salam hangat Ibu Dayu,
 
Saya yakin beli gede wis pasti semangat, pantang mundur. Api terus dia kobarkan untuk membela Bali, rakyat Bali dan tentu saja anak cucu kita ke depan.
 
Ibu Mas, apa kita masih punya seorang Gubernur ????? inilah bahayanya bila kita memilih pemimpin untuk masa jabatan ke dua. Ini pengalaman luar biasa. Hati-hati dengan pemimpin untuk periode II. kan begitu bli wis
 
Oh ya Ibu Dayu Mas, apa yang mungkin Ibu bisa lakukan di Jakarta, sebagai anggota BPD.... inilah yang perlu Ibu perjuangkan.
 
wasalam
 
wayan suardika

suabali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Gede,
Apa khabar? Akhirnya saya merasa perlu menyampaikan beberapa hal.
Penolakan harus kita lakukan atas dasar pemikiran 'strategis' pembangunan
jangka panjang, berkelanjutan. Bali harus sdh berbicara dalam tatanan itu.
Tidak banyak lagi yang bisa dipertaruhkan jika kita berbicara tentang
lingkungan dan 'carrying capasity' Pemimpin harus piawai dan memiliki
ketajaman berfikir dimensional. Dia harus pandai melihat dimensi2 yang ada
dibalik pembangunan PROYEK GEOTHERMAL BEDUGUL itu. Tidak hanya sekedar UU
tidak tentang menghormati kesepakatan, disini bahkan kata ramah
lingkunganpun tidak lagi bisa dipakai karena memang Bali sudah harus
menyikapi berbagaimacam kerusakan yang diakibatkan oleh KECEPATAN
PEMBANGUNAN ( GROWTH)
Permainan/ kasak kusuk untuk kepentingan sesaat atau pribadi demi tabungan
hari tua, atau keselamatam jabatan tidak lagi boleh dilakukan apalagi oleh
seorang pejabat. Begitu seringnya Dewa Brata bersemadi di hampir setiap pura
diseluruh Bali, kenapa kepekaannya hilang? Kalau benar dia tidak
merekomendasikan pemberhentian proyek!! Menurut para direktur yang ada di
kementrian Energi. Gas Bumi itu jika digali akan habis hanya dalam kurun
waktu 40 tahun. Kemudian gas Bumi dari Bali itu memiliki kwalitas sangat
baik dan bukannya dipakai untuk mensuply listrik di Bali, tetapi akan dijual
ke Singapur dan dengan harga murah. Ingat saudaraku, semeton Bali, sebanyak
apapun kita menyumbang negara dana yang kembali tetap saja dalam bentuk DAU
yang jumlahnya hanyalah 25% saja dari yang kita haturkan kepusat.
Sekian akibat buruk yang terjadi di Bali baik dari aspek lingkungan maupun
sosial dan spiritual, dari sebab pembangunan yang terlalu cepat dann bukan
dalam kapasitas lokal, melainkan kepentingan nasional dan international,
belum pernah di 'data'
Pengorbanan lingkungan tidak boleh lagi terjadi. Seorang pemimpin harus
berbicara atas dasar dan dalam tatanan strategis.
85 % ketergantungan yang kita miliki pada pariwisata telah menyebabkan Bali
baik wilayah maupun ' insan' nya dalam posisi 'rawan'
Saya sarankan, mari kita 'efektifkan' pembangunan pariwisata. Benahi
berbagai kekurangannya terutama dalam pola bagi hasil hingga ke
perundangannya. Jangan lupa !! kalau memilih pemimpin jangan sekedar baik
budi, tetapi juga yang wawasannya jauh serta pembelaannya terhadap
kepentingan kebenaran, dalam. Mari kita bangkit bersama, mengambil peran
masing2 dalam keasatuan tujuan. Pembelaan terhadat perbaikan lingkungan
hidup mulai dari ruang terdekat hingga yang lebih luas dan untuk kepentingan
bersama.
Selamat berjuang!!

Dayu Mas

----- Original Message -----
From: "Gde Wisnaya Wisna" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc:
Sent: Wednesday, November 09, 2005 9:44 PM
Subject: [bali] Fwd: Halo, Beli Wisnaya ? Masih semangat ?


---------- Forwarded message ----------
From: witarto adi <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, 7 Nov 2005 18:13:11 -0800 (PST)
Subject: [el77itb] Halo, Beli Wisnaya ? Masih semangat ?
To: [email protected]

Selasa, 08 November 2005

Pemerintah Pusat Tetap Lanjutkan PLTPB di Bedugul

Nusa Dua, Kompas - Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Purnomo Yusgiantoro menegaskan pemerintah
pusat tetap akan melanjutkan proyek pembangunan
pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTPB di
Bedugul, Bali. Purnomo menambahkan, pihaknya belum
mendapat surat rekomendasi penghentian proyek tersebut
dari Gubernur Bali Dewa Beratha.

"Proyek ini merupakan kesepakatan antara PLN dan
pengembang. Pengembang itu tahunya pemerintah adalah
Pemerintah RI. Sedangkan proyek sudah mendapat
persetujuan dari berbagai instansi, jadi meski pejabat
instansi telah berganti hal itu tidak mengubah
kesepakatan. Dan kita harus menghormati kesepakatan
itu," kata Purnomo saat ditemui seusai pemaparan
penggunaan alat pantau rute dan volume (APRV) bagi
tangki pendistribusi minyak tanah di Nusa Dua, Bali,
Senin (7/11).

Bahkan Purnomo meyakinkan, saat ini proyek sudah
ditingkatkan dari tahap eksplorasi menjadi tahap
eksploitasi. Rencananya, untuk tahap eksploitasi awal
itu diproyeksikan energi yang akan dihasilkan sekitar
10 megawatt. Dalam tahap pertama ini, proyek masih
dalam skala kecil.

Proyek dilanjutkan tidak semata-mata karena sudah ada
kesepakatan yang ditandatangani berbagai pihak, namun
juga disebabkan penggunaan panas bumi untuk
menghasilkan energi listrik dinilai sebagai langkah
yang ramah lingkungan. Untuk itulah, pemerintah tetap
akan melanjutkan proyek tersebut.

Sementara itu, untuk menangani adanya pertentangan
dari beberapa pihak yang mengatasnamakan masyarakat
Bali, Purnomo mengatakan telah melakukan pembicaraan
dengan tokoh-tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat telah
melakukan pembicaraan dengan masyarakat luas. Dengan
demikian, diharapkan upaya membangun PLTPB di Bedugul
dapat segera dilanjutkan. (AGN)

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0511/08/ekonomi/2185888.htm





__________________________________
Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
http://www.yahoo.com/r/hs

--
Milis Internal Elektro-77 ITB Bandung - Indonesia

Henti Langgan : Cepek dulu donk!
Moderators : [EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://el77itb.bhaktiganesha.or.id
Publikasi : http://pub.bhaktiganesha.or.id
URL : http://www.bhaktiganesha.or.id

--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :



--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

Kirim email ke