Petualangan Keluarga Retak dengan Bumbu Spiritualisme dan Geologi
"Karya fiksi yang cantik . Setiap bagiannya senantiasa mengalir laksana gelombang kenangan manusia. Kadang lucu dan sesekali membuat terenyuh. Buku ini satu di antara sedikit novel yang secara diam-diam dan manis bersemayam dalam hati pembaca." Demikian bunyi pujian seorang novelis Amerika Serikat, Tim O'Brien, untuk karya pertama Martha McPhee ini. Tidak lain, pujian seperti itu disimpan di sampul depan sebuah buku untuk memengaruhi calon pembaca dan pembeli. Cara terbaik untuk membuktikan apakah pujian itu benar atau berlebihan, kita harus membaca buku yang dimaksud. Namun, saya pribadi merangkum novel ini dalam satu kalimat: Bright Angel Time merupakan cerita petualangan keluarga retak dengan bumbu spiritualisme dan geologi dalam narasi bocah perempuan berumur 8 tahun. Sebagai potret keluarga retak, konflik berawal karena minggatnya kepala keluarga bersama istri tetangga. Pada hari pertama kali orang mendarat di bulan, tokoh Kate atau aku yang berumur 8 tahun seharusnya menonton momen sangat bersejarah itu bersama mama (Eve), papa yang berjanji akan menerangkan geologi bulan, serta dua saudarinya (Jane dan Julia). Namun, setelah lama menunggu, ternyata bukan papanya yang datang, melainkan tetangganya bernama Brian Cain yang melabrak rumah karena istrinya dibawa kabur. Konflik cerita keluarga limbung ini terbangun dengan sendirinya karena tiap-tiap tokoh memiliki karakter kuat. Eve, ibu rumah tangga yang membutuhkan dan menemukan sosok kepala keluarga pada diri Anton. Jane, putri sulung berusia dua belas tahun dengan pembangkangan khas remaja yang tidak menerima begitu saja kehadiran laki-laki pengganti papanya. Julia, anak kedua yang cenderung netral, tetapi tetap sok pintar. Dan, Kate, si bungsu yang tampaknya menuruni bakat peneliti papanya karena gemar mengamati dan mencatat segala kejadian, termasuk toko-toko kecil tempat keluarganya membeli sandwich. Diceritakan, Jane marah saat Anton berkunjung ke rumah dan bermain poker dengan mama dan kedua saudarinya sampai larut malam. Dia pun mengusir pendatang baru dalam keluarganya itu. "Kamu enggak tahu bagaimana rasanya! Apa kamu tahu apa yang mesti Mama perbuat tanpa siapa pun! Tanpa seseorang sebagai tempat berbagi kehidupan? Dan teman bersenang-senang?" Eve membentak Jane yang lalu menimpali mamanya, "Apa yang akan kaulakukan padaku? Memukulku?" Jane bergegas keluar dari dapur, menghentakkan pintu. "Dia tidak akan menikahimu," teriaknya. Perdebatan ini bisa dibaca di halaman 7273. Eveyang meyakini Anton sebagai pengganti suaminyamembawa ketiga putrinya yang manis menyusul lelaki itu di area perkemahan Big Sur, California setelah menempuh perjalanan lima hari. Di sana Anton mengadakan lokakarya "Cinta Romantis dan Kesetaraan Gender" yang sedang hangat-hangatnya jika mengingat latar novel ini yaitu Amerika Serikat tahun 70-an. Empat perempuan itu membelah Amerika Serikat dari Pantai Timur ke Pantai Barat dengan station wagon dengan menjadikan pom bensin sebagai tempat istirahat kala malam tiba. Jane sempat merengek kenapa mereka harus tidur dalam mobil di pom bensin, bukannya di hotel. Akibatnya, dia malah didamprat mamanya. Di California, Kate, Julia, dan Jane berkenalan dengan lima anak Anton, yang berbeda 180 derajat dengan ketiga gadis itu meskipun sebaya. Finny, contohnya, yang memiliki julukan "bone" alias jago melinting ganja. Sebagai "aktivis" kebebasan (sekaligus pastor Jesuit, ahli terapi Gestalt, penjudi ulung, dan pemikat perempuan), Anton memang cenderung membebaskan anak-anaknya untuk melakukan apa pun. Namun, namanya juga bocah, mereka tetap saling mengejek dan menyombongkan hal-hal kecil (termasuk kentut dan siapa yang pancaran air kencingnya paling jauh). Dalam hal ini, Kate sangat membanggakan sebongkah batu (nugget) yang diberikan papanya. Hubungan Eve dan Anton pun tidak selalu mesra. Suatu waktu mereka terlibat pertengkaran sengit. Dari Esalen, mereka (dua keluarga) menuju ke Grand Canyon. Sepanjang jalan mereka memberi tumpangan kepada berbagai macam orang, mulai dari biarawati Ursulin hingga perempuan binal. Salah satu penumpang itu bernama Dwayne yang mereka temukan di sebuah pom bensin tidak lama setelah mereka meninggalkan Los Angeles. Dengan berbaik hati mereka mengantarkannya menyusul orangtuanya di hotel mewah Desert Princess Mirip Anton, Dwyne rupanya menggemari spiritualisme. Dia bercerita pernah ke India dan tinggal di sebuah Ashram. Bahkan, dia sempat memimpin anggota rombongan bermeditasi. Kate bercerita di halaman 255. ketika gurun kembali hidup dan ular-ular terdengar mendesis di pasir dan jutaan atau mungkin triliunan bintang menyinari langit, Dwayne memimpin kami bermeditasi yang akhirnya berakhir dengan tarian. "Kita berusaha mendapatkan diri kita kembali," kata Dwayne . Kami bersebelas duduk dalam suatu lingkaran, saling membelakangi, dan aku ingin tertawa. Novel ini tidak beralur linear. Awal konflik disimpan di bab dua dan diceritakan kembali di bab sembilan belas dengan tambahan khayalan Kate seandainya papanya tidak kabur saat itu. Bahkan bisa jadi, bab pertama merupakan akhir cerita. Mungkin inilah yang dimaksud dengan "setiap bagiannya senantiasa mengalir laksana gelombang kenangan manusia" di alinea pertama. Kenangan tidak pernah datang secara runut. Ketika sedang mengingat satu peristiwa, tiba-tiba terlintas kenangan akan kejadian yang lain. Di sela-sela cerita petualangan, Kate mengenang pelajaran dari papanya tentang bebatuan, tentang proses geologi yang terus berlangsung di wilayah barat Amerika Serikat, khususnya Grand Canyon. "Kami bisa menyaksikan sendiri lapisan waktu dan bagian yang saling bertabrakan dalam sejarahbaca saja sendiri pada semua dinding canyon. Kata Papa, riwayat semua batuan itu bisa di baca di sana seperti membaca kata-kata dari buku." "Bright Angelnama itu sungguh indah, meskipun tidak sesuai untuk nama suatu batuan, suatu shale dari periode Cambrian . Begitulah penjelasan papa kami." Membaca novel ini, kita akan menemukan istilah-istilah Geologi seperti shale, tufa, dan The Great Unconformity yang telah ditambahi keterangan oleh penyunting edisi bahasa Indonesia. Jadi, judul novel ini bisa dimaknai sebagai periode pembentukan batuan fenomena geologis atau episode hidup gadis kecil bernama Kate yang mungkin nanti sekokoh Grand Canyon. Novel ini terbit pertama kali di Amerika Serikat pada 1997. Pengarangnya, Martha McPhee mungkin menjadi salah satu novelis terkemuka di sana dalam beberapa tahun ke depan. Bright Angel Time diselesaikan dengan disponsori oleh National Endowment for the Arts dan langsung mencuri perhatian khalayak dengan menjadi "New York Times Notable Book". Kemudian, novel keduanya Gorgeous Lie (2002) menjadi finalis National Book Award pada tahun yang sama. Sampai saat ini, pengajar di Hofstra University ini telah menghasilkan empat novel.*** oleh Moh. Sidik Nugraha Judul: Bright Angel Time Penulis: Martha McPhee Penerjemah: Th. Ninung Pandamnurani Penerbit: Serambi Ilmu Semesta Halaman: 448 Terbit: April 2009

