Sdr.Gde Wisnaya, Apa alamat Sdr. berubah, ya. Kiriman saya ditolak? SALAM. Nengah sudja ----- Original Message ----- From: "nimade widiasari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, August 10, 2003 9:17 PM Subject: [bali] Re: Arab Dan Islam Radikal
> Saya kira kita samasekali tidak paham, tidak mempunyai > otoritas untuk mencampuri keyakinan sebagian orang > dengan jalan radikal. Tapi yang terpenting, jika di > negara ini atau di planet yang bernama Bumi ini, ada > keinginan untuk saling mendominasi (entah siapa > mendominasi siapa/entah Amerika, entah kelompok muslim > radikal; yang namanya bisa dikarang-karang: JI kek, JO > kek,..), apa tidak bisa berantemnya antar yang > berkepentingan saja. > > Bali ini nggak pernah ingin jadi musuhnya siapa2 kok, > kenapa harus dilakukan di Bali, buat menyakiti musuh > masing2??? > Mau berantem silahkan.....asal jangan di Bali, Bali > ini dijadikan tujuan wisata siapa saja kok. Bukan > cuman buat orang barat, orang Arab/kelompok muslim > manapun kalau mau berlibur di Bali, masyarakat Bali > pasti menyambut anda2 dengan senyum manis......, asal > jangan bawa BOM, bawa duit buat beli kerajianan > bolehlah. > Kami2 disini hanya "jualan", kalau kebetulan yang > datang kebanyakan orang barat, ya....khan bukan salah > orang Bali. Mana kita tahu siapa yang punya uang dan > lebih senang berlibur?? Pokoknya datang, ya..dilayani. > Kok bisa Amrozy dan teman2 mengatakan bahwa mereka > melakukan pengeboman di Bali untuk menyerang > kepentingan Amerika. Yang berkepentingan di Bali > ya...semua yang mau bisnis di Pariwisata dan > ikutannya. Mau dia dari arab, pekalongan, lombok, > belanda, amerika, australia,.....silahkan!! > > Widi > > > --- "Chepy R.Nasution" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apa hubungannya dengan masalah Bali?. > > Chepy Nasution > > > > -----Original Message----- > > From: yyy [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: 09 Agustus 2003 9:48 > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: [bali] Arab Dan Islam Radikal > > > > > > dari milis sebelah > > > > WNI Keturunan Arab dan Islam Radikal di Indonesia > > > > oleh He-Man > > > > Tragedi pemboman di Bali kembali memunculkan nama > > Abu Bakar Ba'asyr pemimpin Majelis Mujahiddin > > Indonesia > > yang oleh banyak negara dituding terlibat aksi-aksi > > terorisme di > > beberapa negara di Asia Tenggara. > > > > Dalam seminar "Arab dan Islam di Indonesia Dewasa > > Ini" > > yang diselengarakan PP Muhammadiyah padahari Rabu > > 9 Oktober 2002 , pimpinan NU dan Muhammadiyah > > menyatakan kekuatirannya akan aksi-aksi radikalisme > > Islam yang dipimpin oleh para WNI keturunan Arab di > > Indonesia , dari Laskar Jihad yang dipimpin Ja'far > > Umar Thalib, Front > > Pembela Islam (FPI) dipimpin Habib Rizieq Shihab, > > Majelis Mujahidin > > Indonesia dipimpin Abu Bakar Ba'asir, dan Jamaah > > Ikhwan al-Muslimin > > Indonesia dipimpin Habib Husein al Habshi. Pada masa > > lalu kita juga > > mengenal nama Abdullah Sungkar (alm) WNI keturunan > > Arab yang melakukan > > sejumlah aksi pemboman di Indonesia.Demikian juga > > gerakan tarbiyah yang > > dipimpin oleh wni keturunan Arab yang bermukim di > > Bogor. > > > > Begitu pula tokoh-tokoh kunci lapis kedua > > gerakan-gerakan Islam radikal > > di Indonesia pun mayoritasnya dipimpin oleh > > keturunan Arab atau orang > > Indonesia alumnus universitas Saudi Arabia , > > Presiden PK Hidayat Nur > > Wahid misalnya , demikian juga tokoh-tokoh lainnya > > seperti Ahmad Fais , > > Asmuni , Hambali , Aunur Rofiq Ghufran , Yazid Jawaz > > , Abu Haidar , > > Natsir Harist dll yang sebagiannya masuk dalam > > daftar hitam karena > > dicurigai terlibat dalam aksi-aksi terorisme. > > > > Kalau melihat sejarah pergerakan Islam di Indonesia > > , komunitas warga > > Arab sejak lama memang menganut sikap eksklusivme > > yang berlebihan , > > mereka menganggap ras mereka lebih unggul dari orang > > melayu .Pernikahan > > antara perempuan Arab dengan laki-laki pribumi > > sangat diharamkan .Dan > > dikalangan masyarakat Arab Indonesia sendiri terbagi > > dalam dua kelas > > yaitu kelas Sayyid (atau juga biasa dipanggil Habib > > ataupun Syarif) yang > > merupakan kelas "unggul" karena merupakan keturunan > > nabi , dan kelas > > "masaikh" atau kelas lebih rendah , pertarungan > > antar kelas ini > > menimbulkan friksi keras antar warga Arab , warga > > Arab dari kelas Sayyid > > mendirikan Jamiat'ul Kheir , sementara kelas Masaikh > > mendirikan Al > > Irsyad , dalam AD/ART Al Irsyad bahkan ditegaskan > > bahwa kaum Sayyid > > diharamkan untuk bergabung. Di kalangan para sayyid > > , pernikahan seorang > > sayyidah (perempuan > > sayyid) dengan non sayyid apalagi orang ajam/non > > Arab bisa berakhir > > dengan kematian. > > > > Pada masa kekuasaan Ottoman masih jaya , kawasan > > hejaz dan hadramaut > > bisa dikatakan sebagai wilayah tak bertuan , > > walaupun secara > > administratif berada dalam kekuasaan orang Turki > > Ottoman tapi kalangan > > Arab disana rata-rata memiliki angkatan perang > > sendiri yang seringkali > > saling berperang antar mereka sendiri , dan imbasnya > > juga terjadi di > > Indonesia.Perang antar klan ini sedikit demi sedikit > > mulai menghilang > > paska kejatuhan dinasti Turki Ottoman. > > > > Tapi pandangan yang menganggap ras Arab lebih unggul > > masih menghinggapi > > warga Arab di Indonesia.Masih sangat jarang terjadi > > pernikahan antara > > perempuan Arab dengan laki-laki ajam/non Arab. > > > > Paham Islam Radikal di Indonesia > > > > Paham Islam radikal di Indonesia sebagian besarnya > > berorientasi pada > > paham Wahaby/Salafy radikal di Timur > > Tengah.Gerakan-gerakan yang berdiri > > di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tokoh-tokoh > > ulama garis keras > > timur tengah , mereka yang menentukan hitam putihnya > > gerakan.Pemilihan > > para tokoh pimpinan kelompok-kelompok fundamentalis > > biasanya ditunjuk > > langsung dari pusat (timur tengah) bukan pilihan > > dari bawah , kaum > > fundamentalis dikenal sangat fanatik sehingga mereka > > akan 100 % menurut > > pada keinginan top leader mereka tanpa membantah . > > > > Inilah yang menyebabkan kenapa WNI keturunan Arab > > ataupun alumnus > > universitas di Saudi Arabia yang selalu menjadi > > pemimpin gerakan-gerakan > > fundamentalis di Indonesia. Paham yang mengunggulkan > > ras Arab sangat > > kentara dalam gerakan-gerakan fundamentalis di > > Indonesia. > > > > Paham Wahaby dikenal sangat radikal dan cenderung > > pada aksi-aksi > > kekerasan , sejarah wahaby adalah sejarah penuh > > darah dan peperangan , > > kaum wahaby dimana pun di dunia akan selalu berusaha > > menggunakan > > aksi-aksi kekerasan termasuk kepada sesama muslim > > demi mendapat > > kekuasaan.Dalam sejarah Indonesia , di Sumatera > > Barat aksi kekerasan > > kaum Wahaby yang menyebut dirinya kaum Paderi > > menimbulkan perang saudara > > yang kemudian akhirnya dimamfaatkan oleh pemerintah > > kolonial Belanda.Di > > Saudi Arabia sendiri kekuasaan kaum Wahaby disertai > > aksi teror terhadap > > kaum muslim penganut aliran sunni-al asy'ariyah yang > > bermazhab syafi'i > > dan maliki juga kaum syi'ah , demikian juga ketika > > kaum Taleban yang > > beraliran Wahaby berkuasa di Afghanistan , banyak > > warga Syi'ah yang > > menjadi korban pembantaian massal , begitu pula > > madrasah-madrasah kaum > > sunni-maturidy yang mayoritasnya bermazhab hanafi > > banyak yang > > dihancurkan > > > > Jadi aksi kekerasan dan teror memang sudah menjadi > > watak kaum wahaby , > > sehingga tidaklah terlalu mengherankan kalau kaum > > wahaby yang dipimpin > > oleh para WNI keturunan Arab di Indonesia pun sangat > > identik dan > > menyukai aksi-aksi teror dan kekerasan baik terhadap > > kaum non muslim > > maupun pada muslim sendiri yang berbeda aliran. Dua > > tersangka pemboman > > Bali yang bali ditangkap pun merupakan warga > > keturunan Arab yang > > bermukim di Solo.Solo dan Jogja merupakan pusat > > gerakan Wahaby/Salafy > > Indonesia yang berkiblat ke Saudi , selain juga > > Bogor yang merupakan > > basis kelompok Tarbiyah yang berkiblat pada Ikhwanul > > Muslimin Yordania > > (yang lebih radikal daripada IM Mesir) .Jadi > > tidaklah terlalu > > mengherankan kalau sejumlah negara Asing > > mengindikasikan Bogor , Solo > > dan Jogja sebagai basis teroris , bahkan sejumlah > > negara Barat sempat > > melarang warganya berkunjung kesana. > > > > Dari sini kita bisa melihat bahwa gerakan > > fundamentalis Islam Indonesia > > bukanlah gerakan lokal , tapi merupakan satu > > jaringan dengan gerakan > > fundamentalis islam dunia , dan peran WNI keturunan > > Arab sangat berperan > > besar dalam hal ini sebagai penghubung antara > > gerakan fundamentalis > > Islam di Indonesia dengan kelompok induk mereka di > > Timur Tengah > > > > > > -- > > > === message truncated === > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software > http://sitebuilder.yahoo.com > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
