Dear Gede, Apa khabar? Akhirnya saya merasa perlu menyampaikan beberapa hal. Penolakan harus kita lakukan atas dasar pemikiran 'strategis' pembangunan jangka panjang, berkelanjutan. Bali harus sdh berbicara dalam tatanan itu. Tidak banyak lagi yang bisa dipertaruhkan jika kita berbicara tentang lingkungan dan 'carrying capasity' Pemimpin harus piawai dan memiliki ketajaman berfikir dimensional. Dia harus pandai melihat dimensi2 yang ada dibalik pembangunan PROYEK GEOTHERMAL BEDUGUL itu. Tidak hanya sekedar UU tidak tentang menghormati kesepakatan, disini bahkan kata ramah lingkunganpun tidak lagi bisa dipakai karena memang Bali sudah harus menyikapi berbagaimacam kerusakan yang diakibatkan oleh KECEPATAN PEMBANGUNAN ( GROWTH) Permainan/ kasak kusuk untuk kepentingan sesaat atau pribadi demi tabungan hari tua, atau keselamatam jabatan tidak lagi boleh dilakukan apalagi oleh seorang pejabat. Begitu seringnya Dewa Brata bersemadi di hampir setiap pura diseluruh Bali, kenapa kepekaannya hilang? Kalau benar dia tidak merekomendasikan pemberhentian proyek!! Menurut para direktur yang ada di kementrian Energi. Gas Bumi itu jika digali akan habis hanya dalam kurun waktu 40 tahun. Kemudian gas Bumi dari Bali itu memiliki kwalitas sangat baik dan bukannya dipakai untuk mensuply listrik di Bali, tetapi akan dijual ke Singapur dan dengan harga murah. Ingat saudaraku, semeton Bali, sebanyak apapun kita menyumbang negara dana yang kembali tetap saja dalam bentuk DAU yang jumlahnya hanyalah 25% saja dari yang kita haturkan kepusat. Sekian akibat buruk yang terjadi di Bali baik dari aspek lingkungan maupun sosial dan spiritual, dari sebab pembangunan yang terlalu cepat dann bukan dalam kapasitas lokal, melainkan kepentingan nasional dan international, belum pernah di 'data' Pengorbanan lingkungan tidak boleh lagi terjadi. Seorang pemimpin harus berbicara atas dasar dan dalam tatanan strategis. 85 % ketergantungan yang kita miliki pada pariwisata telah menyebabkan Bali baik wilayah maupun ' insan' nya dalam posisi 'rawan' Saya sarankan, mari kita 'efektifkan' pembangunan pariwisata. Benahi berbagai kekurangannya terutama dalam pola bagi hasil hingga ke perundangannya. Jangan lupa !! kalau memilih pemimpin jangan sekedar baik budi, tetapi juga yang wawasannya jauh serta pembelaannya terhadap kepentingan kebenaran, dalam. Mari kita bangkit bersama, mengambil peran masing2 dalam keasatuan tujuan. Pembelaan terhadat perbaikan lingkungan hidup mulai dari ruang terdekat hingga yang lebih luas dan untuk kepentingan bersama. Selamat berjuang!!
Dayu Mas ----- Original Message ----- From: "Gde Wisnaya Wisna" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[email protected]> Sent: Wednesday, November 09, 2005 9:44 PM Subject: [bali] Fwd: Halo, Beli Wisnaya ? Masih semangat ? ---------- Forwarded message ---------- From: witarto adi <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon, 7 Nov 2005 18:13:11 -0800 (PST) Subject: [el77itb] Halo, Beli Wisnaya ? Masih semangat ? To: [email protected] Selasa, 08 November 2005 Pemerintah Pusat Tetap Lanjutkan PLTPB di Bedugul Nusa Dua, Kompas - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menegaskan pemerintah pusat tetap akan melanjutkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTPB di Bedugul, Bali. Purnomo menambahkan, pihaknya belum mendapat surat rekomendasi penghentian proyek tersebut dari Gubernur Bali Dewa Beratha. "Proyek ini merupakan kesepakatan antara PLN dan pengembang. Pengembang itu tahunya pemerintah adalah Pemerintah RI. Sedangkan proyek sudah mendapat persetujuan dari berbagai instansi, jadi meski pejabat instansi telah berganti hal itu tidak mengubah kesepakatan. Dan kita harus menghormati kesepakatan itu," kata Purnomo saat ditemui seusai pemaparan penggunaan alat pantau rute dan volume (APRV) bagi tangki pendistribusi minyak tanah di Nusa Dua, Bali, Senin (7/11). Bahkan Purnomo meyakinkan, saat ini proyek sudah ditingkatkan dari tahap eksplorasi menjadi tahap eksploitasi. Rencananya, untuk tahap eksploitasi awal itu diproyeksikan energi yang akan dihasilkan sekitar 10 megawatt. Dalam tahap pertama ini, proyek masih dalam skala kecil. Proyek dilanjutkan tidak semata-mata karena sudah ada kesepakatan yang ditandatangani berbagai pihak, namun juga disebabkan penggunaan panas bumi untuk menghasilkan energi listrik dinilai sebagai langkah yang ramah lingkungan. Untuk itulah, pemerintah tetap akan melanjutkan proyek tersebut. Sementara itu, untuk menangani adanya pertentangan dari beberapa pihak yang mengatasnamakan masyarakat Bali, Purnomo mengatakan telah melakukan pembicaraan dengan tokoh-tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat telah melakukan pembicaraan dengan masyarakat luas. Dengan demikian, diharapkan upaya membangun PLTPB di Bedugul dapat segera dilanjutkan. (AGN) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0511/08/ekonomi/2185888.htm __________________________________ Start your day with Yahoo! - Make it your home page! http://www.yahoo.com/r/hs -- Milis Internal Elektro-77 ITB Bandung - Indonesia Henti Langgan : Cepek dulu donk! Moderators : [EMAIL PROTECTED] Arsip : http://el77itb.bhaktiganesha.or.id Publikasi : http://pub.bhaktiganesha.or.id URL : http://www.bhaktiganesha.or.id -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
