Dear Teman-teman di PT. DI yang juga anggota milis ini, Berikut ini saya forward artikel tentang PT.DI. Dan juga bersamaan dengan berita hangat sekarang ini tentang PT.DI, kita jadi bertanya-tanya bagaimana nasib teman-teman kita yang bekerja di PT.DI. Barangkali ada yang bisa menceritakannya ?
Regards Gde Wisnaya ----- Original Message ----- From: "Nur Akbar Said" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, July 14, 2003 1:39 PM Subject: [lsde_lovers] Nasib PT Dirgantara, Saudara Kandung BPPT > Liputan6.com, Jakarta: Sebagai pendiri, B. J. Habibie > mengaku sedih melihat kondisi PT Industri Pesawat > Terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang menjadi > Dirgantara Indonesia (DI). "Saya sedih karena mereka > semua itu adalah asuhan saya, anak-anak intelektual > yang cinta Dirgantara," kata Habibie yang dihubungi > per telepon dari Kakerbeck, Jerman, oleh reporter > Rosianna Silalahi dalam Liputan 6 Petang di Jakarta, > Ahad (13/7). > > Namun, dia siap menyehatkan perusahaan industri > pesawat yang tengah ditimpa masalah keuangan itu. > "Saya bersedia memanfaatkan akumulasi pengalaman saya > dan sistem jaringan internasional, nasional, dan > regional untuk membereskan IPTN dengan suatu > persyaratan. Saya minta diberikan legitimasi supaya > jangan di tengah-tengah saya membereskan itu, > tiba-tiba secara politis atau apapun diganggu," kata > Habibie, bersemangat. > > Sebelumnya, beredar kabar bahwa keluarga Habibie > termasuk di antara investor yang bakal membeli Badan > Usaha Milik Negara tersebut [baca: Dirgantara > Indonesia Tutup]. "Pertama, keluarga saya tidak > memiliki dana untuk membeli," kata dia membantah. > Tapi, memang Habibie pernah mengusulkan pada Menteri > Riset dan Teknologi Hatta Radjasa, beberapa tokoh, dan > pimpinan DI untuk menyelesaikan persoalan yang > dihadapi produsen CN-235 dan N-250. itu. "Yang > dibutuhkan adalah orang yang telah memiliki pengalaman > begitu banyak," kata dia. > > Lebih jauh Habibie menekankan, legitimasi yang > dimaksud berupa pemberian saham golden share lima > persen. "Saham itu tidak dibenarkan saya jual untuk > menjadi uang. Saham itu hanya tanda untuk memberikan > legitimasi saya secara undang-undang bahwa saya > memiliki golden share dan memiliki veto untuk tiap > kebijakan dalam bidang apa saja di PT DI, harus > mendapatkan persetujuan dari saya," kata mantan > Menristek era Presiden Soeharto. > > "Kalau terjadi apa-apa dengan saya, karena makin hari > makin tua, tentunya harus diwarisi kepada anak-anak > saya. Ada dua anak kandung saya Ilham dan Tareq, dan > anak-anak intelektual yang banyak sekali di bumi > Indonesia," kata bekas Wakil Presiden itu. Singkat > kata, Habibie siap menyelamatkan Dirgantara. > "Menyehatkan kembali dan membereskan. Saya minta > diberikan perisai tidak diganggu secara politik," ujar > dia menutup dialog. > > Sementara itu, Direktur Utama PT DI Edwin Soedarmo > yang berada di Studio SCTV mengakui terlalu cepat > mengambil langkah perumahan karyawan dan penutupan > perusahaan. "Seharusnya dalam menyelesaikan program > tersebut, saya sebagai Dirut, seyogyanya > mengkonsultasikan dulu dengan Dewan Komisaris dan > pemegang saham. Lalu disosialisasikan kepada > karyawan," kata dia. > > Meski begitu, Edwin yang baru selesai mengikuti rapat > dengan Dewan Komisaris dan Direksi PT DI mengatakan, > rapat sepakat bahwa keputusan merumahkan karyawan > sebagai bagian dari program pengurangan karyawan > memang sesuai target. > > Rapat juga setuju untuk mengevaluasi kebijakan PT DI > secara kontinyu. Selanjutnya, dengan pengawasan > komisaris, manajemen perusahaan akan memodifikasi > keputusan tersebut berdasarkan hasil evaluasi. > Seandainya evaluasi menyebutkan perusahaan makin > sehat, para karyawan tentu bakal dipekerjakan kembali > sesuai kondisi perusahaan. "Permasalahan ini cukup > kompleks dan sulit. Karena itu, Dewan Komisaris akan > menggelar RUPS (rapat umum pemegang saham) dalam waktu > dekat," kata Edwin. > > Dia menjelaskan, keputusan merumahkan ini mau tidak > mau harus diambil sebagai wujud dari langkah > penghematan. Sejatinya, jika kebijakan merumahkan > karyawan sudah diberlakukan tapi PT DI tak kunjung > sehat, bisa jadi, suatu saat nanti akan dilakukan > rasionalisasi atau pemutusan hubungan kerja. > Menyangkut kewajiban perusahaan selama karyawan > dirumahkan enam bulan, Edwin mengatakan, PT DI akan > memberikan gaji penuh, kecuali uang makan dan > transpor. > > Dia menambahkan, kebijakan merumahkan karyawan adalah > untuk menyelamatkan perusahaan. Pasalnya, sejak > Januari 2003, pengeluaran PT DI sangat besar. Sudah > begitu, institusi ini juga tak memiliki modal untuk > mengerjakan pesanan tepat waktu. Per bulannya, Edwin > mengungkapkan, PT DI mengeluarkan biaya sekitar Rp 35 > miliar untuk operasional perusahaan, termasuk membayar > listrik yang mencapai Rp 2 miliar setiap bulan serta > air [baca: Dirut PT DI: Keputusan Itu Terpaksa > Diambil]. Lantas bagaimana dengan usulan Habibie untuk > menyelamatkan Dirgantara dengan syarat golden share > lima persen sekaligus hak veto? "Secara pribadi, saya > bisa menerima," kata dia.(SID) > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month! > http://sbc.yahoo.com > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> > Buy Ink Cartridges or Refill Kits for Your HP, Epson, Canon or Lexmark > Printer at Myinks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. > http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 > http://us.click.yahoo.com/sOykFB/k9VGAA/ySSFAA/MeeolB/TM > ---------------------------------------------------------------------~-> > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
