Mbak Viebeke dan Pak Ketut Astawa,
Saya bisa ikut bergabung bersama jika memang ada rencana kita untuk
mempromosikan lebih gencar energi alternatif dari tenaga surya, tenaga
air, angin dll. Sebelum saya ke Bali, memang saya juga menangani
bidang itu di BPPT, persisnya di UPT LSDE (Laboratorium Sumber Daya
Energi). Lembaga ini sekarang sudah berubah nama menjadi BBTE (Balai
Besar Teknologi Energi). Banyak teman-teman saya disana yang masih
aktif bekerja dibidang energi laternatif tsb. Jadi selain Pak Ketut,
kita ada beberapa referensi dan narasumber. Karena nergi surya ini
saya sempat keliling Indonesia untuk instalasi dan penelitian Solar
Home System 50 Wp (SHS), yang sekitar tahun 80'an digencarkan oleh Pak
Harto melalui Banpres. Ribuan SHS sudah terpasang di NTT, NTB, Maluku,
dll, tapi hanya di Bali belum ada, memang bisa dimaklumi, bahwa SHS
secara ekonomis dimungkinkan jika listrik PLN belum masuk, nah di Bali
seluruh sudut tempat sudah masuk listrik PLN.

Walaupun demikian, peluang untuk SHS di Bali tetap mungkin. Negara
Jermanpun menerapkan solar system untuk perumahan mereka, dan ini
didorong oleh subsidi negaranya.

Sementara itu, yang juga memungkinkan di Bali adalah pemanfaatan
tenaga air. Banyak sekali air terjun kecil-kecil yang potensial untuk
dibangkitkan energi listriknya, melalui Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro skala 1 KW keatas, dan ini bisa dimanfaatkan oleh penduduk
disekitarnya, shg mengurangi ketergantungan kepada PLN, dan ini
menguntungkan PLN karena PLN kemudian bisa menjual listrik kepada
pelanggan besar. Sejauh ini PLN kan sudah gagal memberikan daya 450 VA
kepada masyarakat miskin karena subsidi tidak ada.

Jadi, ayo kita mulai dengan langkah kecil. Di YBUL kita bisa
menghubungi Bu Yani maupun Pak Lolo Panggabean untuk upaya kita ini,
di BBTE kita bisa menghubungi Pak Agus Rusyana, di BPPT kita bisa
menghubungi Pak Rahmat Mulyadi, Pak Adjat Sudrajat, Pak Martin dll.

Mudah-mudahan bola ini menggelinding seperti bola salju.

salam
gde wisnaya

On 10/15/05, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Selamat Hari Raya Kuningan Teman Teman se milis dan P Ketut Astawa, masih
> di UK ya atau sudah pulang ke Bali?
>
>   Sewaktu civil society forum di Bangladesh saya kebetulan ketemu dengan
> salah satu anggota dari Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), Helianti
> Hilman, mungkin P Ketut kenal orangnya.  websitenya: www.ybul.or.id
>
>   Saya sudah tertarik sekali dengan solar cell ini sejak dulu tapi masih
> susah sekali ya untuk di aplikasi di Bali, nggak ngerti juga kenapa apa
> karena manja dengan adanya listrik langsung colok ada lampu jadi malas untuk
> mencari alternatif kecuali tiba tiba mati lampu baru mikir kesana.
>
>   Ada teman dari Yayasan Kayon, Agung Putra Diana yang secara terus menerus
> mencoba untuk mendalami solar cell ini dan malahan hari ini saya beli sepeda
> dinamo colar cell dari Surabaya melalui Agung.  Mau coba kampanye dulu deh
> untuk awareness and education purposes.
>
>   Bangsa kita masih terus nyalahin pemerintah nya belum sadar bahwa kita
> juga harus bekerja supaya pemerintahnya bisa kerja.  Jadi mungkin kita semua
> punya kewajiban untuk saling mengingatkan satu sama lain - karena memang
> sesungguhnyanya kehidupan itu kan interrelasi antara individu dengan
> individu lain atau dengan masyarakat...... menuju sustainability.  Tapi
> pengertian sustainability masih sebagai tujuan bukan process yang harus di
> kerjakan bersama sedikit demi sedikit setapak demi setapak menuju
> sustainability.
>
>   Waktu di Bangladesh pula saya bertemu dengan Dr. Herman Darnel Ibrahim,
> Direktur Transmisi dan Distribusi PLN.  Beliau ingin tahu lebih lanjut
> mengenai hal Geothermal yang di tolak di Bali padahal ramah lingkungan kan.
> Jawaban saya sesuai dengan pendapat saya saja : perlu yang ramah lingkungan
> yang sebenarnya, pakai potensi permukaan saja seperti tenaga surya, air,
> angin - tidak pakai galian yang spekulatif dan sosialisasi yang manipulatif
> - desentralisasi - jadi tidak boros pada distribusi - peka kultur - bisnis
> yang cerdas tidak arogan.
>
>   Tapi so what gitu lo kata orang.... hehehe
>
>   Tapi mungkin kita perlu untuk ketemu dengan orang orang pusat yang nggak
> tau sebenarnya apa yang terjadi di daerah.  Elit di daerah juga sibuk
> sendiri aja kalau bisa proses pembodohan masyarakat jalan terus saja -
> namanya juga kaum Orligarki.
>
>   Coba saya akan rembug dengan teman saya Agung dari Kayon dan coba buat
> proses kampanye nya - punya ide P Ketut????
>
>   vieb
>
>
>
>     ----- Original Message -----
>     From: ketut suka astawa
>     To: [EMAIL PROTECTED]
>     Sent: Sunday, October 02, 2005 6:38 AM
>     Subject: [sos-bali] Solar Cell sebagai Alternative Energy
>
>
>     Dear Rekan2 di forum ini,
>
>
>     Seperti kita ketahui Solar Cell sudah tidak awam lagi
>     di Indonesia, tapi pemakaian solar Cell sangat2 kecil
>     (hampir tdk ada). Padahal sebagai Tropical Country jam
>     penyinaran dan tingginya Irradiance matahri di
>     Indonesia sangat baik tapi kenapa pemerintah belum
>     perfikir kearah ini ???
>
>     kalau kita lihat Malaysia, Thailand, Philipina, India,
>     China sudah memiliki manucafture solar cell, wah ini
>     akan kembali menjadi kekgagalan ke dua setelah
>     HandPhone ?? meski kita sudah menguasai technologynya
>     tapi karena pemerintah terlambat, maka kita hanya
>     menjadi target Market ??? baca artikel pak Wilson
>     (staff ITB)
>
>     http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/20/naper/745160.htm
>
>     kalau kita lihat Jepang sebagai negara produsen solar
>     cell terbesar didunia, memberikan subsidi yg besar
>     pada solar cell di tahun 80-an kemudian terus
>     dikurangi sampai tahun 2003 yang baru lalu
>     pemerintahnya menarik semua subsidinya utk solar
>     cell.Tahun ini Jepang membuktikan ke pada dunia bahwa
>     warganya sangat
>     tergantung dgn solar cell sehingga meski tidak
>     disubsidi semua pabrik solar cellnya surplus.. artinya
>     Informasi dan pemahanam akan solar cell thd warganya
>     sangat tinggi, hal ini rupanya kita bisa tiru
>
>     saya yakin banyak cara, salah satunya kami mengundang
>     rekan2 di forum ini utk saling tukar pengalaman, dan
>     berdiskusi tentang solar cell, di alamat situs di bawah
>     ( pilih Solar Energy Indonesia )sekali lagi disini
>     Informasi tidak dari satu arah, kita sama2 mengemukakan pengalaman2 atau
> ide2 akan solar cell.
>
>     Any idea atau saran ??. ayo ..gabung..
>
>     http://www.geocities.com/k_astawa/Solar_Energy.html
>
>
>     Selamat berkarya dan salam sejahtera
>
>     ketut astawa
>
>     CREST (Center Renewable Energy System and Technology)
>     Loughborough University
>     Leicestershire
>     UK
>
>
>

--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke