Kepada Yth.:
Sdr. Ir. Bardan Ks, PT.Indonesia Power
Sdr Ir. Ngurah Adnyana, PT. PLN - Bali
Dengan Hormat,
Kalau benar Bali "kelaparan" dengan listrik, itu bukan berarti kami harus menerima "Roti Jamuran" PLTGU berbahan bakar Solar berumur 30 tahun.
Jika Anda ingin memaksakan kami memakannya, apakah Anda tidak akan menyesal nanti setelah pensiun lima atau 10 tahun lagi menyaksikan kami terkelepar keracunan di Pemaron/Kalibukbuk ?
PLTGU Tanjung Priok ini sudah beroperasi sejak tahun 1972, yaitu sebelum Anda bekerja di PLN atau di PT.Indonesia Power ( 20 tahun lalu ? ).
Kami tahu, hampir tidak ada Power Plant baru yang di bangun di kawasan ASEAN dengan kapasitas lebih besar dari 100 MW sejak krisis moneter melanda ASIA tahun 1997. Jadi, kalau begitu, bukan hanya Bali saja yang kekurangan daya listrik. Bukankah hampir seluruh negara ASEAN shortage of Electric Power ?
Bom meledak beberapa minggu lalu di Legian, Kuta. Tourist menghilang gara-gara Terrorist. Sekarang Bali diterror oleh pemadaman listrik bergilir. Akankah nanti dipaksakan juga "Bom" PLTGU itu di Pemaron, Bali Utara ?
To be honest, I would like to tell you that money is not all of our destiny. Shady money will never yield a bright life. Offcourse, there is a lot money involved in this PLTGU Project. Who could gaurantee that you would not get a commission on the process of this project ? Who would not believe that you would be promoted when you were successful in installing this 30 year old PLTGU ? If so, who trust that you want to develop Bali ?
Hormat kami,
Ngurah Ny
Do you Yahoo!?
HotJobs - Search new jobs daily now
