Kasus penjualan Indosat ini memang suatu hal yang biasa dalam bisnis internasional, dimana dalam proses privatisasi BUMN ( State Owned Enterprises or SOEs), Indosat akhirnya dibeli oleh perusahaan asing pada masa krisis moneter yang berkelanjutan ini. Wong, mereka yang banyak punya duit 'hard currency' saat ini. Masalahnya, mungkin yang perlu dipersoalkan, apakah proses penjualan tersebut sudah sesuai prosedur, fair, dan 'tidak ada udang dibalik batu'.
Kasus Ini mirip dengan cerita saya terdahulu tentang 'MCI Worldcom and AT&T'. Dulu Indosat adalah PMA, dan sekarang menjadi PMA. Jadi, kenapa kok risau ?
Di masa datang BUMN-BUMN ( SOEs ) yang lain juga akan menyusul dijual kepada PMDN dan PMA, termasuk PLN dan PT.Indonesia Power. Kalau begitu, ya jangan berikan ke istimewaan prilaku bisnis kepada PT.Indonesia Power, karena mengatas namakan BUMN. It is a business entity as usual. Kenapa kok BUMN yang lain juga akan dijual ?
Jawabannya, Pemerintah Republik Indonesia tercinta memerlukan duit banyak, terutama Hard Currency, karena hutangnya hampir mendekati PDB. Ekonomi Indonesia memang masih sakit parah. Lho, kapan sembuhnya nih ?
Indikatornya adalah sebagai berikut; Ekonomi Indonesia akan sembuh apabila (1) sebagian besar SOEs ( State Owned Enterprises) telah dimiliki oleh swasta asing atau swasta dalam negeri, (2) Bank-Bank Pemerintah juga dimiliki oleh swasta, kecuali BI. Ini adalah hal yang lumrah di seluruh dunia bagi negara-negara yang terlanda krisis moneter, dan akhirnya ekonominya mengarah ke ekonomi model barat, Ekonomi Pasar.
Perhatikanlah Ekonomi Cina Daratan ( RRC ) saat ini. SOEs dan Bank-bank Pemerintahnya juga sakit berat saat ini. Jadi, secara pelahan tapi pasti, mereka menjual SOEs-nya. So, the Communist Party of China the People Republik of China) is going to be colapse.
Is there any comment from your sides ?
Wassalam,
Sudarma
======================================================================
On Sat, 4 Jan 2003 05:47:28 +0930
"Gde Wisnaya Wisna" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hari ini Balipost memuat tentang gonjang-ganjing privatisasi Indosat,===================================================================================
berikut ini saya forward topik yang sama sekedar untuk menambah
perbendaharaan wawasan.
Salam
Gde Wisnaya
-----Original Message-----
From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, December 31, 2002 2:13 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [el77itb] Fw: [GENETIK@] Komedi Privatisasi Indosat
Ini yg lagi rame di Milis lain :-)
Begin forwarded message:
Date: Sun, 29 Dec 2002 21:52:18 -0700
From: Irwan Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [GENETIK@] Komedi Privatisasi Indosat
http://www.detik.com/peristiwa/2002/12/30/20021230-112158.shtml
Komedi Privatisasi Indosat
Oleh : Abdul Rahman
detikcom - Jakarta, Sesuatu yang menyedihkan seringkali jadi terasa
lucu. Kalau Anda menonton film komedi Roberto Benigni, Life is
Beautiful, Anda tentu tahu maksud saya. Atau mengikuti cerita-cerita
seputar privatisasi Indosat di bawah ini.
Indosat aset strategis? Lucu sekali
Selama Bulan Suci Ramadhan, ikuti Netkuis Ramadhan, Lomba Design E-Card, Opini Berhadiah hanya di www.plasa.com
===================================================================================
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
