Pak Nengah Suparta, dan semeton sareng sami, Yth.
 
Menurut tiyang, bukan teknologi apa yang diperlukan, melainkan bisnis apa yang bisa dikembangkan di daerah bernama Singaraja atau Buleleng. Teknologinya bisa macam-macam - mulai dari yang lo-tech hingga hi-tech.
 
Sebagai startnya dalam pikiran saya (dan sesuai dengan akses kemampuan yang saya miliki saat ini) adalah bisnis perakitan. Kita bisa merakit sejumlah komponen menjadi suatu alat yang secara praktis dapat dijual/digunakan di Bali, atau digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis di Bali yang lebih besar, hingga akhirnya "jika kelebihan", bisa dijual ke luar Bali.
 
Contoh misalnya perakitan sistem security CCTV. Saya punya modelnya yang berbeda dengan yang di pasaran, sangat customized, sehingga dapat dijadikan sebagai "bukti hukum" yang sahih. Kita bisa rakit di Singaraja. Komponennya bisa didatangkan dari mana saja, termasuk dari Taiwan, China, dll. Bali memungkinkan akses lebih murah karena ada penerbangan Internasional langsung ke Bali. SDM-nya bisa dibina sehingga kalau nanti ada kerusakan sistem security CCTV, cepat bisa ditangani.
 
Contoh lainnya adalah perangkat salam "Om Suastisastu". Bagaimana caranya begitu seorang tamu masuk ke sebuah ruangan atau kamar hotel, langsung disapa dengan ucapan "Om Suastiastu". Sebuah layanan hospitality khas orang Bali.
Dan, suara yang menyapa itu adalah suara Bapak Gubernur Bali. Pak Gubernur berhak atas royalty "suara"-nya.
 
Contoh lain lagi adalah bahwa di Bali banyak sekali konvensi-konvensi internasional. Saya bisa buatkan animated fountain portable yang bisa diusung kesana kemari. Hiasannya, saya pikir sejawat seniman Bali bisa berkreasi. Selama konvensi juga bertebaran banyak display sign atau pamlet. Kita bisa buat display sign atau pamlet yang tidak ribet dan bikin pusing. Habis seminar sampah kertas ada dimana-mana, atau kita bawa kertas untuk kita buang di rumah atau lupakan. Bagaimana kalau kita buat dalam bentuk CD atau VCD? Tapi, lagi-lagi disentuh dengan nuansa "khas" Bali. 
 
Ketika teknologi "rakitan" itu sudah diterima di Bali yang sudah "terinternasionalisasi", maka produk-produk rakitan "khas Bali" juga akan menebar ke seantero Indonesia atau Bali. Nah, untuk itu tantangan yang harus diantisipasi adalah kemungkinan "pembajakan hak cipta, paten, desain, merk, indikasi geografis, dll". Nah, itulah yang sangat perlu dilindungi. Ketika aspek intelektualnya sudah terlindungi, Bali akan memiliki ekuitas tersendiri. Produknya boleh saja dibuat oleh mitra usaha di Papua, tetapi Bali tetap kaya karena memperoleh "royalty" atas perbuatan mitra Bali di Papua. Kebetulan juga saya sudah biasa "mengurus paten, dan hal-hal yang berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual".
 
Bisnis yang lain adalah software untuk kontrol sesuatu. Tegasnya, banyak banget! Dan semua ada di depan mata saya, di meja saya (seandainya anda bisa lihat).
 
Detailnya lebih lanjut, silakan hubungi tiyang. Tiyang akan berusaha bantu. Jika ada sejawat yang kebetulan dekat dengan "decision maker" di Bali, jangan sungkan untuk menyampaikan materi diskusi ini. Kita perlu membangun paradigma baru. Dari Pertanian ke Pariwisata, dan mestinya dari Pariwisata ke Intelektual (teknologi). Sumber daya manusianya kita banyak ada di luar Bali, rata-rata hebat......
 
Silakan cek website kami yang "seadanya": http://www.lppt.ugm.ac.id/imaging
 
Suksma,
 
Gede Bayu Suparta
Koordinator Grup Riset Fisika Citra FMIPA UGM
Kepala Bidang Layanan Litbang LPPT UGM


INS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Semeton,
 
Untuk bisa memulai ada baiknya Pak GBSuparta memberikan gambaran kira-kira tehnologi yg mana yg diantaranya paling oprasional di Buleleng. Operasional dalam arti biayanya paling minim, daerah Buleleng mendukung untuk itu, sumber daya manusia buleleng siap menerima tehnologi yg dimaksud, dan yg paling penting memberikan perbaikan kualitas hidup masyarakatnya. Jika memang kiranya oprasinal, kenapa tidak kita coba melakukan pendekatan dengan orang nomor satu di Buleleng. Pak Gede Wisna saya kira telah capable untuk mengorganisasikan hal ini.
 
Saya pernah bisik-bisik ke dinas budaya pariwisata tentang kemungkinan pengelolaan Lovina seperti dilakukan Singapore, yakni "memblok" sebagian pantai untuk pertunjukkan dolphin. Dolphinnya kan jadi landmark nya Lovina. Hanya katanya bagus untuk dipertimbangkan ke depan... :) Mudah-mudahan ke depannya tidak sampai abad depan aja... :)
 
Kalau "fontain" sebagaimana dikembangkan Singapore dgn KIKI sebagai tokoh cerita, mungkin perlu biaya yg relatif mahal. Sebenarnya sih "taman" yg di bangun di sebelah terminal sangket cocok dilengkapi fontain. Hanya...mampukah wisata seperti itu menarik pengunjung sehingga biaya oprasionalnya tercover? Perlu pengkajian lebih jauh tentang hal ini.
 
Best,
I Nengah Suparta
 


GBSuparta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Percepatan Pembangunan Buleleng - Singaraja? Setuju banget.
Sumber daya manusia bisa dididik - ada dana Bappenas yang nggak ada habisnya. :-)
 
Saya bisa bantu merencanakan sejak awal. Kami punya teknologi dan SDM sebagai "seed". Kami juga punya akses teknologi dan kapabilitas untuk melatih baik dalam bentuk short course, multi-course, dll. Saya juga punya "rumah" untuk disulap sebagai base-camp. Namun, harus disadari bahwa untuk itu semua perlu bantuan Pan Dana. pak Bupati Singaraja bisa nggak bantu ya....?
 
Investasi usaha berbasis teknologi potensial mendatangkan investasi (capital inflow), juga menghasilkan profit jika dijual ke luar (profit inflow). Multiplier effect: penciptaan lapangan kerja, produk spareparts, dan jasa-jasa turunan (termasuk packaging dan delivery). Bisnis teknologi biasanya bernuansa "beli mudah - adep maal".
 
Buleleng - dan Bali secara umum - sebaiknya mulai memberi alternatif tumbuhnya paradigma industrial. BaliCamp sudah merintis. Namun, industri software tidak cukup. Sejauh ini tampaknya orang luar Bali (luar negeri) lebih banyak mendapat manfaat. Software dan algoritmenya mungkin sudah tertanam di ponsel anda tanpa anda sadari. Sebaliknya, kita cuma memperoleh kucuran jasa tukangnya.  
Peradaban makin canggih membutuhkan sistem dan alat cerdas yang didalamnya memiliki unsur mekatronika dan software. Mulainya juga mudah - bisnis merakit! Berakit-rakit dahulu....... tenang-tenang kemudian.
 
Bisnis lainnya yang bagus dikembangkan adalah bisnis paten dan pengembangan hak kekayaan intelektual (HKI). Saya sudah mendaftarkan 7 paten teknologi, dan semuanya bisa dikelola sendiri dengan "budget kecil". Juga dapat membantu drafting aplikasi paten bidang teknologi.
 
Bali dikenal dengan banyak desain dan kreativitas. Hendaknya dilindungi dan diproteksi dengan hukum HKI ditambah dengan kandungan elemen teknologi. Seni ukir, lagu, lukis, patung, dll sudah banyak yang bisa. Tapi, akan sangat "special" kalau para seniman Bali dapat mengimplan "ciri"nya sebagai "signature" - sebagai quality assurance. barang bermutu bisa dijual eksklusif dan bernilai tinggi.
 
Secara fisik, di Singaraja bisa dibangun Airmancur Animasi (Animated Fountain) seperti di Jakarta, Singapura, dll. Tim kami di Yogya sedang menggodoknya untuk diimplementasikan di suatu tempat di Yogyakarta. Airmancur Animasi potensial menjadi atraksi ruang publik, sekaligus menyegarkan.
 
Nah, amonto malu. Apang sing med..... Liu ngetemel, Pan Dana sing ada - akhirne sama saja dengan SAAD (Sing Ada Apa De).  :=)
 
Matur suksma.
 
 
Gede Bayu Suparta
(Pelekadan Desa Banyumala, Singaraja)
HP: 081578057588
 
 


Tjahjokartiko Gondokusumo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

DH,

Mempercepat pembangunan???
Kami yakin bisa, asal SDM Perencana nya ada. Mohon
periksa: www.pusbindiklatren.bappenas.go.id

Yours in cooperation, Tjahjo-

--- Putu Wisma <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>
> Mengamati perkembangan pembangunan Bulleleng yang
> sedikit lamban dari kabupaten lainnya di Bali. Sudah
> saatnya kita warga Buleleng yang mencintai daerah
> ini
> untuk ikut serta memberikan sumbangan pemikiran
> dalam
> hal ini pengembangan sektor riil yang lebih
> produktif
> dan merang sang percepatan pembangunan Buleleng .
> Mungkin salah satu dari sektor itu yang bisa dilirik
> disamping penataan tata kota dan pertamannnya sudah
> semakin membaik, yang tak kalah pentingnmya adalah
> memaksimalkan daya tarik pelabuhan Buleleng sehingga
> nantinya bisa memperluas lapangan kerja bagi
> masyarakat Buleleng dan Bali pada umumnya .
> Pelabuhan
> Buleleng dari segi pembangunan sudah berjalan hanya
> saja jangan setengah setengah . Sebagaimana
> sebelumnya
> pernah diwacanakan oleh masyarakat kita yang sudah
> pernah kerja ke luar negeri adalah sangat perlu
> untuk
> pembenahan ke arah yang di tuju sehingga pembangunan
> tersebut bisa multi guna dan berhasil guna nantinya
> .
> Ini saya sarankan terkhusus kepada Bapak Bupati
> Buleleng untuk ditindak lanjuti . Di samping memang
> Lovina cukup potensial untuk itu . Jangan sampai
> istilah Bali " Cara nakep balang dadua " .
>
> Fokuskan pada satu hal kalau nantinya tidak berhasil
> itu semua fakta yang akan menjawab .
>
> Sekali lagi saya tegaskan kembangkan pelabuhan
> Buleleng untuk Pelabuhan Kapal Pesiar Transit
> sehingga
> menghasilkan Devisa yang besar bagi daerah kita
> sendiri . Jangan dengarkan suara suara sumbang yang
> negatif tentang perencanaan itu yang barangkali
> semunya belum tentu benar , khususnya yang
> mengatakan
> bahwa laut pelabuhan Buleleng sangat dangkal , dls.
> Kan Wisman bisa ke Bali khususnya ke Singaraja
> dengan
> Kapal Pesiar yang ada sekocinya . Merteka bisa turun
> lewat sekoci yang aman ...paling tidak daerah ini
> akan
> di kenal .
>
> Kalau boleh saya bandingkan singaraja tofografinya
> hampir sama dengan Hawaii . Jadi tidak ada yang tak
> mungkin. Tergantung dari kemauan kita ke arah itu .
>
> Penulis adalah :
> Putu Eka Wismaya
> Crew Kapal Pesiar NCL Limited
> Norwegian Star Hawaii - Los Angeles USA .
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi : http://www.lp3b.or.id
> Arsip : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators :
> Berlangganan :
> Henti Langgan : > [EMAIL PROTECTED]>
>



Ir. Tjahjokartiko Gondokusumo
National Planner

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral R.I.
Jalan HR Rasuna Said Blok X2 Kav 07-08 Jakarta 12950
Tel 6221 5225180
Fax 6221 5256064
HP: 08569887786

http://groups.yahoo.com/group/SemNasASET





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.



Kepalsuan
Bersumpah Tuhan di hati,Tapi, gelisah dan berlari, Cari Tuhan di lain negeri 
Berkotbah Tuhan melindungi, Tapi, gelisah dan berlari, Dengar bah di lain negeri 

Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1ยข/min.


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.

Kirim email ke