Ikutan ya, Soal sampah menyampah, kebetulan waktu kita punya Yayasan Wisnu (1993-2000) banyak sekali urusin soal sampah dari hulu sampai hilir.
Soal teknik mengolah sampah, adalah satu hal yang bisa kita tangani di level expert seperti yang ditulis di milist ini. Tapi yang lebih penting, understanding masyarakat soal sampah masih buruk sekali. Mereka masih menganggap itu bukan problem. Sedangkan kita yang koar-koar disini hanya sebagian sangat kecil dari mereka. Bulan lalu kami sempat membuat lomba mengarang tentang sampah untuk anak SD se Bali, bekerja sama dengan Bali Fokus dan Tabloid Lintang. Mereka hampir selalu menulis bahwa sampah itu harus dikumpulkan dan dibakar. Jadi, saya pikir kita harus temukan jalan keluarnya di kedua ujung. Salam saya dari La Biennale Di Venezia, Popo > Selamat sore Bapak Bapak, maaf saya agak lama bales email ini karena > internet disini sedang lamban. Rasa rasanya saya sudah kepingin ke Bali > menemui pejabat pejabat BAPPEDA minta sponsor untuk mengangkat isu ini > menjadi perhatian nasional dan internasional. Saya sendiri punya > kepentingan pada pengembangan ICT infrastructure apabila kerjasama menjadi > isu yang jelas. Mohon periksa saya sedang mengubah Private Cogeneration > menjadi Cooperative CHP didunia sana: > http://www.wsis-online.net/event/events-list?occur_in=futur > Silahkan dan selamat berkhayal dulu. Salah hormat: Tjahjokartiko > > > "AHM-PQE: Made Sudiana Meranggi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > selamat sore pak Tjahjokartiko dan pak Made Wirata, > saya tertarik dengan topik bapak karena saya juga melihat ternyata tanah > pertanian yang memakai urea menjadi keras dan kurang produktif pada > akhirnya disamping hewan yang hidup didaerah itu sebagai rantai makanan > alami menjadi terputus....secara detail saya kurang pahan materi ini, > namun saya punya teman yang menemukan aktivator mempercepat proses > komposing dari 3mingguan menjadi 10 harian murni memakai organik....proses > yang murah meriah dan tok cer tanpa polusi lingkungan. > sayangnya beliau itu tak aktif di mailing-list manapun dan selalu kerja > sorangan karena bila ditawarkan ide ini ke instansi ternyata sebelum go > head sudah dipelintir duluan.....maksud hati untuk berkarya untuk daerah > namun digrogoti duluan seperti itu. > karyanya sudah dipakai oleh ciwi, freeport,pemda bekasi.....coba kalau hal > ini benar-benar diaplikasikan tentu banyak uang yang bisa save. > > maaf bila saya menggangu diskusi bapak, > terima kasih. > msm > > > ----- Original Message ----- > From: Tjahjokartiko Gondokusumo > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, September 10, 2004 4:31 PM > Subject: [bali] Re: Fw: Re: Sampah > > > Masalahnya lebih besar dari sampah Pak Made Yth. Saya agak risih > menjelaskan ini. Apabila pemakaian pupuk urea menerus tanpa pengendalian, > tanah perkebunan kita bisa tersemen keras dan mati tidak cocok lagi buat > pertanian dan perkebunan. Memperbaikai tanah pertanian yang sudah rusak > akan membutuhkan waktu, biaya dan teknologi yang lebih serius. Jadi > masalahnya yang lebih serius adalah apa pengganti urea secara terkendali. > Mungkin Bapak lebih bisa memutuskan mana yang lebih prioritas pertanian > atau listrik. Apabila kedua duanya prioritas terpaksa Bapak harus > mempromosikan kerjasama sektor pertanian dan sektor energi. Pasti orang > orang ICT (information and communication technology) akan membantu kita. > Terimakasih atas kepedulian Bapak akan masalah ini. Salam hormat: > Tjahjokartiko > > Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Tjahjokartiko G > yth, > > Dengan adanya pengomposan di Jakarta berarti masalah sampah cepat > selesai, pertanyaan kami adalah, apakah 100% sampah bisa jadi kompos ? > (diluar logam, kaca, dan plastik?), dan seberapa besar kecepatan > pembuatan kompos dapat mengimbangi kecepatan produksi sampahnya misalnya > di Jakarta ? > > Trims atas infonya > Made W > >> ---------- >> From: Tjahjokartiko Gondokusumo[SMTP:[EMAIL PROTECTED] >> Reply To: [EMAIL PROTECTED] >> Sent: 10 September 2004 15:33 >> To: [EMAIL PROTECTED] >> Subject: [bali] Re: Fw: Re: Sampah >> >> Bapak Fabby Tumiwa Yth, yang sedang saya siapkan bagi Jakarta adalah >> adanya industri fertilizer/ kompos dengan bahan bakar natural gas. >> Nasehat yang ada adalah, kami harus menghindari pembakaran sampah >> karena sampah adalah bahan baku kompos. >> Sebagaimana kita ketahui pupuk kompos lebih ramah lingkungan dari pada >> urea. Industri kompos ini akan membutuhkan panas dan listrik. Semua >> boiler akan menggunakan natural gas biasa beli dari PGN. Listriknya ya >> dari PLN saja. Nanti juga ada teknologi CHP milik pekerja setempat >> akan tetapi harus kecil-kecilan saja hanya untuk menjaga integrasi dan >> pengukuran, sesuai SNI Keandalan Sistem Distribusi. Mudah mudahan saya >> tidak ada masalah dengan air baku nya. Demikian: Tjahjokartiko >> >> >> Fabby Tumiwa wrote: >> Maksudnya..pembangkit listrik bahan bakar sampah! >> >> ----- Original Message ----- >> From: "Fabby Tumiwa" >> To: >> Sent: Friday, September 10, 2004 2:31 PM >> Subject: [bali] Re: Fw: Re: Sampah >> >> >> > Rekan-rekan, >> > >> > Ada yang tahu teknologi pembangkit bahan bakar untuk sampah? >> Adakah yang >> > bisa memberi tahu referensinya. >> > >> > Terima kasih. >> > >> > Fabby >> > >> > >> > >> > >> > -- >> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. >> > >> > Publikasi : http://www.lp3b.or.id >> > Arsip : http://bali.lp3b.or.id >> > Moderators : >> > Berlangganan : >> > Henti Langgan : >> > >> > >> >> >> >> -- >> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. >> >> Publikasi : http://www.lp3b.or.id >> Arsip : http://bali.lp3b.or.id >> Moderators : >> Berlangganan : >> Henti Langgan : >> >> >> >> >> >> >> Do you Yahoo!? >> Yahoo! Mail Address AutoComplete >> > com/new_mail/static/ease.html> - You start. We finish. >> > > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : > Berlangganan : > Henti Langgan : > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone. > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
