Dear teman-teman,
dalam perkiraaan saya(imajinasi gitu..), sebenarnya
uang untuk PLTGU ini udah semakin habis. Jadi kalaupun
jadi di Pemaron, akan terlihat compang camping.Pasti
ada beberapa hal yang dikurangi (entah kualitas, entah
apa..). Kecuali ada gerakan besar2an untuk membatalkan
PLTGU pada saat mereka sudah setengah jalan, jadi ada
alasan untuk membatalkan (walau duit sudah
habis)karena tuntutan masyarakat. Setelah itu (karena
masyarakat menuntut) pak Bupati akan mengatakan bahwa,
karena tuntutan begitu besar maka beliau akan
mengikuti kehendak masyarakat. Jadi deh pahlawan.....

Nah, bagaimana kalau skenario itu kita sesuaikan
dengan maunya mereka2, asal ada biaya untuk demo (toh
juga sebenarnya diam2 mereka berharap...kita demo), 
biar batalnya karena alasan didemo (padahal duitnya
sudah semakin habis karena banyak yang malakin).
Kalau benar-benar seperti imajinasi saya, kayaknya
everybody happy. Kita senang PLTGU nggak di Pemaron
(emang sudah ada di kepala mereka), orang-orang yang
terlanjur minta duit aman, karena PLTGU batal oleh
demo, IP nggak kehilangan muka karena proyek jeleknya
nggak kelihatan jelek.
wah..kalau benar kayak imajinasi saya, perlu juga ada
tawar menawar untuk demo,minta dana berapa M gitu, 
terus kita beliin tong sampah, perbaikan terumbu
karang, bantuan bagi anak-anak sekolah, wah.....pasti
mereka bingung.....kok udah ketahuan ya...strategi
kita...? 
habis kalau nggak gitu, udah tahu nggak visible,
masyarakat banyak nentang, kok masih ngotot....? ada
apa ini? Kayaknya mau cari kambing hitam buat,
pembatalan PLTGU. Tapi nggak apa-apa dijadikan kambing
hitam, yang penting PLTGU nggak jadi....asyik juga
ya..?


sorry sedikit gila:
widi



--- Ngurah Ny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Dear LP3B,
> That is one of the characteristics of KKN. Because
> they wanted to get the money as soon as possible,
> they tried to finish the job as soon as they can.
> Sincerely, Ngurah
>  Suwela <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Hai friends, 
> Saya baca di harian Nusa bahwa Bapak Bupati Bagiada
> segera akan mengeluarkan surat keputusan sehingga IP
> segera bisa mulai membangun. Seangkan mengacu kepada
> hasil pertemuan dengan DPRD Bali disepakati untuk
> dibentuk"Tim Kecil". Waktu itu, Pemkab. Buleleng
> yang diwakili oleh Wakil Bupati dan IP sendiri juga
> menerima kesepakatan itu. Tim kecil belum terbentuk
> sudah dilansir berita.    Saya jadi bingung ini.
> Bagaimana pendapat teman-teman?Nyoman Suwela
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke