Mbak Viebeke, Selamat datang lagi, syukurlah bisa kembali dengan selamat dan sehat, sekalipun antara berangkat dan kembali terjadi peristiwa luar biasa di Bali, yaitu Bom Teroris untuk Bali untuk yang kedua. Sungguh, sebelumnya tidak pernah kita mampu bayangkan, bahwa akan meledak lagi Bom di Kuta (bahkan sekarang ditambah lagi di Jimbaran). Apakah ini buah dari kelemahan kita, kelemahan aparat keamanan, ataukah karma, yang jelas kita mengutuknya, karena begitu banyak korban orang2 yang tak berdosa : anak2, perempuan dan orang-tua. Dunia seperti apakah yang sedang kita hadapi ? Bom bunuh diri, orang siap mati demi kematian orang2 yang tak berdosa tsb. Kali ini kita berharap, bahwa inilah bom terakhir untuk Bali, Indonesia dan kemanusiaan.
Namun demikian hidup perlu jalan terus, karena BOM Bali II ini PR akan semakin menumpuk, sebab menyusul segera adalah turunnya occupancy rate, sedikitnya dollar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sepinya hotel dan restaurant, banyaknya PHK, meningkatnya pengangguran, meledaknya arus balik yaitu dari kota denpasar ke desa-desa. Persis akan terulang kejadian beruntun ketika Bom Bali I dulu. Sebuah data menunjukkan bahwa sejak th 2002 s.d 2004 terjadi tambahan penduduk di Buleleng, ini tentu antara lain disebabkan semakin banyaknya pekerja pariwisata yang berasal dari Buleleng kembali ke Buleleng. Ketika pengangguran meningkat, kriminalitas di desa meningkat, anak-anak sekolah banyak drop out dll. Masyarakat desa akan semakin terpuruk, dan barangkali akan banyak muncul wilayah-wilayah di Bali seperti Pedahan/Muntigunung dan Butiyang. Mudah2an akan ada banyak kepedulian untuk mereka, banyak yang mau sharing, dan ada program2 untuk masyarakat pedesaan. Sesuai dengan informasi Mbak Viebeke tentang Bugbug, saya sudah sampaikan kepada kepala sekolah TK disana, bahwa kurang lebih setelah hari raya Kuningan saya dan Mbak Viebeke akan kesana membawa kebutuhan elat-alat bermain TK mereka sebagai bantuan in-kind donatur yang Mbak Viebeke koordinir. Bagus juga kalau sekalian ke Pedahan / Muntigunung. Sementara Pak Armaja belum bisa saya hubungi karena saya nggak punya no hp dia, tetapi akan saya coba hubungi melalui kepala desa Les. Oya, baru-baru ini saya sempat bertemu dengan Pak Made Westra, sekkota Denpasar yang asal desa Les. Saya ceritakan program Mbak Viebeke disana, dan rupanya dia sudah sedikit mendengar. Dia sekaliwaktu ingin ikut bersama. Barangkali Mbak Viebeke bisa kontak dia untuk kita ajak naik ke dusun Butiyang. Untuk beasiswa anak2 Pertuni yang 5 orang sedang dipersiapkan. Mereka sedang sibuk mendata warganya. Kira-kira demikian, mungkin bisa cerita lebih banyak tentang pengalaman di Dhaka dll. salam gde wisnaya On 10/11/05, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > P Wis, > > Apa kabar? Wah waktu tanggal 1 saya berangkat ke Dhaka lewat Singapore - > tiba di airport Singapore untuk transit - dapat sms ada bom di Bali - > rasanya lemes banget. Tapi ya sudah terjadi mau apa lagi. > > Tiba di Dhaka - keluar dari airport walaupun tengah malam tapi serasa ada di > Pedahan/Muntigunung. Bayangkan saja deh sendiri. > > Tapi pengalaman besar ikut international civil society forum di sana - > kapan kapan ketemu banyak yang ingin share. > > Tanggal 7 ketemu dengan World Bank di Singapore - mereka launching > regulatory body - yang datang banyak negara juga. > > Di Indonesia sudah ada regulatory body untuk migas - tapi plat merah ya - di > biayai dan di kontrol oleh pemerintah, jadi tidak independen - cuma namanya > aja independen - seperti halnya yang lain juga. > > Sebelum pemerintah kita rubah paradigma dari regulatory body menjadi policy > maker ya kita akan terus begini saja. > > Mengenai program pendidikan kita - sesudah kuningan kebutuhan dari TK Bugbug > sudah siap untuk di kirim - jadi kita perlu kesana untuk serah terima. > Mungkin akan bersamaan dengan serah terima kebutuhan program beasiswa di > Pedahan/Muntigunung. > > Saya sudah terima proposal dari SMP terbuka namun masih harus ada dialog > mengenai keberlanjutan dari program ini, saya tidak terlalu yakin bisa > berlanjut kalau tidak ada komitment dari diknas di sana. > > Program makanan tambahan untuk sd 5 di Butiyang bisa jalan paling tidak 3 > bulan mendatang - kita perlu untuk kesana dan sekalian membuat profil desa > bersama dengan masyarakat disana juga sekalian melihat kemungkinan ekonomi > potential training. > > Kuta sepi sekali ya...... kita harus mulai dari nol lagi......... sabar dan > taqwa..... > > vieb > > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
