Yth teman2,
senang millis ini hidup lagi, ya...sesibuk-sibuknya
kita khan ada rasa kangen juga kontak dengan "Gang"
Buleleng. Hemat waktu, soalnya kalau mau makan ikan
bakar di Labuan Aji, nyari waktunya...susah..!
Terima kasih atas semua dukungannya, yang jelas
Buleleng adalah satu-satunya kabupaten yang paling
semangat meneruskan masalah sampah kepada segenap
lapisan masyarakat, emang paling parah juga sih. Habis
Bedugul (Pancasari)Saya sudah dikejar2 pemilik
Alamanda di tejakula untuk nginap barang 1-2 hari
dalam rangka CBD pengelolaan sampah juga. waktunya
yang susah....tapi saya pasti sisihkan waktu.
Saya juga termenung dengan pendapat adik kita Willy
dan juga Pak Bangsing. Dipikir-pikir, orang2
sekeliling kita yang ditokohkan kok banyak yang
bergaya "Preman" ya? Kayak trend gitu, kalau nggak
bergaya Preman, takut nggak ada yang
hormat.....he..he...ternyata kita memang
primitif..banget. Menghargai orang baru dari ototnya,
pantas dah....ketinggalan melulu.
Nah saya kira pak Wis yang patut dipuji sekarang (asal
jangan curiga, kalau kita saling puji...he..he...) Pak
Wis menularkan Art, Science dan Technology kepada
semua pihak dalam mengambil keputusan. 
Nah sekarang untuk membuktikan bahwa negara ini memang
cuman pura-pura berpikir buat masa depan generasi
berikutnya, hayo kita tunggu proses hukumnya:
1. Apakah Tomy Winata bersalah, atau yang tertindas
(busyet dah...)
2. Apakah Ngurah Manik Parasara (Cok Pemecutan)akan
dihukum atau dianggap "musibah" (he..he...senyumnya
terus merekah)
3. Kasus BNI akan dituntaskan (seperti Bom Bali) atau
dianggap "musibah" keuangan negara?? (emang kita ini
udah bakat miskin...ya..nanggung gaya hidup orang lain
yang harus tampil jadi "konglomerat" atau "orang
terhormat".
4. cucian...deh kita.....


Cheers : Widi


--- Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bangsing yang di Bandung,
> Sampun rawuh saking gumi turise ?
> 
> Ok, saya rasa ide anda menarik untuk dibahas, yaitu
> tentang meditasi. Bisa
> jadi meditasi memang dapat berfungsi untuk
> meningkatkan daya tahan seseorang
> terhadap perubahan yang dihadapinya. Tidak dapat
> dipungkiri, bahwa Bali
> sedang berubah, namun manusianya kelihatan belum
> siap menghadapi perubahan
> tersebut. Akhirnya terjadilah kebingungan yang luar
> biasa, yang tidak
> terselesaikan secara arif, dan kemudian bermuara
> pada antara lain kekerasan,
> kemarahan serta ketamakan pada sumber-sumber
> ekonomi.
> 
> Meditasi mungkin bisa memperlambat proses dari
> kebingungan menjadi
> konfrontasi, atau bahkan diharapkan bisa melebur
> kebingungan menjadi
> kesadaran.
> 
> Hari ini saya membaca di Radar Bali, bahwa dalam
> rangka Tumpek Landep
> kemarin (15/11/03) ada orang Bali yang membuatkan
> banten untuk mobil remote
> control yang lagi trendi sekarang ini. Pertanyaan
> saya adalah: apakah ini
> sebuah gejala kebingungan masyarakat ?
> 
> Namun kalau kita mau objektif, sebenarnya bukan
> hanya masyarakat Bali yang
> kebingungan akan perubahan jaman ini, tetapi juga
> masyarakat di luar Bali.
> Kita juga baca di koran bagaimana sebuah sekte di
> Bandung percaya dan
> menanti kiamat pada tanggal 10 nopember yang lalu.
> Kiamat untuk mereka
> memang akhirnya datang, ketika mereka diciduk oleh
> polisi dan diangkut
> dengan truk.
> 
> Saya kira masing-masing oranglah yang perlu
> menyiapkan diri menghadapi
> perubahan ini, jangan sampai kebingungan yang tidak
> dikelola dengan baik
> membawa dampak buruk untuk diri sendiri maupun
> masyarakat.
> 
> Rahajeng
> Wisnaya
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Nyoman Bangsing" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, November 16, 2003 2:58 PM
> Subject: [bali] Re: kasus bali akhir ini sebuah
> gejala perubahan
> sosio-kultur
> 
> 
> > Teman-teman LP3B ysh.
> >
> > Saya turut mengucapkan selamat buat Ibu Made
> Widiasari, semoga tetap
> > suntuk memikirkan lingkungan.
> > Menurut hemat saya, Ibu Made mesti bersyukur
> karena mempunyai kepekaan
> > yang belum tentu orang lain miliki. Tinggal
> bagaimana Ibu Made
> > memanfaatkan kelebihan yang dimiliki.
> >
> > Buat Gde Wisnaya, saya menilai sangat positif
> dengan kegiatan Pelatihan
> > Manajemen Konflik yang diadakan oleh LP3B. Rasanya
> Bali terutama Buleleng
> > memerlukan lebih dari itu. Mungkin ada baiknya
> bila LP3B memprakarsai
> > latihan Meditasi di Buleleng. LP3B bisa
> menghubungi Ibu Ketut Suryani.
> > Mudah-mudahan beliau masih mempunyai waktu untuk
> memberikan pelatihan di
> > Buleleng. LP3B juga bisa menghubungi orang lain,
> saya kira banyak yang
> > ahli meditasi di Bali. Kenapa perlu Meditasi ?
> > Saya menduga masyarakat Bali stress-nya tinggi,
> jadi perlu latihan yang
> > bisa mengkompensasi stress yang ada.
> > Kita lihat saja kasus desa Petandakan. Di Balipost
> juga saya baca ada
> > konflik intern di Puri Pemecutan, dan satu orang
> korban meninggal dunia.
> > Mungkin kita bisa mengajukan pertanyaan, kenapa
> masyrakat Bali semakin
> > beringas ? Kenapa gampang sekali pedang yang
> bicara ?
> > Perkiraan saya, komunikasi diantara sesama kita
> kurang baik, kesadaran
> > hukum masyarakat kita masih rendah, serta
> kemampuan memanage konflik di
> > kalangan kita masih kurang bagus.
> >
> > Ada satu hal yang perlu kita sadari bersama.
> Selama ini demikian banyak
> > pujian yang dialamatkan untuk orang Bali. Orang
> Bali baik, jujur, ramah,
> > toleran, Bali aman  dsb. Nampaknya kita mesti
> sadar, bahwa hal itu tidak
> > lain adalah image yang dibangun pihak luar untuk
> Bali. Tujuannya jelas
> untuk
> > kepentingan pariwisata, dimana pariwisata pada
> dasarnya menjual image.
> > Bila kita terlena dengan image yang dibangun pihak
> luar ini, maka
> > kita akan kebingungan, tidak habis pikir, kenapa
> terjadi kasus di desa
> > Petandakan, kenapa terjadi kasus seperti di Puri
> Pemecutan ?
> > Kita sebagai orang Bali mesti sadar, kita mesti
> lebih sering bercermin
> > diri. Jangan-jangan memang itulah wajah asli kita
> !
> > Selama ini kita hanya belajar satu bahasa yaitu
> bahasa kekerasan.
> >
> > Ngiring asapunika dumun, benjang pungkur malih
> wawanin.
> >
> > Salam sejahtera dari
> > Nyoman Bangsing
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators    : <mailto:
> [EMAIL PROTECTED]>
> > Berlangganan  : <mailto:
> [EMAIL PROTECTED]>
> > Henti Langgan : <mailto:
> [EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> --  
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> 
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto:
[EMAIL PROTECTED]>


__________________________________
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke