Subject: Arab Dan Islam Radikal 2
> > PS : artikel ini pernah dimuat di koran Duta Masyarakat > > ================ > Fundamentalis Islam Indonesia > > oleh : He-Man > > Fenomena gerakan fundamentalis di Indonesia mulai > menarik perhatian para era reformasi.Kehadiran mereka > yang seakan-akan tiba-tiba mengejutkan sejumlah pihak. > Kemunculan mereka juga diikuti oleh kemunculan > gerakan-gerakan yang lebih radikal yang menggunakan > media kekerasan (bahkan terorisme) dalam aksi-aksinya > > Padahalgerakan fundamentalis di Indonesia sendiri sebetulnya > sudah berkembang sejak akhir tahun 70 an tapi keberadaannya > tersembunyi dan luput dari perhatian masyarakat.Hal ini disebabkan > karena gerakan fundamentalis Islam Indonesia sebagian > besarnya dibangun ala mafia dengan sistim sel terpisah , > dimana tiap sel walaupun merupakan satu kesatuan tidak > saling mengenal satu sama lainnya.Jadi tidak mengherankan > kalau bahkan para aktifisnya tidak mengenal organisasinya sendiri. > > Dalam tulisan ini akan diulas mengenai dua kelompok fundamentalis > terbesar di Indonesia > > Gerakan Tarbiyah > > Gerakan fundamentalis Islam terbesar di Indonesia adalah > Gerakan Tarbiyah yang bergerak melalui jaringan DKM kampus > dan remaja-remaja masjid.Pada mulanya gerakan ini cenderung moderat > hanya bergerak untuk meramaikan masjid dan membina para remaja , > tapi pada saat bersamaan gerakan ini juga membina secara > khusus sejumlah aktivis potensial yang direkrut dari masjid > masjid melalui kelompok-kelompok kecil yang dinamakan > usrah yang terdiri dari 8-12 anggota dan dipimpin oleh seorang > mursyid.Pada akhir tahun 80 an dan awal 90 an terjadi perubahan > besar pada gerakan ini dan pertentangan antara kelompok > yang menginginkan dakwah kultural dan tetap pada misi > pembinaan remaja termasuk remaja bermasalah dengan kelompok > yang menginginkan pola pencetakan kader-kader militan (dan > radikal) , pada akhirnya kelompok kedua lah yang menang , > kemenangan ini juga ditandai dengan perebutan kendali di > masjid Salman ITB pada tahun 1994. > > Kelompok ini di era reformasi bermetaforsoris menjadi partai > politik (Partai Keadilan) , gerakan mahasiswa (KAMMI) dan > gerakan perempuan (Salimah). > > Salam satu media penyebaran Ide-ide dan doktrin kelompok mereka > adalah melalui penterjemahan buku-buku karya pemimpin radikal > Timur Tengah tersebut.Salah satu penerbit buku radikal seperti > Gema Insani Press misalnya menjual buku-bukunya dengan > harga sangat murah , pada tahun 1990 harga buku-buku > terbitan penerbit ini dijual dengan harga antara 900 rupiah sampai > 5.500 rupiah saja , harga yang sangat terjangkau oleh kantong > mahasiswa dan pelajar yang pas-pasan.Hal ini cukup mengherankan > karena selain pada masa itu pemerintah sedang keras-kerasnya > menindak gerakan ekstrim kanan , penerbitan buku radikal > malahan marak di tanah air tanpa ada tindakan apapun dari > aparat . Selain itu dalam industri buku nasional sendiri mengalami > banyak masalah diantaranya adalah pajak dan PPn berganda yang > diterapkan pada industri buku nasional menyulitkan penerbit > menjual buku teritannya dengan murah.Tapi penerbit seperti > Gema Insani Press mampu menerbitkan buku dengan harga > sangat murah dengan kualitas sampul , kertas dan cetakan yang > sangat baik , penerbit buku lainnya misal seperti CV Diponegoro > yang juga menerbitkan buku-buku keislaman , mensiasati harga > dengan menurunkan mutu cetakan (sampul , jenis kertas , dan > penjilidannya) , Pustaka Mantiq yang juga menerbitkan buku-buku > dengan ukuran tidak jauh berbeda dengan GIP menjual bukunya > lebih mahal dengan mutu cetakan yang lebih rendah. Selain itu pada > masa itu terjadi tekanan pada penerbit maupun penulis buku-buku > keislaman , bahkan penulis populer seperti Hamka saja buku-bukunya > tiba-tiba menghilang pada tahun 90 an.Selain GIP yang rata-rata > menerbitkan buku-buku ideolog Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir , > penerbit fundamentalis lainnya yang cukup populer adalah Al Islahy > Press yang menerbitkan buku-buku ideolog IM Jordania dan > Rabbani Press yang menerbitkan buku-buku ideolog IM Timur > Tengah. > > Selain itu majalah berhaluan radikal Sabili mampu terbit dengan > jaringan pemasaran yang luas walaupun tanpa SIUPP dalam jangka > waktu yang cukup lama (1987-1994) padahal pada saat itu sebuah > media tanpa SIUPP merupakan sebuah keharaman dimana pihak > penerbitnya bisa berurusan dengan aparat keamanan.Dan > majalah ini juga berharga sangat murah hanya 600 rupiah saja > padahal media seperti ini sangat minim iklan alias hanya mengandalkan > omzet , padahal tidak akan mungkin sebuah media massa bisa hidup > dengan harga jual sangat murah tapi minim iklan . > > Melihat betapa murah dan mudahnya ditemukan buku-buku berhaluan > radikal pada era 80-90 an menimbulkan tanda tanya besar.Penerbitan > buku-buku seperti ini pasti memiliki backing yang sangat kuat dan > berpengaruh sehingga tidak terjamah tangan aparat , selain itu juga > pastilah didukung oleh sebuah lembaga fund yang sangat besar dan > kuat sehingga mampu membiayai dan mensubsidi penerbitan dan > penterjemahan buku-buku tersebut.Lembaga seperti ini tidak mungkin > 'organisasi induk' mereka di Timur Tengah karena mereka sendiri > mengalami kesulitan di negrinya , tidak mungkin juga negara-negara > petro dollar di Timur Tengah karena paham mereka dimusuhi > pemerintah negara-negara tersebut.Satu-satunya yang mungkin > adalah pemerintah sendiri apalagi dominasi buku-buku Islam radikal > pada era 80-90 an sangat tidak wajar sehingga tanpak jelas ada > tangan-tangan pemerintah yang bermain disini. > > Selain itu aksi penyeragaman pola kaderisasi di organisasi dakwah > kampus di Indonesia juga di organisasi-organisasi remaja masjid > berlangsung pada era dimana pemerintah bertindak represif terhadap > gerakan Islam garis keras.Jadi ada kesan bahwa pemerintahlah yang > sebetulnya dibelakang gerakan tarbiyah ini .Pola seperti ini sebetulnya > tidak aneh dan dipraktekkan oleh beberapa negara untuk mengontrol > gerakan-gerakan ekstrim.Melalui study kalangan intelejen di beberapa > negara , penumpasan jaringan ekstrim hanya akan menciptakan ketidak > stabilan karena akan menciptakan kelompok-kelompok baru yang > dengan struktur dan pola organisasi yang beragam dan berbeda > dengan sebelumnya sehingga akan lebih sulit untuk diatasi , karena itulah > pola penumpasan secara keras ini dirubah dengan strategi lunak > dimana kelompok-kelompok ekstrim tersebut dibiarkan tumbuh dan > berkembang bahkan dengan pesat tapi berada dalam kontrol > pemerintah . > > Kepemimpinan gerakan tarbiyah sendiri masih gelap.Siapa sebetulnya > ideolog dan pemimpin gerakan ini tidak diketahui bahkan oleh anggotanya > sendiri.Sebagian mengarah kepada bang Imad yang mempelopori > pola pembinaan remaja masjid , tapi gerakan ini tidak berpusat di > Bandung melainkan di Bogor terutama ketika periode pencetakan > kader-kader militan dengan memafaatkan kampus , aksi perebutan > kekuasaan di masjid Salman ITB tahun 1994 sendiri mendapat komando > dari Bogor melalui perantaraan gerombolan Batak.Di Bogor kampus IPB > saat ini bisa dikatakan dikuasai total oleh gerakan ini , kegiatan > "tidak islami" seperti musik diharamkan dilingkungan kampus , selain > itu stand Partai Keadilan selalu ada pada acara penerimaan mahasiswa > baru.Dan yang lebih menguatkan hal ini adalah penunjukkan K.H Didin > dari Bogor sebagai capres dari PK pada pemilu lalu.Selain itu tertangkapnya > Omar al Faruq yang bermukim di Bogor , menguatkan indikasi bahwa > Bogor dan Jogjakarta merupakan basis gerakan radikal Islam di Indonesia. > > Penunjukkan orang diluar Partai sebagai Capres ini juga menunjukkan > bahwa PK sebetulnya cuma alat , sementara tokoh-tokohnya tetap > bergerak diluar.Kader pimpinan partai ini cuma dipegang oleh kader > lapisan dua atau tiga dari gerakan bukan oleh para top leadernya . > Pada 'pengadilan' Nurcholis Madjid oleh gerakan radikal Islam di > Taman Ismail Marzuki desember 1993 , presiden PK saat ini yaitu > Hidayat Nur Wahid dikenalkan sebagai kader muda pergerakan > oleh tokoh dari DDII , ini menunjukkan bahwa kedudukannya > masih menjadi kader junior di lingkungan pergerakan dimana diatasnya > masih ada tokoh-tokoh yang lebih berpengaruh yang menyetir > pergerakan dari balik layar , bahkan bukan tidak mungkin bahwa > yang menyetir itu adalah orang yang berpengaruh pada masa > Orba melalui tangan-tangan intelejennya. > > Gerakan Salafy > > Gerakan Salafy atau gerakan Wahaby sebetulnya pernah muncul > di Indonesia pada abad 19.Di Minang Kabau kemunculan kelompok > ini menimbulkan perang terbuka dengan kalangan muslim lain > yang tidak sepaham yang dikenal dengan perang Paderi yang > kemudian dimamfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda. > > Paham ini dalam versinya yang lebih moderat dianut oleh ormas > keagamaan seperti Persatuan Islam (Persis) yang mempunyai > basis di Bangil dan Bandung. > > Pada pertengahan tahun 80 an , kelompok Wahaby radikal mulai > berkembang.Pada mulanya kelompok ini masih menyatu dengan > gerakan Tarbiyah , salah satu ideolog kelompok ini Abu Nida > dikenal juga sebagai tokoh gerakan Tarbiyah pada masa awal , > dan namanya juga sering muncul di majalah Sabili (versi lama) . > Beberapa tokoh Partai Keadilan sendiri seperti diketahui > beberapa diantaranya adalah alumnus Arab Saudi dan menganut > aliran ini. > > Pada awal 90 an , seiring dengan keretakan di tubuh gerakan > Tarbiyan , gerakan Salafy ini ikut memisahkan diri dari > gerakan Tarbiyah dan mendirikan gerakan tersendiri yang > lebih radikal.Tidak seperti kelompok Tarbiyah yang berbasis > di daerah Jawa Barat , kelompok ini mengambil basis di > Jogjakarta.Beberapa pesantren didirikan oleh kelompok ini > di sekitar Jogja dan Solo. > > Beberapa tokoh dan anggota Al Irsyad sebuah organisasi warga > keturunan Arab dari golonga masaikh/non sayyid kemudian juga > ikut menggabungkan diri.Seperti diketahui paham Wahaby/Salafy > ini menjadi mazhab resmi di Arab Saudi dan sejumlah negara > Teluk paska keruntuhan kerajaan Turki Ottoman. > > Paham Salafy/Wahaby ini menyandarkan pemikirannya pada paham > yang dianut oleh Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab . > Dalam perkembangannya radikalisme yang berkembang di lingkungan > kelompok ini akhirnya memancing keretakan dan konflik horizontal > diantara mereka sendiri. > > Dalam tradisi Wahaby dikenal sebuah budaya yang dinamakan mubahalah > atau saling melaknat diantara dua orang/kelompok yang saling berselisih. > Perbedaan pendapat di kalangan ini (bahkan yang kecil sekalipun) seringkali > diselesaikan dengan cara ini. > > Puncaknya terjadi pada pertengahan tahun 1995 ketika Ja'far Umar Thalib > bermubahalah dengan syaikh Syarif, dari pondok pesantren al Irsyad Tengaran > yang kemudian diikuti bermubahalahnya Ja'far dengan Abu Nida. > > Selain itu keretakan juga terjadi karena faktor ulama rujukan , antara > kelompok > Ja'far yang merujuk pada ulama Saudi dengan Yazid Jawaz yang merujuk pada > mazhab Kuwait. > > Seperti Tarbiyah , kelompok Salafy juga menerbitkan buku-buku (tapi > harganya relatif lebih mahal dari buku IM yang murah meriah) juga > majalah , majalah Salafy merupakan corong utama fraksi Ja'far.Tapi > selain itu kelompok ini secara militan juga menggunakan media rekaman > kaset ceramah/pidato tokoh-tokohnya yang disebarkan secara internal > dari tangan ke tangan (dalam lingkungan gerakan) sebagai metode dakwah. > Metode inilah yang sering digunakan untuk saling menjatuhkan antar imam > imam jama'ah mereka , persetruan Ja'far dan Yazid Jawaz diramaikan dengan > peredaran kaset hujatan ayah Ja'far kepada putranya secara bergeriliya > terutama di daerah Jawa Timur. > > Kelompok Ja'far dikemudian hari kemudian mendirikan Forum Komunikasi > Ahlus Sunnah wal Jama'ah (FKAWJ) yang terlibat aktif dalam konfik > berdarah di Maluku dan Poso (sulawesi). > > Penutup > > Selain dua kelompok diatas masih ada beberapa gerakan fundamentalis yang > berkembang di Indonesia seperti Hizbut Tahrir , NII , Majelis Mujahiddien > Indonesia (yang ditengarai punya hubungan dengan Al Qaeda) dll , kebanyakan > kelompok-kelompok ini mendompleng pola pembinaan ala Tarbiyah > yang diterapkan di mayoritas masjid-masjid kampus.Tapi yang pasti > seluruh gerakan fundamentalis ini punya hubungan dengan DDII (Dewan > Dakwah Islamiyah Indonesia) sebuah organisasi Islam radikal yang > merupakan kelanjutan dari Partai Masjumi yang dibubarkan pada masa > Soekarno karena terlibat dalam pemberontakan PRRI/Permesta.Tapi > lebih jauh ada ada indikasi keterlibatan samar militer , intelejen dan > penguasa rezim Orde Baru dalam pergerakan-pergerakan ini. > > Tapi yang pasti adalah kelompok-kelompok ini karena terjebak oleh > radikalismenya seringkali menimbulkan bentrok antar mereka sendiri > atau dengan kelompok lain.Kelompok-kelompok ini tidak memiliki > akar di Indonesia , mereka tidak memiliki hubungan dan keterkaitan > apapun dengan kelompok muslim lainnya terutama dengan NU dan > Muhammadiyah dua organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh > di Indonesia.Paham yang dianut mereka adalah paham cangkokan dari > ideolog-ideolog radikal Timur Tengah , hal inilah yang kemudian seringakli > menimbulkan frisksi antara mereka dengan kelompok muslim lain di > Indonesia.Media massa yang dikuasai kelompk fundamentalis seperti > Sabili, Suara Hidayatullah , Media Dakwah , Salafy dll seringkali > terjebak menjadi corong hujatan kasar dan maki-makian terhadap > organisasi Islam lain maupun lembaga-lembaga keislaman yang > berkembang di Indonesia.Iulah sebabnya kelompok macam ini > tidak begitu mendapat dukungan dari ummat muslim di Indonesia. > Partai berhaluan fundamentalis seperti Partai Keadilan pada pemilu > lalu hanya mampu memperoleh 1,3 % suara.Ini menunjukkan bahwa > kelompok-kelompok radikal semacam ini kurang mendapat simpati > dari masyarakat , bahkan sikap permusuhan mereka terhadap kelompok > muslim lain yang tidak sepaham akhirnya seringkali menimbulkan > reaksi balik yang merugikan mereka , seperti pembakaran masjid > As Salafy di Riau beberapa tahun lalu. > > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
