P Made S.M. yth,

Om Suastiastu,
perkenalkan nama saya Made Wirata yang saat ini masih tinggal di Bandung, namun 
sejak 
2004 ingin kembali ke Bali untuk mengikuti orang tua yang dr dulu memang 
petani, dan 
ingin membuat/ mengolah hasil pertaniannya sehingga jadi lebih menarik untuk 
dipasarkan. Beberapa kendala yg pernah kami hadapi (kami rasa pada umumnya pada 
akhir-
akhir ini) adalah sosialisasi ke masyarakat petani vs pemerintah. Petani tidak 
pernah 
mau merubah apa yg mereka sudah pernah tekuni, disisi lain pemerintah tidak 
gencar 
melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan para petani. Contoh hal yg 
saat ini 
di milist ini dibahas mengenai kompos/pupuk organik. Sbetulnya sampah-sampah di 
Bali 
kebanyakan organik karena banyak sisa dari pembuatan sesaji, namun tidak ada yg 
tau 
cara mengolahnya sehingga menjadi yang bermanfaat. Dengan smakin susahnya dan 
semakin 
mahalnya pupuk, dikampung saya biasanya setiap hektar lahan perkebunan naruh 
sapi 1 sd 
2 okor, kambing skitar 5 ekor, kemudian pagernya ditanamin rumput untuk sapi, 
penao/pembuat rimbun dari pohon sejenis lemtoro untuk kambing. Sisa-sisa 
makanan ternak 
dicacah, plus kotorannya yg sudah semingguan dicampur disuatu lubang, maka 
dapat 
dijadikan pupuk yg sangat bagus hasilnya.

Hal lain, menyinggung masalah minyak sereh yg bpk singgung dibawah ini, kami 
sempat 
menjajaginya, namun dikampung kami kurang cocok. setara dengan hal itu, kami 
telah coba 
budidaya daun nilam. th 2005 kami mencoba menanam daun nilam untuk bahan minyak 
atsiri. 
kami mencobanya di 5 tempat berbeda (beda temperatur, beda ketinggian mulai 
200m sd 
1000m)dan tidak menggagu tanaman produktif lainnya yg sudah ada. kami 
berkeinginan 
petani lain bisa mengikutinya, bibit kami berikan awalnya cuma-cuma, kalo 
berhasil 
bayar bertahap, sparo, 3/4, dst. kmudian kami buatkan pengolahannya/ 
penyulingannya, 
namun rasanya petaninya kurang minat meneruskan dengan macam-macam alasan, 
susahlah, 
hasilnya dikitlah, dsb. padahal kbanyakan mereka nganggur, lebih seneng ngojek 
yang 
belum tentu ada hasilnya. Ada sebagian yang seneng kerja di kota walaupun 
hasilnya cuma 
400-500rb/bulan, padahal habis buat kost dan makan, yang penting gengsi. Memang 
sekarang ini petani agak beda dengan yg pernah kamu tau sejak waktu kecil dulu.

Mendatang kami ingin juga kembangkan jarak pagar untuk minyak diesel, 
gara-garanya 
salah satu petani yang kami suruh nanam nilam di Cempage kurang berhasil karena 
panas 
dan kurang air, tetapi rasanya setelah kami amati daerah tersebut bagus untuk 
jarak 
pagar, juga daerah kering lainnya di barat seririt. saat ini sudah mencoba 
dengan 
anggota DPRD/ Ketua Skoci untuk daerah Karang asem, target bisa menggalang 
skitar 1500-
2000ha. Bibit unggul belum begitu banyak, dan pengolahannya sedang dalam proses 
investor, mengingat keuangan. Gimana dengan Buleleng?

Demikian dulu skedar info, mudah-mudahan ada gunanya, dan barangkali bisa ikut 
memajukan pertanian kita di Buleleng selain pertumbuhan ekonominya di Kota.

Hormat kami 
Made W


--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: "MSM" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tue, 19 Jun 2007 11:01:45 +0700
Subject: [bali] Re: [RE]Re: kompos organik mudah olah dan murah.

> om swastyastu,
> 
> maafkan saya bila saya telat balas, atau malah belum sempat dibaca, karena 
> hari2 terakhir ini komputer saya lagi di set ulang (vista nya saya ganti ke 
> xp 
> lagi).
> 
> saya masih semangat untuk menolong bali, mungkin lebih tepat bareng2 membuat 
> jaringan ...hingga kita bisa saling membantu untuk memajukan bali....entahlah 
> dari sisi mana yang kita anggap bisa sedkit kontribusi.
> 
> kadang kita perlu keras dan berontak, kadang pula kita perlu lembut untuk 
> meredam gejolak yang ada. semoga saya diijinkan untuk bisa terus semangat.
> 
> pikiran saya:
> menolong bali/memberdayakan bali identik dengan membuat akses agar ekonomi 
> bali bergeliat, mulai dari akar rumput hingga ke penguasa yang punya sistem. 
> beberapa bupati adalah teman kita/paling tidak pernah dekat dengan kita baik 
> langsung maupun tak langsung, modal seperti ini membuat komunikasi akan lebih 
> bisa dilakukan.
> 
> saat ini kami sedang penjajagan untuk ke arah sana, ....
> yang saya masih perlu bantuan adalah jaringan yang bisa saling isi dengan 
> sportif dan terbuka, bukan hanya melihat uang semata, namun action yang 
> berlandaskan ekonomi untuk rakyat.
> 
> misalnya, pembuatan minyak sereh, yang diolah menjadi additive motor bakar 
> bensin/solar yang ramah lingkungan., ada pengolahan lahan dengan pupuk yang 
> ramah lingkungan, ada pemberdayaan umat untuk membuat penyulingan, ada 
> pemasaran, ada pemakai product dll.
> 
> ada jaringan ke pusat supermarket untuk pemasaran dengan level qualitas 
> product tertentu, ada peternakan dengan pakan alami namun nutrisi tinggi,
>  masih banyak ilmu terapan berbiaya rendah namun product berkwalitas tinggi, 
> ada penghargaan yang selaras dan sepadan terhadap hasil kerja para peneliti 
> dsb.
> 
> bagaimana caranya untuk membangkitkan ini?
> adakah bapak2/ibu disini yang punya pengalaman?
> 
> semoga saya tak hanya bicara lewat tulisan.
> semoga kita diijinkan untuk bisa saling melayani.
> 
> shantih,
> msm
> kompak selalu (walau kita belum ketemu, semoga ada tenaga untuk bisa saling 
> percaya dan kerjasama). salam hormat tyang untuk pak wijaya.....sampai ketemu 
> di center denpasar....sekitar kuningan nanti.
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: ngurah beni setiawan 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, June 19, 2007 6:47 AM
>   Subject: [bali] [RE]Re: kompos organik mudah olah dan murah.
> 
>         Om Suastiastu...
> 
>         Wah..enaknya datang ke kantor pagi-pagi gini bisa cek milis sambil 
> denger Puja Tri Sandhya atau widi widiana disamping juga simple plan..hehe..
> 
>         ## Bli Suparta
> 
>         salam kenal Bli (Btw, nama Bli sama dengan nama sahabat tyang kadek 
> suparta yang sekarang di KL).
> 
>         Tyang ingat kalo dulu pernah ngobrol2 dengan bapak Tyang tentang 
> pupuk 
> organik, karena kebetulan beliau orang peternakan di jembrana. bukan hal ini 
> 'masalah' atau 'tidak masalah', Tyang justru setuju dengan ide Bli Meranggi.
> 
>         Mereka kan sekarang sedang mengembangkan pertanian yang ber-siklus 
> (beh, Tyang lupa istilah yang beliau bilang). contohnya ya Biogas dari 
> kotoran 
> sapi yang langsung ditampung untuk masak dan ampasnya untuk pupuk kandang. 
> ternyata hal itu bukan hal mudah loh...dan tentunya, sangat membantu disaat 
> BBM mahal (tapi Tyang berharap harga minyak tinggi ajalah...hehehe)
> 
>         ## Bli Meranggi
> 
>         begitulah Bli...sekelumit dari Bapak Tyang...ide yang cemerlang.
> 
>         Pak Wijaya yang Bli maksud Pak Wijaya Kusuma?? hehehe...kebetulan 
> Tyang masih semeton..iya nih, Bli Suma belum tampak juga..
> 
>         Rahajeng,
> 
>         Ngurah Beni Setiawan
>         http://ngurah-setiawan.blogspot.com
> 
>           ---------[ Received Mail Content ]----------
>           Subject : [bali] Re: kompos organik mudah olah dan murah.
>           Date : Mon, 18 Jun 2007 04:02:38 -0700 (PDT)
>           From : GBSuparta <[EMAIL PROTECTED]>
>           To : [email protected]
> 
>           Pak Made Meranggi, Yth
> 
>           Ampura tityang, boya meragukan keinginan dan niat Bapak "menolong" 
> petani Bali.           Titiang pikir, petani Bali tidak punya masalah soal 
> pupuk organik. Sudah tidak banyak petani yang mau bertani di Bali. Kalau pun 
> mau bertani, lebih cenderung sebagai sambilan. Hal itu juga melanda di 
> berbagai daerah. Istilah mereka ada "musim tanam". Selewat atau sebelum musim 
> itu mereka bekerja yang lain. Rutinitas mereka yang bisa diandalkan adalah 
> bertani. Sementara untuk bikin pupuk dari sampah organik - tidak mudah.
> 
>           Kalau ingin menolong, sebaliknya anak-anak SMA di Bali dikerahkan 
> untuk setiap hari memulung sampah organik di sekitarnya. Lalu, mereka membuat 
> pupuk organik di salah satu bagian areal sekolahnya. Tentu ini 
> dikoordinasikan 
> dengan Kepala sekolah, Kanwil Diknas, dan Pamong Desa/Kota. Saya pikir akan 
> banyak faedahnya, mulai dari jiwa cinta lingkungan, wirausaha, disiplin 
> (buang 
> sampah), menghindari aktivitas negatif (ekses pariwisata), dan menghijaukan 
> lingkungan sekolah dan daerah sekitarnya. Para orang tua siswa boleh ditawari 
> beli pupuk organik. Begitupun siswa boleh bawa sampah organik yang di 
> rumahnya 
> ke sekolah untuk diolah. Tentu saja untuk soal membawa sampah dari rumah ke 
> sekolah ini perlu wadah khusus. Barangkali dari sini ada ide membuat "kantong 
> sekolah khusus sampah organik". Kalau surplus pupuk, pupuknya bisa dibagikan 
> (dipendam saja) di sawah masyarakat. Kalau perlu, setiap siswa di rumah, 
> punya 
> pengolah sampah kecil, yang kemudian selalu disetor ke sekolah!
> 
>           Denpasar dan hampir semua kota besar di Indonesia akan punya 
> masalah 
> dengan TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Tetapi, kita juga hendaknya menyadari 
> kalau ada SDM yang tersedia cukup banyak dan mudah diajari (relatif terhadap 
> petani yang kadang kekeh-jueh :-)), yaitu siswa!
> 
>           Semoga terinspirasi. Suksma
> 
>           Salam,
> 
>           GB Suparta 
>           FMIPA UGM Yogya
> 
>           msm wrote: 
>           selamat siang.
> 
>           selama ini saya hanya sebagai members yang pasif saja. 
>           saat ini saya tinggal di jakarta dan berkeinginan untuk menolong 
> petani dibali, tepatnya petani bali untuk mengolah lahannya dengan bantuan 
> kompos organik mudah olah dan murah.
> 
>           karena saya bukan orang lapangan, bisakah saya dapat 
> info.....adakah 
> seseorang yang bisa saya hubungi agar saya bisa melakukan tujuan saya ini?
> 
>           karena tujuan saya untuk menolong, maka action ini lebih condong ke 
> pergerakan sosial dan penyadaran petani ttg pengolahan lahan.
> 
>           semoga saya tidak salah alamat menulis hal seperti ini. 
>           semoga kebaikan datang dari segala arah.
> 
>           terima kasih. 
>           msm
> 
>           ----- Original Message ----- 
>           From: Pan Bima 
>           To: [email protected] 
>           Sent: Saturday, May 19, 2007 9:49 AM 
>           Subject: [bali] Men vs Women
> 
>           Men: 
>           1. All men are extremely busy. 
>           2. Although they are so busy, they still have time for women.
> 
>           3. Although they have time for women, they don't really care for 
> them. 
>           4. Although they don't really care for them, they always have one 
> around. 
>           5. Although they always have one around them, they always try their 
> luck with others. 
>           6. Although they try their luck with others, they get really pissed 
> off if the women leaves them. 
>           7. Although the women leaves them they still don't learn from their 
> mistakes and still try their luck with others.
> 
>           Women: 
>           1. The most important thing for a woman is financial security.
> 
>           2. Although this is so important, they still go out and buy 
> expensive clothes. 
>           3. Although they always buy expensive clothes, they never have 
> something to wear. 
>           4. Although they never have something to wear, they always dress 
> beautifully. 
>           5. Although they always dress beautifully, their clothes are always 
> just "an old rag". 
>           6. Although their clothes are always "just an old rag", they still 
> expect you to compliment them. 
>           7. Although they expect you to compliment them, when you do, they 
> don't believe you
> 
>           __._,_.___ Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start 
> a 
> new topic           Messages           ***
> 
>           Woww, asyiknya berkumpul lagi dan cerita-cerita di milis IA-ITB ! 
>           Tunggu apalagi, segera ajak alumni ITB lain bergabung! :-) 
>           Tolong minta mereka email ke [EMAIL PROTECTED]
> 
>           Members: 3,786 Updated: 1 May 2007 
>           
> ---------------------------------------------------------------------- 
>           *** IA-ITB *** 
>           - Merajut komunitas alumni ITB - 
>           Persahabatan, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kesejahteraan 
>           http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB
> 
>           Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus Int'l (http://99Venus.net ) 
>           
> ----------------------------------------------------------------------
> 
>           Tips: Setting cara terima (message delivery) jika merasa banjir 
> email 
>           1. Email [EMAIL PROTECTED] untuk terima kumpulan (digest)
>  email 
>           2. Email [EMAIL PROTECTED] untuk terima normal 
> (Individual emails)
> 
>           Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
>           Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch 
> format to Traditional           Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use 
> | Unsubscribe
> 
>           Recent Activity
> 
>           17 
>           New Members
> 
>           Visit Your Group 
>           SPONSORED LINKS
> 
>           Surabaya indonesia hotel 
>           Surabaya hotel indonesia 
>           Jakarta indonesia 
>           Hotel jakarta indonesia 
>           Surabaya indonesia
> 
>           Best Mascot 
>           Original or Cool 
>           Play the Bix.com 
>           faceoff to see!
> 
>           Yahoo! Music 
>           Free trial 
>           All you can eat 
>           music for $6/month
> 
>           Yahoo! Avatars 
>           Create a Face 
>           Show your style in 
>           Messenger & more.
> 
>           .
> 
>           __,_._,___
> 
>           -- 
>           Gde Wisnaya Wisna 
>           Jl.Dewi Sartika Utara 32A 
>           Singaraja-Bali
> 
>           --------------------------------- 
>           Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with 
> Yahoo! FareChase.
> 
>   pi = 3.14 
>   love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important
> 
> ------------------------------------------------------------------------------
> 
>   Want to change your life? Find the perfect job with Lycos Jobs.
>   Career Advice. Job Resources & Recommendations.
>   Post your resume & find a job match! 
>   -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : 
> http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : 
> Berlangganan 
> : Henti Langgan :
------- End of Original Message -------


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke