Tadinya saya paling takut masuk neraka, itu sebabnya saya belajar jadi orang
baik-baik cuma belum berhasil. Semua orang tahu saya bekas orang baik-baik.
Tapi setelah tahu neraka di Indonesia, saya jadi ingin masuk neraka.Tapi
jangan lupa, masuklah neraka Indonesia sebelum PLTGU Pemaron belum dibangun.
Sebab kalau PLTGU Pemaron sudah selesai, tidak ada lagi pemadaman listrik,
kursi listrik akan berfungsi, masyarakat akan mendapat kesempatan
kerja,sehingga tidak ada lagi orang yang mencuri, paku-paku tidak akan
dicuri. Itu, Penerimaan Asli Daerah ( PAD ) akan meningkat karena IP akan
memberikan konstribusi dari hasil pejualan listrik, sehingga setan yang
mantan pegawai negeri akan tidak lagi datang hanya untuk absen lalu ke
kantin. Dan, neraka Indonesia akan berfungsi sebagaimana halnya neraka
Jerman dan Amerika. Barangkali, Lovina pun akan menjadi neraka. Hanya yang
saya khawatirkan, pemilik hotel, karyawan hotel, karena tidak ada tamu,
jatuh miskin, terpaksa mencuri paku  neraka, mencuri kabel listrik untuk
dijual, sehingga listrik lagi padam. Maka kembali neraka tidak berfunggi dan
kembali orang antri masuk neraka Indoensia. Rupanya demikianlah hidup ini.
SO WHAT CHOICE DO YOU HAVE?
Setidak-tidaknya kita masih bisa tertawa dengan lelucon neraka ini. Ingat,
nasihat nenek saya yang buta huruf bahwa : "LAUGHTER IS THE BEST MEDICINE".
Keep cheering up friends.
Cherio.
Nyoman Suwela
----- Original Message -----
From: "ketut.tejawibawa" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 23, 2003 10:50 AM
Subject: [bali] Mengintip neraka...humor doang.


>
>
>
>  Mengintip neraka...humor doang.
>
> Seorang warga Indonesia meninggal dan menuju ke neraka.  Di sana ia
> mendapatkan bahwa ada neraka yang berbeda-beda bagi tiap negara
> Pertama ia ke neraka orang Jerman dan berseru: "Kalian ngapain saja di
>  sini?"
> Ia dijawab: "Pertama-tama, kita didudukkan di atas kursi listrik
> selama satu jam. Lalu ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku
> selama  satu jam lagi. Lalu, setan Jerman muncul dan memecut kita
> sepanjang sisa  hari."
> Karena kedengarannya tidak menyenangkan, sang orang Indonesia menuju
> tempat lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS dan
> neraka Rusia, dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa kesemua
> neraka-neraka itu kurang-lebih mirip dengan neraka orang Jerman.
> Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia, dan melihat antrian
> panjang orang yang menunggu giliran untuk masuk.
>
> Dengan tercengang ia bertanya: "Apa yang dilakukan disini?"
> Ia memperoleh jawaban: "Pertama-tama, ada yang mendudukkan kita di
> atas kursi listrik selama satu jam. Lalu ada yang membaringkan kita di
> atas ranjang paku selama satu jam lagi. Lalu setan Indonesia muncul dan
> memecut kita selama sisa hari."
>
> "Tapi itu persis sama dengan neraka-neraka yang lain.Kenapa dong
> begitu  banyak orang ngantri untuk masuk sini?"
> "Disini pemeliharaan begitu buruknya, kursi listriknya nggak nyala,
> ada yang mencuri seluruh paku dari ranjang paku, dan setannya adalah
> mantan pegawai negeri, jadi ia cuma datang, tandatangan absen, lalu
> pergi ke kantin..."
>
>
>
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


----------------------------------------------------------------------------
 Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 
250.000 tunai
 ----------------------------------------------------------------------------

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke