Dear All
 
Kepedulian dari Jerman ini sangat bagus. Saya secara pribadi ingin memberikan alternative, untuk mempromosikan pembangkit skala kecil tapi effective karena dampaknya, yaitu "combined heat and power (CHP). Dampaknya bisa sampai dengan international standards (IEC, ISO, ITU). "Masalahnya" badan usaha CHP berupa KOPERASI atau yang menggambarkan union setempat dan otonomi daerah akan tetapi tetap mendukung operasinya PUBLIC electricity dan PRIVATE industry/ commercial boiler setempat sehingga ...ini yang paling menantang: timbullah "parallel and distributed systems".
Sehubungan dengan ini saya sedang mempromosikan Demand Side Planning sebagai cara yang paling defensif untuk membuktikan hal ini termasuk mendukung program "IMF" exit strategy mohon periksa www.indonesia-bern.org/Economic/Economic_policy_Package
Bayangkan dampaknya bisa sampai mendukung parallel development bagi Basel.
Sekali lagi terimakasih atas kepeduliannya.
 
Hormat saya
Tjahjokartiko
Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada rekan dari Jerman mengomentari PLTGU Pemaron.

Salam
GW

----- Original Message -----
From: tlengkey <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 01, 2004 5:59 AM
Subject: PLTU Pemaron


> Herrnburg, (Germany) 31.05.2004
>
> Sebelumnya ijinkanlah dahulu saya untuk memperkenalkan diri,
> Nama:. Thomas Lengkey Dipl-.Ing, lahir di Singaraja th 1964.
> Pengalaman saya dalam bidang pembangkit tenaga listrik, dapat saya sedikit
> utarakan pada waktu kami (KNG_Rostock) membangun pembangkit tenaga listrik
> dengan daya sekitar 500 MW pada th 1994, dengan menggunakan air laut
sebagai
> pendingin. Air Laut di Ostsee (Laut-Utara) ini kadar garamnya tidak
tinggi,
> walaupun demikian , air laut itu musti di Neutralisir sehingga air
> pendingin itu tidak lagi mengandung garam!Jika hal ini tidak diawasi maka
> saluran pipa air dari Ostsee sampai ke Turbin akan macet dan rusak dalam
> waktu yang singkat. Ini hanya salah satu contoh yang mungkin di Pemaron
> belum disosialisasikan.
>
> Jika seperti yang saya dengar dan baca, bahwa PLTU/PLTD di Pemaron akan
> menggunakan air Laut sebagai alat pendingin, maka saya katakan dengan
jelas
> bahwa ini hanya akan terwujud jika technologi yang dipergunakan sesui
dengan
> standard technologie yang aktuell. Apalagi kadar garam di daerah kita
cukup
> tinggi, jika dibandingkan dengan Ostsee. Dan jika memeng betul bahwa
> Generator/Turbin yang akan dipakai diPemaron sudah tua, maka hal ini akan
> mengundang banyak resiko terhadap lingkungan. Mohon perhatian dan
penelitian
> yang tinggi. Jika pengelolaan PLTU/PLTG diPemaron dengan keadaan
technologie
> yang seperti tertulis di BALI IN DANGER, maka sayapun dengan spontan
> mengatakan "tidak setuju", mengingat pengalaman dan resiko yang tinggi
> terhadap lingkungan!
>
> Dan pemikiran yang berikutnya, jika proyek ini diresmikan dan nantinya ada
> kerusakan yang mempengaruhi lingkungan hidup di daerah Pemaron dan
> sekitarnya, siapa yang mau bertanggung jawab?, UU atau pasal-pasal mana
yang
> bisa menjerat orang-orang yang mengelola Projekt ini? Saya setuju dengan
> pembangkit tenagalistrik yang akan dibangun, tetapi musti juga memikirkan
> okologie sekitarnya, termasuk masyarakar yang tinggal disekitarnya. Saya
> masih ingat bagaimana bisingnya PLTG di Mumbul/dibelakang Kantor Polisi
> dahulu.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>



--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

Kirim email ke