Yang terhormat Bapak2 pengurus LP3B, Nama saya Nyoman Tirtawan,menyimak perkembangan proyek PLTGU Pemaron saya sedikit punya pertanyaan kenapa urusan krisis energy di Bali justru Buleleng sendiri diberi beban? Padahal (1) Buleleng hanya memakai listrik tidak sampai 20%. (2) Kenapa pihak PLN justru membuat seperti ada sebuah obsesi yang sangat besar mengenai sumber penggerak listrik, padahal begitu banyak alternatif yang ada spt. gas bumi, matahari, angin dsb. Don't we recognize that Bali has been known as a paradise island with TRI HITA KARANA tang ting tong in the world? Kenapa kita harus biarkan teknologi yang sudah tertinggal 20 tahun lamanya merusak palemahan dan pawongan Bali? Kita hidup di abad ke 20, bukan di abad 19 yang lalu. Apalagi PT Indonesia Power telah menyediakan alat untuk menyerap minyak yang netes mungkin satu ton perminggu, itu berarti akan pasti terjadi tumpahan minyak berton-ton dalam akumulasi tertentu. Apakah percaya dengan SDM Indonesia yang hanya bangga menjadi nominasi teratas dalam berkorupsi. Apalagi harga kabel bawah laut cuma US $ 1000.000 per kilometer, berarti kurang lebih kita perlu cuma US $ 5000.000 untuk pembelian kabel Jawa - Bali. Masa nggak punya uang segitu PLN atau Propinsi Bali? Untuk Membeli mesin baru yang berkekuatan 150 MW di atas US $ 60.000.000, dan tetek bengek yang lain mungkin sampai US $ 100.000.000, bandingkan? Kenapa tidak punya US $ 5000.000, sedangkan untuk proyek triliunan bisa justru balik bilang tak punya uang. Kalau Bali susah Dunia tak akan tinggal diam asalkan caranya sepintar menggolkan PLTGU Pemaron. Apalagi katanya Pak Gubernur akan menerima award di Singapura 16 Oktober karena Bali menyandang sebagai Pulau yang serba ter.ter.ter, tetapi kenapa beliau membiarkan akan terjadinya pengerusakan terhadap wilayahnya. Lebih baik jangan menerima awards semacam itu. Kurang lebih saya minta maaf dan saya siap dipanggil untuk kapan saja bukan untuk bohong-bohongin rakyat kecil. Beate Dotterweich Warung Bambu Pemaron Jalan Hotel Puri Bagus Pemaron - Singaraja - Lovina Bali - Indonesia Phone & Facs: 0062-362-27080 or Phone: 0062-362-31455
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
