Pak Gde apa khabar ? lama tidak saling info. Apa pembangunan di Buleleng masih atau selalu ada kontrol dan feedback LSM ?
Melihat infonya Pak Gde dibawah ini tidak terbayangkan bahwa polusi pantainya benar-benar terjadi sekarang, yang berarti saya tidak akan bisa berenang lagi dipantai sana, selain tourisnya jadi hilang. Bagaimana pendapatan pariwisata disekitar sana ? Berikut saya ada info atau semacam titipan dari investor, yg rasanya bukan bawa tambahan polusi lagi: Bagaimana prosedurnya kalau Swasta Nasional mau invest dan membangun beberapa pabrik di Buleleng ? misalnya temen kami punya beberapa rencana sbb: 1. mendirikan minihydro diantara Umajero dan gesing (memanfaatkan air sungai disitu) untuk kapasitas 3 x 160 kw. Hal ini misalnya bisa untuk suplay Gesing, Bengkel, Umejero,Munduk, sehingga tidak tergantung Listrik dari Pemaron atau Jawa. 2. mendirikan pabrik minyak Atzhiri dari bahan cengkeh, Nilam, Jahe sehingga petani Cengkeh disekitarnya langsung punya pasarnya, Petani alinnya bisa ikut budidaya Jahe dan Nilam 3. pabrik tepung kelapa, selama ini kami lihat yang di Lovina sudah tidak ada, jadi bisa dibangun kembali untuk meningkatkan pendapatan pajak di Buleleng Mungkin diantara Bapak dan Ibu ada yang bisa komentar / urun rembuk menjawab pertanyaan diatas ? Terima kasih atas informasinya Made Wirata > ---------- > From: Gde Wisnaya Wisna[SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: 22 September 2004 22:28 > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [bali] Re: [sos-bali] Re: Oil on Lovina Beach!!! > > Dear All, > Saya melihat langsung minyak hitam seperti yang > ditampilkan di foto-foto tersebut pada tanggal 18 > september, saya juga mengambil beberapa sampel minyak > tersebut dan sudah saya kantongi dalam tas kresek. Ketika > saya datang ke pantai tersebut pada siang hari, minyak > tersebut hitam encer dan baunya seperti minyak tir/aspal. > Salah seorang karyawan hotel sol lovina sudah mengambil > sampel minyak tersebut sehari sebelumnya sore hari dan > saat itu mengeras seperti aspal, berserakan begitu saja di > pantai mulai dari pantai di depan hotel Aneka ke Barat. > > Saya juga mewawancarai salah seorang penduduk yang tinggal > di pinggir pantai, bahwa kejadiannya tanggal 16 September > sore hari. Menurut dia, saat itu seluruh pantai di tempat > itu ditutupi dengan minyak tersebut ditambah lagi dengan > ikan-ikan yang mati. Karena disapu kembali oleh ombak, > maka hanya sisa-sisa minyak yang tersisa di pantai seperti > yang terlihat di foto-foto tersebut. > > Kejadian yang sama ditemukan di pantai tejakula, sekitar > 30 km di timur kota singaraja pada saat yang bersamaan, > dengan jenis minyak yang sama. > > Pertanyaannya adalah : Dari mana sumber minyak tsb ? Dari > PLTGU Pemaron, atau dari transportasi minyak solar untuk > PLTGU Pemaron atau dari tumpahan minyak karena sebuah > kapal pecah di lautan Bali Utara ? > > Pertanyaan ini agak sulit dijawab. Menurut penduduk tadi, > bahwa kejadian ini baru sekali ini terjadi di pantai > lovina. Kemudian dia menambahkan, bahwa angin yang bertiup > di lovina adalah angin Timur atau angin selatan. Jadi > sangat mungkin, bahwa minyak itu datang dari arah timur > hotel aneka. PLTGU Pemaron berlokasi di sebelah timur > hotel aneka, tetapi walaupun demikian kita tetap harus > berhati-hati untuk tidak cepat mengatakan bahwa tumpahan > minyak ini dari PLTGU Pemaron. Penyelidikan harus tetap > dilakukan lebih serius. Misalkan adakah kapal yang pecah > dalam beberapa hari terakhir ini di sekitar laut Bali > Utara ? Memang kita tahu, bahwa minyak HSD untuk PLTGU > Pemaron dibawa oleh sebuah kapal dari Manggis melewati > perairan utara, dan tentu saja melewati pantai Tulamben, > lalu tejakula dan berakhir di perairan Pemaron. Kita tahu > juga, bahwa sudah pernah sebuah kapal membawa minyak untuk > PLTGU Pemaron dan loading untuk mengisi tanki minyak PLTGU > Pemaron. Mungkinkah minyak tercecer dari kapal pembawa > minyak ini ? Kemungkinan ini terbuka mengingat ceceran > minyak juga ditemukan di pantai tejakula. > > Tapi warna minyak di pantai lovina adalah hitam, seperti > minyak yang sudah terpakai. Kita juga tahu, bahwa PLTGU > Pemaron pernah melakukan beberapa kali "run test", > walaupun selama ini mereka nampaknya belum beruntung, > karena informasi terakhir mengatakan bahwa sudu2 turbin > gas nya patah dan untuk memperbaikinya perlu waktu sekitar > 4 bulan. Lalu, mungkinkah sisa-sisa minyak "run test" ini > terbuang ke laut, kemudian terbawa angin Timur dan > akhirnya terdampar di pantai hotel aneka ? > > Banyak hal memang yang perlu dikaji, namun setidaknya, > kini sudah mulai ada minyak di pantai lovina, dan jika > dalam beberapa hari/bulan mendatang terulang, maka sudah > selayaknya mendapatkan perhatian kita semua. > > Salam > Gde Wisnaya > > > On Tue, 21 Sep 2004 14:58:09 +0700 > "Fabby Tumiwa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan-rekan, > > > > Akan sangat baik jika kasus ini didiskusikan di DPRD di > >Buleleng dan > > Provinsi Bali karena bagaimanapun Lovina adalah aset > >Bali. Untuk DPR di > > Jakarta, sekarang sudah mulai vakum dan pada siap-siap > >pindahan tetapi dari > > informasi yang saya dapat, katanya sub-komisi energi > >Komisi 8 > > merekomendasikan ke Komisi 8 untuk melanjutkan > >pengoperasian PLTGU Pemaron. > > Surat saya ke DPR yang terbaru sama sekali belum > >mendapat balasan. Kalau ada > > bukti pencemaran yang kuat, saya kira kawan-kawan media > >massa akan sangat > > tertarik. Kantor pemerintah juga sudah mulai sepi, > >setahu saya kabinet > > sekarang akan demisioner pada tanggal 10 Oktober 2004. > >Saran saya, mulailah > > di tingkat lokal sementara itu, kami yang di Jakarta > >dapat membawanya ke > > DPR dan instansi terkait lainnya setelah 20 Oktober > >2004. > > > > Salam, > >Fabby > > > > > > ----- Original Message ----- > >From: "nimade widiasari" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Tuesday, September 21, 2004 11:20 AM > > Subject: [sos-bali] Re: Oil on Lovina Beach!!! > > > > > >> Dear all, apa wartawan sudah tahu. > >> Apakah minyak itu benar dari PLTGU, supaya kita tidak > >> disikat duluan.Kalau sekitar Pemaron bagaimana? > >> > >> cheers > > > > > > > > > > -- > > Bali In Danger, a Mailing List for people who concern > >with Bali Island > > See <http://www.bali-in-danger.net> for further info. > > ============================================= > Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA > Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 > ============================================= > > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
