Membaca tulisan tsb dibawah dari Bpk. Bangsing, saya teringat apa yang kami masyarakat Tabanan khususnya alami pada waktu masalah "Bali Nirwana Resort / BNR" Tanah Lot. Masalah ini sangat mirip dengan masalah PLTGU Pemaron.
Kalau saya boleh menyampaikan masukan:
1. Tekanan moral masyarakat dengan intensitas yang meningkat.
Kalau Rekan-Rekan LP3B Singaraja tetap masih mengusahakan agar project
tsb batal, maka perlu perjuangan yang sangat berat, konsisten dan terus-menerus,
yaitu dengan meningkatkan tekanan msyarakat kepada Pemerintah Kab. Buleleng.
Intensitas tekanan tsb harus meningkat dari hari ke hari, terkoordinir
dan mengemuka.
Dari issue lokal dan daerah Singaraja menjadi issue daerah Bali dan
bahkan kalau bisa menjadi issue nasiona / internasional.
Tekanan melalui :
* Jalur masyarakat Pemaron & sekitarnya (dilengkapi pengumpulan
tanda tangan sampai ke level Kades)
* Jalus masyarakat Mahasiswa di Singaraja, Denpasar dan diluar Bali
* Jalur Tokoh masyarakat di Pemaron, Singaraja, Bali dan diluar Bali
* Jalur LSM
Kalau intensitas tekanan masyarakat tsb terkesan menurun sejak dilaksanakannya peletakan batu pertama, ini akan memberikan angin se-olah2 tidak ada hambatan lagi.
2. Tekanan formal / yuridis
Proses mem - PTUN - kan oknum Pemerintah dan oknum yang terkait lainnya,
harus dilakukan, untuk membuktikan penolakan masyarakat dan juga salah
satu usaha meningkatkan intensitas tekanan kepada Pemerintah.
* Lobi Pengurus LP3B(koordinator)bersama Pengurus masyarakat Pemaron
/ Singaraja, Kelompok masyarakat (hotel, dll) yang menolak PLTGU Pemaron
kepada DPRD Singaraja, DPRD Bali yg berkompeten, Sekwilda Bali dan Gubernur
Bali.
Demikian, "SELAMAT BERJUANG SEMOGA BERHASIL"
Wayan Sutika Ananta
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Ysh. Teman-teman anggota milis LP3BSaya terkejut membaca berita Bali Post berkenaan dengan acara peletakan
batu pertama pembangunan PLTGU Pemaron.
Ada satu hal yang perlu kita cermati bersama, yaitu bagaimana caranya
menganjal rencana pembangunan tersebut. Bila memang ingin membatalkannya,
rasanya perlu usaha yang besar. Langkah yang hendak diambil teman-teman
dengan mem-PTUN-kan pihak-pihak yang terlibat, saya nilai memang tepat.
Hanya saja, usaha melalui jalur hukum seperti itu, dikhawatirkan tidak akan
membuahkan hasil, jika tidak disertai tekanan yang besar dari masyarakat.
Nah, pertanyaan yang bisa diajukan, bagaimana caranya menggalang kekuatan
dari masyarakat, agar protes yang kita ajukan terdengar gaungnya.
Teman-teman LP3B perlu mengandeng LSM-LSM lain yang ada di Bali, tentunya
yang mempunyai missi yang kurang lebih sama. Apabila berjuang sendiri, nanti
khawatir kehabisan energi.
Kiranya segitu dulu dari saya, sampai jumpa.Om Shanti Shanti Shanti Om
Nyoman Bangsing--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
