Yth pak Suwela, emang kebetulan saya langganan Nusa
dan Balipost, seru lihat pendukung PLTGU yang difoto
sedang makan nasi kotak, berdiri di sudut kanan ada
laki-laki dengan perut sangat buncit....bentuk
buncitnya, buncit kelas teri (emang ada kok buncit
keren). Saya langsung teringat dengan typical orang
seperti itu, biasanya dimana saja nongkrongnya. Dia
jelas penganggur yang sekarang tidak nganggur lagi.
Kerjanya ya...mendukung PLTGU. Saya, nggak tahu
kenapa...tiba2 teringat dengan para teman-teman
pejabat yang bernampilan elegan, rapi, tapi ternyata
kelasnya ya...seperti si perut buncit di koran itu.
Ih....norak banget, siapa sih dia??
Kolom alat-alat berat menganggur di Pemaron, begitu
baca....langsung saya "doain": "Bangkrutlah kau
Kontraktor dan Bertambahlah kekecewaanmu...kemudian
tinggalnya saja proyek itu". 

Widi


--- Suwela <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Teman-teman di Milis,
>    Dalam hidup ini barngkali ada manfaatnya kita
> melihat dari segi lain apa yang kita baca, dengar
> dan lihat, yang membuat kita tertawa. Dadong titiang
> yang buta huruf, pernah menasihati saya bahwa : (
> dalam bahasa asli beliau ) "laughter is the best
> medicine". Saya terus mengikuti milis ini, 
> disamping saya ikut menimba ilmu dari para pakar
> dari segala bidang ilmu, saya mencoba melihat dari
> sisi lain, mengikuti nasihat dadong titiang. Topik
> yang dibahas sangat menarik mulai dari lingkungan,
> PLTGU Pemaron, Cultural Heritage Conservation sampai
> ke wayang dan telapak raksasa. Menarik, kan? Saya
> sendiri, bukan seorang pakar, hanya pernah jadi PNS,
> dan sekarang sedang bermukim di Karawang sambil
> menyusun tesis : Komparasi goyang Karawang dan
> Inul.Siapa tahu bisa dapat gelar MGK ( Master of
> Goyang Karawang ). Pekerjaan sehari-hari sekarang
> ini adalah mandor bangunan.
>     Yang menarik hari ini, sehingga saya sebut JOKE
> OF TODAY, adalah berita Bali Post tanggal 16 Juli
> 2003, halaman mulai kolom 5 dengan judul:
> "Kontraktor PLTGU Protes, Alat Berat Nganggur". Pada
> bagian lain dari berita ini disebutkan : Bupati
> Bagiada mewakili Gubernur Bali juga sudah melakukan
> upacara peletakan batu pertama  empat bulan lalu,
> tepatnya 14 Maret 2003." ......."Setidaknya terdapat
> dua hal yang menyebabkan PLTGU Pemaron tak kunjung
> dimulai, yakni IMB yang belum keluar dan gugatan
> terhadap keputusan Bupati Bagiada mengenai proyek
> tersebut masih menjalani proses persidangan di PTUN
> Denpasar". Kalau kita kaitkan dengan berita lain
> bahwa pabrik pesawat udara ID ditutup lebih dari
> 9600 karyawan NGANGGUR. Dan sekarang pengangguran
> ditambah lagi dengan alat-alat berat PLTGU. Tapi di
> Pemaron sendiri Penganggur ( maksud saya petani
> anggur ) justru sedang panen. Konon kabarnya, waktu
> peletakan batu pertama justru Gubernur Bali ada di
> Singaraja, untuk tugas lain, kemudian oleh mass
> media, dikatakan sebagai ngacir ke Denpasar. Sebagai
> orang awam prosedur, saya jadi tambah bego, IMB yang
> menjadi wewenang Bupati belum keluar, kok Bupati
> meresmikan peletakan batu pertama? Kalau kakiang
> saya pernah mengajari di jaman Londo, kalau sudah
> ada upacara peletakan batu pertama berarti semua
> persyaratan perijinan sudah terpenuhi. Barangkali
> kakek saya yang salah, maklum beliau tuli dan buta
> huruf.
>     Masih dalam berita ini disebutkan juga bahwa
> "Massa yang mengenakan ikat kepala oranye
> bertuliskan "PLTGU Okey" ini menurutnya setuju
> dengan pembangunan listrik di Pemaron". Jadi
> ternyata  bukan hanya "RCTI yang OKE".
>     Ha ..ha .....ha bagaimana komentar rekan-rekan
> kita di Milis ini? Kalau anda tidak tertawa,
> barangkali anda perlu konsultasi ke psychiatrist.
>      Selamat tertawa.
> Nyoman Suwela
> 


__________________________________
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
http://sbc.yahoo.com

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke