liburan sekolah saya juga ke sana tapi bukan pake Mbal, tape T AvanXX, sama 
setelah lewat tanjakan itu mberebet dikit, tapi setelah perjalanan 15-20 menit 
sembuh lagi , kalo feeling saya itu akibat kopeling yang kepanasan....
, sampe sekarang gak kambuh lagi mobilnya belom setahun

Regards'
Hung Tjoen,
KCJ-#1050
B 8 PG
021-95900999
  ----- Original Message ----- 
  From: aldo aldo mahendra 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 20, 2009 5:56 PM
  Subject: Re: [baleno] Ke pangandaran (WAS: ndut2an abis najak)


    
  bagi pengalaman sedikitt, dulu mobil saya jug begitu, sudah ganti CMP tapi 
tidak menyelesaikan masalh, aneh nya terakhir kuras tanki, kebetulan iseng 
ganti saringan Teh nya, ternyata setelah itu ga pernah kejadian lagi...

  Silakan kalau mau mencoba, & jagan lupa hasilnya sering lagi

  Thanks






------------------------------------------------------------------------------
  From: Ali Yanuar <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, August 20, 2009 9:01:49 AM
  S! ubject: Re: [baleno] Ke pangandaran (WAS: ndut2an abis najak)

    

  itu sensor CMP nya kepanasan oom...mesin kerja keras..(tanjakan n pke 
AC)...mesin panas..cuaca terik teramat sangat...bs bikin CMP binun baca 
input...apalagi klo kondisi oli dah deket2 habis masa tayangnya... mbal ane jg 
msh suka begitu klo bis nanjak panjang n lama plus cuaca panas...sampe saat ini 
blom ada ide buat solusinya... hee...





------------------------------------------------------------------------------
  From: paulan aji <paulanaji_brata@ yahoo.com>
  To: bal...@yahoogroups. com
  Sent: Thursday, August 20, 2009 8:36:08 AM
  Subject: Re: [baleno] Ke pangandaran

    
        Dear Baleno-ers,
        Salam kenal dari saya meski belum masuk Club tapi selalu terupdate 
lewat mailing list baleno. 
        Mau bagi cerita ke Pangandaran 15-17 agustus lalu. Saya pergi berdasar 
email teman-teman juga tentang arah ke pangandaran (PP) dengan istirahat 
masing-masing satu kali di diluar pintu tol cilenyi.
        Perjalanan aman sich meski sempat beberapa kali tanya dengan penduduk 
karena gak pasti arah jalannya. 

        Ada satu masalah (tapi juga langsung teratasi saat itu): pas saya 
pulang dari pangandaran, sampe di pasar (4 km sebelum Nagreg), macet total 
karena pas bubaran upacara 17 agustusan. Kondisi cuaca panas, jam 11.00. AC 
Mbal saya pasang di level 2 karena udara cukup panas. Temperatur normal bahkan 
setelah hampir 1/2 jam tersendat tak bergerak. 
        Setelah 1/2 jam itu, mobil-mobil mulai bergerak mendaki dan segera 
lancar setelah pom bensin di kiri, setelah pasar tadi (arah Nagreg). Jalan 
mulai mendaki, tiba-tiba pas pendakian, Mbal saya ndut-ndutan. Posisi di gigi 3 
lalu saya pindah ke gigi 2. Masih ndut-ndutan (bahkan agak meloncat) kalo digas 
tinggi. Saya injek pedal kopling separuh bisa agak tenang. Saya gas lagi, 
ndut-ndut lagi. Saya pikir tadinya...busi ada yang mati satu (pincang), atau 
kepanasan (tapi temperatur normal). Akhirnya saya menepi sebentar, lalu 
putuskan tidak pakai AC. Mbal nanjak lagi....GAK endut-endutan! Mbal kemudian 
berenti di deretan penjual peyem/ubi cilembu untuk beli oleh2. Lalu saya lanjut 
jalan tanpa AC dengan jalan mendatar. 2 menit kemudian saya kepikir mau coba 
nyalain AC lagi. Saya nyalain AC dan gak ndut-ndut lagi. Berenti makan di 
Warung Ampera, niat mau buka busi, ech batal. Mbal saya bawa pulang dengan full 
AC lagi...tanpa ndut-ndut-an. ...sampe Bekasi.

        Ada yang tahu, kenapa pas di tanjakan tadi Mbal sempat Ndut-ndut-an 
ya???  Apa mesin perlu saya cek? atau cuma kotoran dari tanki bensin?  Kemarin 
pun saya bawa keluar, gak ada masalah ndut-ndutan.

        For info aja: dengan AC-on terus, ke pangandaran (PP) dari bekasi cuma 
butuh premium Rp.250 ribu saja (itupun masih sisa). Total tempuh (plus 
muter-muter) 790 km-an. LUmayan irit sich ya? 

        Terima kasih atas kebaikan informasinya ya.
        salam,
        Paulan Aji
        Mob. 62-81-1144 240

        -- 


  .
   






  

Kirim email ke