wow dodd.... salut gwe... good insiprations...
btw skarang sudah bisa menjadi copy writer yang baik
nih... hehehe =P
apa kabar pak?
--- Doddy Alex <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan
> memberikan training di
> Bandung . Karena acara dimulai jam 13.00 maka saya
> berangkat dari
> Jakarta pukul 9.30 .. Ketika mulai memasuki tol ke
> arah Sadang, di
> belakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam
> yang melaju dengan
> kecepatan tinggi. Tetapi yang saya suka walaupun ia
> melaju dengan
> kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak. Jika
> mobil di depannya
> tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah
> dengan mengambil jalan ke
> kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.
>
> Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian
> dan tertarik dengan
> cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng saya
> membuntuti mobil
> tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir,
> termasuk
> kecepatannya. Ketika tidak ada mobil lain di tol,
> kecuali mobil tersebut
> dan mobil saya, mobil hitam tersebut menambah
> kecepatannya. Karena
> sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah
> kecepatan mobil saya.
>
> Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan
> angka 160 km/jam.
> Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah
> saya tempuh adalah
> 140 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu.
> Tapi dengan adanya
> mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor
> kecepatan mobil saya.
> Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada
> sparringnya.
>
> Karena saya berhenti di suatu tempat, saya
> kehilangan mobil hitam
> tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi,
> saya coba untuk
> berlari 160 km/jam lagi. Saya berhasil mencapai
> kecepatan tersebut
> tetapi tidak berani terlalu lama karena belum
> terbiasa. Ketika kemudian
> ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan
> tinggi dan saya
> buntuti, saya bisa masuk lagi ke 160 km/jam dengan
> durasi yang cukup lama.
>
> Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa
> sudah maksimal
> melakukan sesuatu. Kita merasa tidak mungkin lagi
> melakukan sesuatu yang
> lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring
> partner yang lebih
> hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang
> coach, seorang
> mentor, role model atau apapun, maka kita bisa
> terpacu untuk mendapatkan
> hasil yang lebih baik lagi.
>
> Namun jika kita belum matang belajar dari sparring
> partner kita dan
> mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita
> untuk terus berada
> di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner.
> Nantinya jika kita
> sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita
> mulai bisa mandiri.
>
> Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan
> seseorang ditentukan 5
> orang terdekatnya. Ilustrasi saya mengenai kecepatan
> mobil bisa
> menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki
> tersebut. Jika orang-orang
> di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit
> bagi kita untuk
> melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita
> biasa tetapi di
> sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu
> untuk juga menjadi luar
> biasa.
>
> Apakah ada penjelasannya secara Science? Ternyata
> ada. Di dalam otak
> manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut
> Mirror Neuron, yang
> bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain.
> Jika di
> sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka
> Mirror Neuron kita akan
> meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat
> dan luar biasa. Kalau
> sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru
> yang sebaliknya.
>
> *- Siapa mobil hitam yang akan anda ikuti agar bisa
> menembus kecepatan
> anda selama ini ?
>
> - Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan anda
> ikuti agar bisa
> menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda
> ?
> *
> Temukan orang tersebut, ikuti dan pelajari bagaimana
> ia memandang
> dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai
> kehidupan yang ia pegang,
> bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana
> tingkah lakunya, maka
> anda akan mendobrak batas yang selama ini membatasi
> hidup anda!
>
- eRNeST -