I think obviously that it's better to dessiminate this article for all of
the people who concern about a giant monster PLTGU in Pemaron.

In name of the people, some persons claim that this PLTGU project will bring
much benefit to the people. Is it really true ?

Best regards,
Gde Wisnaya

-----Original Message-----
From: Beate Dotterweich [mailto:karma@;singaraja.wasantara.net.id]
Sent: Friday, October 18, 2002 5:18 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Future of Good and Bad???

Yang terhormat rekan2 dan bapak2 serta manusia2 yang beradab,

Kini saya sadari kenapa dunia berputar kearah yang lebih menyesakk an dan
menyesatkan.
Kerajaan kekuasaan pemerintah, kerajaan kekuasaan investor, dan kerajaan
orang-orang preman atau yang nista lagi adalah kerajaan provokator, telah
berkoar dan berjuang demi kerajaannya sendiri-sendiri.
Akan tetapi tidak pernah saya lihat gerakan  manusia- manusia yang konon
intelek, termasyur, dan berkuasa betul-betul berbuat untuk kebaikan dengan
menggunakan cara pandang dan kebenaran obyektif.
Para teroris mengkleim bahwa apa yang dia lakukan itu demi jihad dan dengan
bahasa -bahasa lain pokoknya itu semua benar menurutnya.
Hal serupa terjadi pada masalah PLTGU Pemaron. Mengapa?
Bupati Buleleng Mr. Putu Bagiada MM, PT Idonesia Power plus Tuan-tuan di
PLN telah mengkleim bahwa apa yang mereka-mereka lakukan adalah benar
berdasarkan alasan-alasan bendera kerajaannya sendiri meski telah melanggar
: 1. Perda no; 4 th 99.
2. Keputusan penolakan komisi yang membidangi yaitu komisi D DPRD
Kab.Bulengleng.
Catatan: ada rumor bahwa Bupati menyarankan agar penolakan DPRD harus
melalui paripurna. Lalu ada apa dengan tugas dan wewenang dari
komisi? apakah ada unsur melecehkan wewenang Komisi? Jangan-jangan
tiap ada investor masuk lalu harus di paripur nakan.
3.Keputusan Bappedalda Bali, bahwa AMDAL, harus mendapatkan persetujuan
secara tertulis dari PHRI, Desa adat kawasan pariwisata, dst. Tapi semua
komponen tersebut  secara formal dan eksplosip dengan aksi demo telah
menolak. Mau apa lagi?
 4.  Di dalam kajian AMDAL tidak dicantumkan umur  mesin yang telah
kedaluwarsa. Alias kita
mau ditipu dengan mesin tua abad lalu.

Wahai kaum manusia terhormat ( BUPATI BULELENG , INDONESIA POWER, MR. PLN
),beranikah engkau yang mulia bersumpah dihadapan rakyat dan Tuhan bahwa
apa yang engkau lakukan adalah demi kebenaran universal / obyektif dan
tidak mencari uang hari tua, atau KKN gaya baru. Karena yang perlu listrik
bukan buleleng saja, tetapi Bali...selatan 80%. Kenapa harus bengeknya
untuk Buleleng dan teteknya untuk Bali selatan? Untuk apa melanggar Perda
buatan sendiri? Untuk apa melawan Rakyat murni yang pada hakikinya adalah
The hand's of the God. Berani melawan Tuhan? Wajar saja tidak takut dengan
banyak demonstran massa. ha.ha.ha.....

Nyoman Tirtawan / sapu jagat.

BIG.BIG.BIG NOTICE : Diseluruh dunia pasti ada alternatif kecuali kematian
dan kelahiran.
Kenapa di Era global main harus alias main
paksa?

Beate Dotterweich
Warung Bambu Pemaron
Jalan Hotel Puri Bagus
Pemaron - Singaraja - Lovina
Bali - Indonesia
Phone & Facs: 0062-362-27080
or Phone: 0062-362-31455




----------------------------------------------------------------------------
 Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 
250.000 tunai
 ----------------------------------------------------------------------------

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi  : http://buleleng.lp3b.or.id
Arsip      : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke