Maaf sebelumnya bila saya boleh sedikit berpendapat Om ndin. logikanya kira-kira seperti ini.
1. Beberapa waktu terakhir fuel-pump dgn berbagai merek rusak. 2. Beberapa waktu terakhir fuel-pump dari beragam mobil rusak. 3. Fuel-pump rusak dalam waktu berbarengan. 4. faktor yang sama dari kesemua mobil yg rusak itu adalah sama-sama pemakai premium. 5. Mobil dengan spesifikasi bahan bakar premium (misal baleno lampu kacang), yg seharusnya aman pakai premium, juga ikut rusak. 6. Yang rusak adalah fuel-pump, yang bersentuhannya pasti dengan bensin. Saya rasa bisa dijadikan satu kesimpulan dari fakta diatas. Yg yaaa.. mungkin juga belum tentu benar. Tapi ya sudah mengarah kesana. Saya paham blm ada bukti, saya juga tidak akan bisa ngasih bukti, mohon maaf untuk hal itu. Saat ini sih buat saya sudah gak penting membahas siapa yg salah. Yang penting skrg, kapan pemerintah mengizinkan Shell menjual bensin yang selevel premium? Seandainya ada, InsyaAllah saya nggak akan ngabisin bensin subsidinya negara. Tapi kapan? entahlah. Mohon maaf ya friends bila ada kata-kata yg kurang enak. Thanks Ridho BCI 360 NB: salah satu kelebihan Baleno yg gw suka adalah bisa dgn aman pakai bensin RON 88. :( --- In [email protected], didin.syafru...@... wrote: > > Sori om Yose > > mesti nya om bisa nangkap maksutnya > gak usah panjang lebar > gw dari pertama kaget klo sampai pertamina disalahkan karena faktor > rusaknya fuel pump, dan its ok! > tapi sampai sekarang saya belum menemukan apapun itu yang bisa membuktikan > bahwa pertamina memang salah > makanya saya bilang sementara ini itu adalah HOAX! meski om bilang sudah > banyak korban, tapi menurut gw itu tidak menunjukkan bukti > > Nah sampai baca imel ini, anda masih bersikukuh bahwa pertamina adalah > pihak yang bersalah, jangan mangkir lah om, gunakan hati nurani anda kalau > sebenarnya anda emang pengen mengkambing hitamkan pertamina atas mogoknya > mobil anda. > > Kenapa saya bersikukuh punya opini yang melawan arus pikiran rekan2? > saya cuma membayangkan, misal saya seperti ajat yang punya bengkel atau > apapun usaha itu, atau seperti kasus pantja julang dulu > tiba2 banyak orang yang servis ke bengkel saya kasak kusuk bilang klo > bengkel saya melakukan sesuatu yang sama dan mengakibatkan rusak > tetapi kalo ditanya apa buktinya? mereka gak bisa memberikan > buktinya........... > > seharusnya kalau anda fair, dari banyak penyebab fuel pump rusak, anda > harus memberikan info soal kebiasaan2 anda, instropeksi lah > lalu kalau yakin bahwa anda sempurna, baru menyelidiki hal lain diluar > anda > lha ini belum menyelidiki dan punya bukti, ini malah koar2 menyebar hal > yang menurut gw adalah FITNAH dan HOAX! > > Kalau anda orang Islam, adalah dosa besar sampai memfitnah orang > > thnks > > > > > > > Tras No Wan <trasno...@...> > Sent by: [email protected] > 23/07/2010 16:46 > Please respond to > [email protected] > > > To > [email protected] > cc > > Subject > Re: [baleno] Re: Suzuki Buka Pengaduan Fuel Pump > > > > > > > > > Lha... mbal ku thn 2000, om. Lagipula masih ada kata "bakal". > Kalau saja pertamina berkata "Kami memohon maaf kepada pemilik kendaraan > yang menjadi korban, karena ternyata memang BBM kali ini ada kesalahan > prosedur pencampuran.... dst." (perhatikan ada kata "kali ini" yang > berarti sebelumnya baik-2 saja dan sesudahnya nanti akan dijaga mutu nya). > Saya akan maklum, dan sementara (atau selamanya) tidak menggunakan > premium. > Jika premium adalah untuk "yang berhak", maka saya tidak bisa bayangkan > "yang berhak" jadi korban. Udah (hampir) lemah ekonomi, harus ganti fuel > pump segala (atau mungkin kena di mesin sekalian.) Silakan pikirkan dengan > baik dan dengan hati nurani yang baik pula. Pengguna kendaraan cuma > konsumen. Pelanggan adalah raja itu hanya ada di toko, bukan di areal > seputar pemerintahan. Tapi sudah diakui kan kalo pelanggan mo pindah ya > boleh atau bisa pindah toko saja ? > Pertamina gak minta maaf sebenarnya juga gak ada pengaruhnya. Tinggal > tunggu reda berita nya saja. Indonesia bukan seperti di luar negeri. Sudah > pada ganti sendiri kan fuel pump nya ? Ga tunggu "gratisan" dari pertamina > kan ? > Saya sepakat untuk lebih baik menunggu hasil dari pertamina. Tapi tidak > mau berharap dengan hasil nya. Sudah tidak ada artinya lagi. Kejadian di > bulan ini cuma akan jadi cerita angin lalu saja untuk bulan-bulan > kedepannya. Semua akan melelahkan kalau ditampilkan lagi. Lebih baik dan > nyaman, gunakan saja BBM merk lain dulu sampai ada info lanjutan (resiko > yang sudah harus disiapkan Pertamina dan rekan-rekannya ketika merk lain > buka usaha yang sama di Indonesia kan?) Tokh juga harga gak jauh beda > dengan Pertamax. > > regards, > Yose. > (yang sebenarnya lelah berkoar-koar, tapi sebel dengan tuduhan yang > sembarangan kepada semua pemilik kendaraan yang jadi korban, langsung atau > tidak langsung)
