atau 
‘seksi’.  

Dan selain mengungkap masalah wanita, Dharma yang seorang copywriter juga 
banyak menyinggung tentang profesi Copywriter, tentang seluk beluk dan 
hiruk-pikuk pekerjaan tersebut. Karena Roro Syin sendiri konon adalah seorang 
copywriter juga, jadi jika Anda tertarik ingin tahu bidang profesi ini, tak ada 
salahnya Anda membaca buku ini.

Itulah salah satu episode yang ingin Dharma sampaikan dalam buku ini. Saya 
tidak membeberkan semua, karena masing-masing tokoh memiliki plot ceritanya 
sendiri. Jadi silakan Anda membaca buku ini untuk mengetahui tokoh-tokoh lain…

Dan seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, novel ini pun juga tidak 
luput dari beberapa hal yang mengundang kritikan. Misalnya saja paragraph 
monolog yang lumayan panjang dari tokoh Dharma. Dan tentu saja berhamburan 
argumen-argumen tentang hal-hal yang Dharma kritisi. 

Plot-plot yang kuat yang ada dalam novel ini sebenarnya bisa berdiri sendiri 
sebagai cerita bahkan novel, mudah-mudahan Roro Syin bukanlah type penulis 
“sekali berarti, sudah itu mati” dan akan berkarya lebih dan lebih baik lagi.


http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-27652/the-mannequin-of-dharma.html



www.bookoopedia.com



Buy Globally, Pay Locally

Beli buku-buku Amazon dari Indonesia

No Credit Card needed, bayar rupiah


      

Kirim email ke