Masalahnya lebih besar dari sampah Pak Made Yth. Saya agak risih menjelaskan ini. Apabila pemakaian pupuk urea menerus tanpa pengendalian, tanah perkebunan kita bisa tersemen keras dan mati tidak cocok lagi buat pertanian dan perkebunan. Memperbaikai tanah pertanian yang sudah rusak akan membutuhkan waktu, biaya dan teknologi yang lebih serius. Jadi masalahnya yang lebih serius adalah apa pengganti urea secara terkendali. Mungkin Bapak lebih bisa memutuskan mana yang lebih prioritas pertanian atau listrik. Apabila kedua duanya prioritas terpaksa Bapak harus mempromosikan kerjasama sektor pertanian dan sektor energi. Pasti orang orang ICT (information and communication technology) akan membantu kita. Terimakasih atas kepedulian Bapak akan masalah ini. Salam hormat: Tjahjokartiko

Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Tjahjokartiko G yth,

Dengan adanya pengomposan di Jakarta berarti masalah sampah cepat
selesai, pertanyaan kami adalah, apakah 100% sampah bisa jadi kompos ?
(diluar logam, kaca, dan plastik?), dan seberapa besar kecepatan
pembuatan kompos dapat mengimbangi kecepatan produksi sampahnya misalnya
di Jakarta ?

Trims atas infonya
Made W

> ----------
> From: Tjahjokartiko Gondokusumo[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: 10 September 2004 15:33
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [bali] Re: Fw: Re: Sampah
>
> Bapak Fabby Tumiwa Yth, yang sedang saya siapkan bagi Jakarta adalah
> adanya industri fertilizer/ kompos dengan bahan bakar natural gas.
> Nasehat yang ada adalah, kami harus menghindari pembakaran sampah
> karena sampah adalah bahan baku kompos.
> Sebagaimana kita ketahui pupuk kompos lebih ramah lingkungan dari pada
> urea. Industri kompos ini akan membutuhkan panas dan listrik. Semua
> boiler akan menggunakan natural gas biasa beli dari PGN. Listriknya ya
> dari PLN saja. Nanti juga ada teknologi CHP milik pekerja setempat
> akan tetapi harus kecil-kecilan saja hanya untuk menjaga integrasi dan
> pengukuran, sesuai SNI Keandalan Sistem Distribusi. Mudah mudahan saya
> tidak ada masalah dengan air baku nya. Demikian: Tjahjokartiko
>
>
> Fabby Tumiwa <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> Maksudnya..pembangkit listrik bahan bakar sampah!
>
> ----- Original Message -----
> From: "Fabby Tumiwa"
> To:
> Sent: Friday, September 10, 2004 2:31 PM
> Subject: [bali] Re: Fw: Re: Sampah
>
>
> > Rekan-rekan,
> >
> > Ada yang tahu teknologi pembangkit bahan bakar untuk sampah?
> Adakah yang
> > bisa memberi tahu referensinya.
> >
> > Terima kasih.
> >
> > Fabby
> >
> >
> >
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators :
> > Berlangganan :
> > Henti Langgan :
> >
> >
>
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators :
> Berlangganan :
> Henti Langgan :
>
>
>
>
>
>
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail Address AutoComplete
> > com/new_mail/static/ease.html> - You start. We finish.
>


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


Do you Yahoo!?
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.

Kirim email ke