Yth pak Eka Mardika, maaf mungkin saya jawab singkat dulu ya...capai banget nih..pulang dari luar kota. Kalau ternyata cadangan dalam Reservoar tidak cukup untuk waktu perencanaan, proyek ini tidak jalan. Tidak ada tekanan yang cukup, kalau bukan berasal dari uap di bawah cap rock tersebut. 10 psi aja, nggak bisa. karena sampai diatas si "uap" udah nggak ada nilainya, karena nggak cukup kuat untuk menggerakkan turbin. Intinya kalau tekanan tidak cukup bagus (reservoar tidak potensial), itu sumur ditutup. Untuk tahu ini (biar nggak buang2 duit), Makanya ada tes well dulu dibeberapa lokasi. Saya tidak tahu seberapa nekat orang Bali dalam sebuah "usaha". Tapi saya yakin, orang Bali tidak selalu lebih bodoh dari orang Bule. Malah seringan lebih pintar, cuman kita lebih sering minder dan malas belajar. Ok....mandi dulu...capai. Lain kali lagi ya....
cheers: Widi --- eka mardika <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear Pak Eka, > mungkin saya coba jawab sebisanya nggih, berdasarkan > apa yang saya pelajari, lihat (di Jawa barat) dan > tahu > tentang geothermal dan sedikit tentang Bedugul. > Pada dasarnya lama tahun produksi suatu PLTP tidak > akan menunggu reservoar habis. Jadi kalau > diperkirakan > Reservoar habis 100 tahun, maka ijinnya 30 tahun > misalnya. Sebenarnya reservoarnya nggak kayak kolam > dibawah sana (ribuan meter) tapi terperangkap dalam > di > sela2 bongkahan2 batu. > > >>> Yth. Ibu Widi, > Nggih tyang sedikit terbayang masalah itu, dalam > asumsi tyang saat kirim > email pertama kemaren uap air dalam reservoir itu > seperti gas dalam > balon yang senantiasa akan berusaha mendesak keluar > tapi tidak bisa > karena dihalangi oleh lapisan balon, dalam hal ini > adalah cap rock, > mohon dikoreksi kalau salah. > > suatu PLTP akan diketahui seberapa lama berproduksi > setelah diteliti besarnya Reservoar yang > terperangkap > dibawah Cap rock (batuan kedap air yang biasanya > tebalnya ribuan meter). Kalau nggak salah di bedugul > sekitar 1500 m tebal cap rocknya. > > >>> ini yang sebenarnya inti dari dari pertanyaan > saya yang pertama, > tyang terus terang ingin tahu berapa sebenarnya > cadangan reservoir yang > ada di Bedugul dan itu diprediksikan untuk berapa > lama operasinya..? > mungkin ini yang sebenarnya harus "dibuka" kepada > masyarakat, selain isu > lingkungan dan keuntungan dari segi ekonomisnya. > > Antara air danau dan air didalam reservoar sama > sekali > tidak ada hubungan, karena dibatasi oleh ribuan > meter > jenis batuan lain plus cap rock yang kedap air > tersebut diatas. > > >>> Nggih tyang mengerti, ini sama nggih dengan > asumsi tyang tentang > balon gas tadi? > > Cadangan uap didalam reservoar bukan diambil ataupun > berasal dari danau, sangat naif kalau uap yang > terbentuk disebabkan oleh air danau. itu bukan PLTPB > (pembangkit listrik tenaga panas bumi) namanya. > yang jelas yang dijadikan target profit dari suatu > proyek seperti ini adalah penghargaan CDM (Clean > Development Mechanism) yang merupakan kesepakatan > Protokol Kyoto bagi industri ramah lingkungan > (termasuk pembangkit listrik) dari negara-negara > maju > bagi negara berkembang. > > >>> Nggih teori niki juga tyang setuju, sebenarnya > pertanyaan tyang ".. > Bagimana kalau ternyata prediksi volume reservoir > meleset.." sehingga > mengakibatkan usia produksi akan lebih pendek dari > perkiraan, tentu akan > ada usaha "memperbaharui" kondisi tersebut sehingga > apa yang disebut > oleh orang ekonomi sebagai BEP (?) dan profit akan > tercapai. > > CDM juga bisa untuk hutan yang kita jaga, nanti > dihitung luasnya ketebalannya dan diperkirakan > karbon > kreditnya, lalu kita dibayar karena sudah menjaga > hutan. Uangnya bisa untuk mendidik masyarakat > sekitar > hutan agar lebih dapat menyayangi hutan. Informasi > CDM > (kebetulan saya penggemar yang ramah2) dapat dilihat > di http://www.uneprisoe.org > > PLTPB (Geothermal dapat CDM 100%) karena pengurangan > emisi udara. Artinya industri ini tidak bakar > sesuatu > misalnya fosil (batubara, solar, dll).Apalagi > manasin > air dari permukaan, wah...itu bukan PLTPB namanya. > penilaian CDM amat ketat, jadi kalau ingin PLTPB > Bedugul dapat CDM, maka harus melakukan mekanisme > yang > sesuai dengan aturan industri geothermal yang ramah > lingkungan. > > >>> tentang manasin air permukaan tyang dari dulu > pikir juga bukan > konsep PLTP, tapi "manasin air permukaan yang telah > diinjeksikan ke > reservoir" tentu mungkin khan? Disini terkait dengan > pertanyaan tyang > ".. apa makna renewable pada PLTP.." dan bilamana > serta bagaimana > (secara teori) hal itu diterapkan... > > Air danau dan air tanah dalam (air tanah yang > disebabkan karena keberadaan hutan dan > lain-lain(bukan > run off) maksimum berada pada kedalam sekitar 200m. > Kawasan sekitar kedalaman ini yang mempengaruhi mata > air, dan lain-lain. Bukan air yang berada > dibawahnya, > apalagi ribuan meter. > > >>> nggih betul, teorinya memang berkata demikian > > Biasanya Reservoar Geothermal tidak diisi oleh air > yang ada di daerah up flow (atasnya), karena > dibatasi > cap rock. Tetapi diisi secara perlahan dari air yang > diluar panutupan Cap rock. Setahu saya untuk > Bedugul, > Reservoar dipengaruhi oleh masuknya air laut secara > perlahan (bertahun-tahun)ke dalam reservoar. > Karena sistem Geothermal (PLTPB) adalah sistem > tertutup, dimana air dari uap yang sudah digunakan > disuntikkan kembali kedalam reservoar, dan uapnya > yang > bertekanan kembali diambil, jadi tidak ada yang > keluar > atau masuk dari luar sistem. > > >>> Nggih betul Ibu Widi, secara teori uap air dalam > reservoir datang > dari rembesan air laut dalam waktu yang lama (bukan > hanya tahunan, > ribuan tahun mungkin) yang kemudian dipanasi oleh > magma.. begitu tyang > tangkap teorinya. > Tapi dibalik itu, kembali ke perhitungan volume plus > konsep renewable, > masak kita harus menunggu ribuan tahun untuk > menunggu PLTP tersebut > dapat beroperasi kembali, jika kekhawatiran tyang > tentang volume > tersebut terjadi (mudah-mudahan saja tidak). Sekali > lagi ini berangkat > dari volume reservoir plus metode renewable... > Dalam suatu system tertutup apa tidak ada > kemungkinan akan hilangnya > "sesuatu", entah apa istilahnya secara teknis. Dan > kalau memang terjadi > bagaimana cara "mengisi sesuatu yang hilang" itu, > tentunya ini > diperlukan waktu yang cepat, tidak harus menunggu > rembesan air laut > nggih.. > > Mudah2an bisa menjawab kekhawatiran kita. Yang jelas > pembangkit listrik tenaga matahari, angin, ombak, > geothermal (PLTPB) dan segala yang renewable sedang > didorong untuk diterapkan. Kita tunggu adanya > investor2 lain dibidang pembangkit yang ramah > lingkungan. Mungkin matahari di Nusa Penida, dan > lain-lain. Oleh karena itu tidak ada Geothermal yang > tertutup informasinya (nggak boleh), saya dengar > dulu > sejarahnya agak bergaya top down, jadi udah salah > itu. > Memang semua orang harus tahu sedetail mungkin. > Mungkin itulah sebabnya sekarang dibuka secara umum > karena pemiliknya udah ganti menjadi oarng daerah, > salah satunya orang Bali. Makanya dibuka information > center, pameran di mall, ke sekolah-sekolah dan > lin-lain. > > >>> tyang garis bawahi, salah satunya orang Bali, > ini salah satu alasan > tyang "cerewet" untuk bertanya.. Alangkah tidak > nyamannya dan alangkah > kasihannya ada semeton Bali yang baru memulai > sebegai investor energy > kalau ternyata prediksi "umur PLTP" tersebut > meleset, tentunya banyak > kerugian terutama dari segi materi yang harus > ditanggung. Tapi memang > kata orang berbisnis itu penuh dengan resiko... :-) > > Tyang pernah disindir oleh salah satu professor tamu > tyang ".. Negaramu > ini termasuk lucu, negaramu dianugerahi tempat > dengan sumber energi yang > sangat melimpah.. matahari... tapi kenapa kamu > tidak bisa > memanfaatkannya secara optimal... Gedung-gedung dan > rumah dibuat dengan > bentuk yang tidak dapat menerima sinar secara > optimal, === message truncated === __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time. http://taxes.yahoo.com/filing.html -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
