Menarik sekali masukan dari Pak Mertayasa ini soal peluang adanya kebocoran2
dalam setiap proyek. Untuk PLTGU "butut and rongsok and usur" Pemaron ini,
kita belum tahu nilai proyeknya. Ada barangkali teman milis disini yang bisa
memberi informasi ? Berita yang saya peroleh sangat simpang siur, ada yang
bilang 70 milyar rp, ada yang mengatakan 500 milyar rp, dll. Padahal untuk
PLTGU yang baru, harga per KW nya adalah kurang lebih US $ 500 - US $ 600.
Dan angka ini sesuai dengan angka dari Pak Teja kemarin yaitu US $ 500.000
per MW.

Jika PLTGU Pemaron ini 150 MW, maka untuk instalasi pembangkit yang baru,
nilai proyeknya akan kurang lebih rp. 90 milyar. Tapi kalau PLTGU nya sudah
bekas dan tidak perlu beli lagi (karena tinggal memindahkan saja dari
Tanjung Priok), maka rp. 70 milyar menjadi angka yang tidak logis. Agar
tidak menjurus ke prasangka yang buruk, adakah dari teman-teman yang
mengetahui nilai proyek PLTGU ini ?

Salam
Gde Wisnaya

-----Original Message-----
From: Mertayasa [mailto:mertayasa@;amandari.com]
Sent: Thursday, November 07, 2002 10:17 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [bali] Fw: Re: Penting U/ Pak Gde Wisnaya

Dear all,

Maaf susah sekali saya dapat menerima dengan pemakaian mesin yang sudah tua
atau sudah sering overload.
Yang paling penting dan sering terjadi adalah kebocoran disetiap lini
negosiasi Uang. apabila semua pihak yang terkait dapat  dapat berjanji
dimasing masing lini tidak terjadi kebocoran Uang apa benar PLN atau
Investor itu rugi.
Sekali lagi jangan semua membuat kebocoran kebocoran tersebut.
Kami senang sekali ini dilakukan oleh orang yang tepat, yang mengerti
tentang listrik dan yang lainnya baik yang telah, maupun akan melakukan
survey tetapi kalau itu hanya membuat kebocoran lagi menurut saya lebih baik
tinggal dirumah saja.


yasa
----- Original Message -----
From: "Made Wirata" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, November 06, 2002 7:12 PM
Subject: [bali] Re: Penting U/ Pak Gde Wisnaya


> Thanks berat Pak Gde Wisnaya,
> saya dengan beberapa temen dari Bandung dan Jakarta memang akan ada di
> Bali antara 1 s/d 7 Desember dan juga antara 16 s/d 26 karena satu
> diantaranya janji sama Bupati Buleleng untuk masalah perikanan dan
> survey di Telukan Bawang dan Benoa.
> Mudah-mudahan saya bisa bertemu dan mempresentasikan idenya incinerator.
>
> MW
>
> > ----------
> > From: Gde Wisnaya Wisna[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Wednesday, November 06, 2002 11:19 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [bali] Re: Penting U/ Pak Gde Wisnaya
> >
> > Saya akan simpan informasi ini sebagai informasi yang penting. Mungkin
> > dalam
> > waktu dekat kami, LP3B Buleleng, akan menyelenggarakan diskusi atau
> > dialog
> > tentang pengolahan/pemanfaatan sampah menjadi listrik. Saya berharap
> > Pak
> > Made Wirata dkk anytime ready to come to Singaraja and give
> > presentation
> > about Incinerator Power Plant. Saya akan carikan sampah yang
> > dihasilkan Bali
> > (cu ton daily), dan siapkan juga proposal untuk itu. Investornya
> > biarkan
> > teman-teman lainnya yang bisa membantu.
> >
> > Incinerator Power Plant is smart idea to solve lack of electricity and
> > at
> > the same time clean Bali. Please for other friends here to explore and
> > develop this idea.
> >
> > Best regards
> > Gde Wisnaya
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Made Wirata [mailto:madewira@;iptn.co.id]
> > Sent: Tuesday, November 05, 2002 6:11 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [bali] Re: Penting U/ Pak Gde Wisnaya
> >
> > Apakah boleh saya urun pendapat sebagian, terutama yang berkaitan
> > dengan
> > pemanfaatan sampah ?
> >
> > Kami di PT Dirgantara Indonesia (nama baru IPTN) sejak th 1999 (sejak
> > terjadinya krisis), mulai memanfaatkan "spin-off" teknologi pesawat
> > terbang untuk mengembangkan usahanya "Non Peasawat Terbang", antara
> > lain
> > disalah satu unitnya terutama di unit kami mengembangkan "Incinerator"
> > (alias pembakar sampah). Sekala kecil kami sudah coba kembangkan untuk
> > sampah sisa produksi dan pupuk di PT Sido Muncul pada th 2001 dan
> > berhasil, terutama ramah lingkungan (tidak berasap maupun tidak
> > beracun), pembakaran bertahap (dua tingkat), dan saringannya kami
> > gunakan "cerobong syclon" , serta controlnya merupakan diversifikasi
> > teknologi pesawat terbang. Sealnjutnya, tahun ini kita kembangkan
> > "heat
> > tranfer", tadinya untuk mesin pengering dan water heater di Sido
> > Muncul
> > juga, karena panasnya incinerator bisa digunakan langsung. Nah
> > tentunya
> > bisa untuk boiler, dan ujungnya penggerak mesin untuk penghasil
> > listrik.
> > Saat ini kami sedang produksi untuk kapasitas 3m cu perjam, dimana
> > yang
> > di Sido Muncul adalah 1,8 m cu/jam. Sedangkan desain yang ada mencapai
> > 15 m cu / jam. Juga saat ini sedang bekerja sama dengan Pertamina
> > Cilacap untuk Incineratornya Pertamina ukuran 30 m cu lebih.
> > Saya rasa teknologinya kita punya, kenapa musti sama orang Jerman ?
> > (investornya saja dari sana). Dan teknologi sampah tentu lebih murah
> > dibanding yang lainnya, selain itu jadi dwi fungsi (sampah di Bali
> > bisa
> > habis / bersih tanpa polusi, dan debunya buat batako / bata, kemudian
> > bisa menggerakkan pembangkit listrik).
> >
> > Kalo ada dialog tentang sistem pengolahan sampah, minimum saya bisa
> > kirimkan pakarnya dari PT Dirgantara.
> > Terima kasih atas waktunya,
> >
> > Made W
> >
> > > ----------
> > > From:         dwi yani[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > > Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> > > Sent:         Tuesday, November 05, 2002 2:03 PM
> > > To:   [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject:      [bali] Penting U/ Pak Gde Wisnaya
> > >
> > > <<File: bul1.txt>>
> > > --
> > > Tolong segera jawabannya.
> > >
> > >
> > > Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora
> > Web-Mail
> > > account at http://www.eudoramail.com
> > >
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> > Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> >
> >
> > ----------------------------------------------------------------------
> > ------
> >  Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah
> > masing-masing Rp 250.000 tunai
> >
> > ----------------------------------------------------------------------
> > ------
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> > Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> >
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


----------------------------------------------------------------------------
 Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 
250.000 tunai
 ----------------------------------------------------------------------------

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke