Yth pak Wirata, 
kami sebenarnya sangat pesimis dengan gaya2 proyek
kayak gini. Masyarakat nggak dididik untuk memisahkan
sampah, terus sampah yang tercampur akan diolah jadi
listrik katanya, dan transportasi sampah dari Tabanan
ke Denpasar, Badung-Denpasar dan Gianyar ke Denpasar
setiap hari akan tambah ruwet. 
Kami lebih senang dengan desentralisasi sampah, bukan
sentralisasi.
Ini mirip proyek Air Megumi Bali (Jembrana) yang saya
tentang sejak awal. Kita punya air baku (walau sejelek
apapun sedimentasinya), kok mereka pakai air laut??
Saya bingung apa membran Reverse Osmosisnya udah
diobral ya..? katanya mereka jual air tersebut murah
banget.
Eh...benar nggak lama kemudian, tipuan tersebut
terbukti. Ya...berani obral duit dulu...ntar kalau
udah habis biaya nipunya ya..berhenti. Toh...udah ada
yang lebih besar masuk kantong.
Pembangkit listrik yang bikin polusi didukung, yang
bersih ditakutin...ya...pengaruhi air danaulah...mata
airlah...(kita memang suka malas belajar teknologi
ya..., tapi karena hrs ngomong di depan
pers.....ya...ngomong aja yang "nggak jelas" yang
penting nggak malu ketahuan bodoh). Kasihan
deh..kita!!!!

cheers: Widi

--- Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Yth. Pak Gde,
> 
> Ada info baru nih,.... masak Bank Dunia ngasi
> bantuan.....katanya
> bantuan tapi masak tidak musti dibalikin /
> diangsur... ? apa hibah....?,
> kemudian dijadikan proyek dimana proyeknya yang
> dapat juga orang Luar
> Negeri.
> 
> Contoh di denpasar dapat proyek besar yang letaknya
> sekitar 3 km dari
> Denpasar untuk pengolahan sampah plus Incinerator,
> yang ngerjaiin
> sebagai pelindung memang PT dari RI, namun
> dibelakangnya dari Belanda
> dan Inggris.
> Tapi, sayangnya Pemda kita diajak jalan-jalan dulu
> ke LN dan beli
> oleh-oleh segala, sehingga proyek jadi lancar nih...
> walaupun proyeknya
> bule.
> Nah, kapan percayanya sama produk kita sendiri ...?
> 
> Mudah-mudahan, buat Kabupaten Buleleng tidak serupa
> sama Badung dan
> sekitarnya.
> 
> Kalau masalah Incinerator dan pembuatan pupuk dari
> sampah, kita tidak
> kalah jelek dengan bangsa luar, dan biayanya pun
> kurang dari setengah
> buatan LN., bahkan bisa cuma seperempatnya. Ya...h,
> nasib bangsa memang
> tetap menjadi bangsa tempe selamanya.
> 
> Made Wirata
> 
> 
> --  
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> 
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto:
[EMAIL PROTECTED]>


__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam
http://mail.yahoo.com


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke