Imemoriam Prof. Dr. IGN Gorda,

Sudah lama saya tahu nama Prof. Gorda dari koran dan media massa. Beliau
adalah pendiri sekaligus yang membesarkan Undiknas. Saya selalu kagum dengan
orang-orang yang membangun dunia pendidikan. Ternyata Prof. Gorda tidak
hanya mengabdikan dirinya di dunia pendidikan formal saja, tetapi juga
banyak memiliki kepedulian kepada masalah2 keumatan, budaya, politik,
manajemen  dan kepemimpinan.

Di Singaraja, beliau juga mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE),
sebagai wujud keinginan beliau menyumbangkan sesuatu yang berharga di dunia
pendidikan.

Pertama kali ketemu beliau adalah saat saya dan beliau jadi narasumber dalam
acara obrolan pagi santai di Radio Guntur FM di singaraja. Saya ingat sekali
wacana beliau saat itu, mengingatkan kita bahwa daerah Buleleng adalah
Nyegara-Gunung. Sebuah potensi yang bagus untuk mensejahterakan
masyarakatnya, dan sebuah wilayah yang memiliki nilai-nilai spiritual.

Setahun yang lalu saya beserta seorang teman datang ke rumah beliau di Puri
Sukasada, untuk mengundang beliau sebagai narasumber di Diskusi Panel yang
diselengarakan oleh LP3B. Topiknya sekitar Kilas balik kepemimpinan Ki
Anglurah Panji Sakti di Buleleng 463 tahun yang lalu. Lama kami ngobrol dan
banyak sekali nilai-nilai kepemimpinan Ki Anglurah Panji Sakti yang
diceritakan oleh Prof. Gorda spontan saat itu. Kami juga diberikan sebuah
buku karangan beliau tentang Kepemimpinan Ki Anglurah Panji Sakti.  Namun
sayang sekali, dua hari menjelang hari H Diskusi Panel tsb, kami mendapatkan
khabar bahwa beliau tidak bisa hadir karena sedang dirawat di RS di
Denpasar. Tentu rasa kecewa ada.

Pada saat Ikatan Alumni SMPN 1 Singaraja akan menyelenggarakan juga sebuah
Diskusi Panel dalam rangka pilkada, saya kebetulan juga menjadi salah satu
panitia, maka saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba sekali
lagi mengundang beliau sebagai salah seorang narasumber. Dan pada tanggal 19
Pebruari 2007 yang baru lalu tsb, beliau bisa memenuhi undangan Ikatan
Alumni SMPN 1 sebagai narasumber dalam diskusi panel dengan tema :
Merumuskan Kriteria Pemimpin Buleleng Masa Depan. Saya termasuk yang sangat
senang pada saat itu, dapat langsung memandu sebagai moderator dalam diskusi
panel tsb. Diskusi panel yang sangat dinamis saat itu, disamping karena
temanya yang provokatif, juga dikarenakan oleh kemampuan Prof. Gorda
menyampaikan materi secara sangat menarik.

Kita semua merasakan, bahwa Prof. Gorda telah memberikan kontribusi yang
sangat besar kepada Bali maupun masyarakatnya. Kini beliau telah dipanggil
Brahman, proses karma beliau selama di dunia ini tentu akan membawa Atman
beliau mendekati Brahman. Semoga beliau dapat damai di sisi NYA.

salam
wisnaya




On 10/23/07, Ambara, Gede Ngurah (KPC) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Maaf numpang lewat, ada berita duka, kiriman seorang teman…
>
>
>
> *From:* Wayan Catrayasa - BMI [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> Om Swastyastu,
>
>
>
> Umat Se-Dharma Yang Berbahagia,
>
> Sebagai informasi, bahwa seorang intelektual Hindu dan Guru Besar di
> Undiknas Bapak *Profesor Gorda* telah meninggalkan kita untuk selamanya
> hari ini Selasa, 23 Oktober 2007 jam 10.50 WITA. Mari kita doakan bersama
> semoga almarhum menyatu dengan Brahman / Hyang Widhi sesuai dengan amal
> bhakti selama hidupnya.
>
>
>
> *Mrithyorma Amrtham Ga Maya*
>
> * *
>
> Semoga beliau dibebaskan dari penderitaan dan kematian menuju kedamaian
> yang abadi.
>
>
>
>
>
> Demikian berita duka cita ini disampaikan dan terimakasih atas
> perhatiannya telah membaca dengan baik dan benar.
>
>
>
>
>
> Om Santih, Santih, Santih, Om
>
>
>
>
>
> I WAYAN CATRA YASA
>
>
>
>
>



-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali

Kirim email ke