sangat hormat Mas Tjahjo,

5 hari lalau saya ke Trunyan naik gunung ke salah satu banjarnya yang namanya 
Br. Madia... disana ada 154 kk dengan jumlah warga 670 warga termasuk anak 
anak.... mereka itu warga bali aga lho.... asli bali.....

Jalan kesana dimohon sama warga untuk lewat Tianyar naik gunung sampai jalan 
habis... terus dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 1 jam 20 menit... mereka 
juga sangat anthusias karena kalau saya nggak nyampe ke atas mereka akan 
tandu... hehehe... saya masih bisa jalan .....

Disana nggak ada listrik dan air juga sangat terbatas karena tergantung dari 
cubang saja.... jadi hasil pertanian hanya bisa 1 tahun sekali kalau musim 
hujan, selebihnya mereka dagang pisau... atau bikin anak....

Tidak ada satupun dari mereka yang sekolah lebih dari sd atau mungkin juga 
tidak sampai tamat.

Sederhananya saya minta teknis untuk biogas... kerena 1 keluarga punya 4 
sapi....mereka tinggal tidak dalam kelompok jadi scattered.... saya tawarkan 
koperasi energy dan pertanian.... mereka minta jalan tapi saya rasa jalan juga 
nggak begitu bermanfaat tapi kalau dibuat jalan setapak yang bagus.... maka 
bisa dipakai untuk tracking... naik dari sana lalu turun ke Danau Batur di 
Trunyan.... pemandangan luar biasa dari naik sampai turun lagi..... dibutuhkan 
waktu sekitar 2 jam saja kalau tracknya bagus... untuk perjalanan tuntas... di 
antaranya bisa buat warung warung kopi... kopinya dari hasil sendiri... 
ketela... dan teh juga dari hasil sendiri... tales... dll....

Bantu dong, saya akan cari dananya... tidak banyak tapi yakin bisa mulai dan 
masyarakat mulai berdaya.....

Saya di sambut dengan genjek... yang tidak terlalu mengesankan dan yang paling 
menakutkan adalah 'joged' yang ditarikan oleh anak anak perempuan umur 10 
sampai dengan 15 tahun dengan gaya yang super 'ngebor'.... ngeri sekali.... dan 
memang mereka menikah muda... umur 15 dan 16 tahun sudah nikah.....

Bantu dong teman teman lain..... pemikiran boleh... tenaga boleh... kalau mau 
dengan dana apa lagi boleh sekali.... kita sedang mencoba untuk membuatkan 
rumusan program yang bisa dijalankan dulu.... bermitra dengan pemerintah kalau 
pemerintahnya mudeng... kalau nggak ya nggak apa... jalan saja dengan kekuatan 
masyarakat sendiri....

makasi,

vieb
  ----- Original Message ----- 
  From: CHPStar 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, November 06, 2007 1:16 AM
  Subject: [bali] Call For Bali Subak Cooperatives


  Dengan hormat,

  ayo dong serius. Ini ada info tentang Pemda Bali Diminta Membuat Perencanaan 
Produk Unggulan Tiap Kabupaten, berita per 5 Nov 2007,. Ini pasti hasil 
kerjasama DPR RI dan LP3B ya? Nah, jadi saatnya saya bisa masuk kejalur 
Asosiasi Perencana Pemerintah Komisariat Bali. Strategic planning membutuhkan 
Planners.dan Planning Proses, serta Universitas, Society dan Industri 
Pendukung. Semua serba terbatas.

  Sektor pertanian dan sektor energi harus direncanakan kerjasama. Masuklah 
methodology Keseimbangan Pak Popo Cs, termasuk Jepun nya.

  Segera saya mesti belajar tentang  subak cooperatives dan electricity 
cooperatives.

  Kira kira gap yang ada akan diisi oleh ICT/ digital divide

  Kerjasama direncanakan untuk berlangsung harmonis dan ditujukan baik untuk 
kepentingan yang mendasar sekaligus kepentingan berkembangnya ilmu pengetahuan 
dan teknology yang setinggi tingginya.

  Kompleks ya? Supaya ada sedikit imaginasi.saya lampirkan sekali lagi ex 
publikasi dari penerbitan Media Indonesia tanggal 30 Okt 2007 tentang 1st Multi 
Sector Parterships, Bali akan kebanjiran turis yang beretika Professor.(muda) 
dari berbagai penjuru dunia !!!  

  Sekarang diterawang dulu aja. Sesuai janji yang ada, Jepang nya mau datang 
tanggal 8 Nov, terus Jerman nya tanggal 11-14 Nov ini .......

  Kata orang, We Got Naked. Now What? belum sanggup muluk muluk dulu cukup 
dengan imaginasi.saya mesti pindah ke Denpasar.

  Wass: Tjahjo--


  Hubungan Masyarkat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Date: Mon, 5 Nov 2007 21:35:43 +0700
    To: CHP109 <[EMAIL PROTECTED]>
    Subject: [Dewan Perwakilan Rakyat] Kiriman Artikel
    From: Hubungan Masyarkat <[EMAIL PROTECTED]>

    Kepada Yth. Bp/Ibu/Sdr. CHP109,

    Mohon maaf yang sebesar-besarnya telah mengganggu kesibukan Anda; namun 
rekan Anda, CHPStar ([EMAIL PROTECTED]), telah mengirimkan artikel berikut ini 
untuk Anda:

    ---------------------------------------------------------------
    PEMDA BALI DIMINTA MEMBUAT PERENCANAAN PRODUK UNGGULAN TIAP KABUPATEN
    Tanggal: 2007-11-05
    Sumber: Dewan Perwakilan Rakyat

    Dewan Perwakilan Rakyat,  
                Pemerintah Daerah Provinsi Bali diminta untuk membuat 
perencanaan produk unggulan yang dihasilkan ditiap-tiap kabupaten. Perencanaan 
ini sangat diperlukan untuk mengetahui potensi apa yang dihasilkan dari 
masing-masing daerah itu.
                Demikian disampaikan anggota Komisi IV Nazamudin (F-PAN) dan 
Syamsu Hilal (F-PKS) pada saat mengadakan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, 
minggu lalu, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hilman Indra (F-BPD).
                Menurut Syamsu Hilal, grand starategi pembangunan pertanian ke 
depan perlu dibuat untuk mengetahui apakah ke depan Bali masih memfokuskan 
sektor pertanian sebagai sektor utama. Karena dalam kenyataannya Bali juga 
merupakan provinsi yang memang lebih dikenal dengan sektor pariwisata.
                Secara umum, kata Syamsu, grand strategi ini penting untuk 
mengetahui Bali ini mau diarahkan kemana, apakah pembangunan pertanian menjadi 
nomor dua dan lebih mengutamakan sektor pariwisata. "Bagi kami di DPR hal ini 
sangat penting melihat kecenderungan potensi masing-masing daerah untuk 
mengembangkan diri," ujarnya.
                Karena jika sektor pariwisata menjadi sektor unggulan, 
dikhawatirkan seperti pasca terjadinya dua kali bom Bali, masyarakat Bali 
menghadapi kendala perekonomian yang demikian dasyat. Dan tentunya ke depan 
kita tidak menghendaki hal itu terjadi. Belajar dari pengalaman itu, tentunya 
Pemda Bali harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor unggulan bagi 
daerahnya.  
                Terkait dengan grand strategi pembangunan khususnya bidang 
pertanian, Gubernur Bali Dewa Beratha mengatakan dengan telah disahkannya UU 
tentang Penataan Ruang, Pemerintah Daerah Provinsi Bali akan mencoba melakukan 
revisi mengenai Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Daerah bali 
dan sekaligus akan mengarahkan kepada kabupaten/kota untuk mempersiapkan detail 
tata ruang .
                Dalam detail tata ruang itu nantinya akan bisa ditetapkan 
alokasi-alokasi yang lebih jelas terutama dikaitkan dengan peruntukan untuk 
budidaya termasuk lahan pertanian. 
                Sampai saat ini dan ke depan, kata Beratha,  Bali masih tetap 
dalam pembangunan bidang ekonomi memprioritaskan tiga sektor. Yang pertama 
sektor pertanian masih menjadi prioritas utama, kemudian industri kecil dan 
kerajinan dan sektor pariwisata yang menunjang sektor pertanian dan sektor 
industri kecil dan kerajinan.
                Beratha menambahkan, dalam pembangunan di sektor pertanian 
Pemda akan melakukan pembinaan secara spesifikasi komoditi pada suatu kawasan 
atau kabupaten. Menurutnya, dimasing-masing kabupaten ada daerah-daerah yang 
mempunyai komoditi-komoditi yang spesifik. "Nah ini yang akan kita coba 
fokuskan pembinaan dari provinsi dalam kaitannya dengan pengembangan agro 
bisnis," ujarnya.
                Jadi, kata Beratha, kita coba pola agrobisnis satu komoditi 
pada satu kawasan atau satu kabupaten, dan kalau ini sudah berkembang tentunya 
akan bisa ditingkatkan lagi menjadi agro industri untuk mengolah hasil-hasil 
pertanian, apakah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
                Lebih jauh Beratha menambahkan, kalau ini sudah berhasil memang 
pada kawasan itu bisa dikembangkan menjadi agro wisata. "Kedepannya kita akan 
lebih intens untuk melakukan strategi pembinaan dengan pola seperti itu," 
katanya. 
                Berkaitan dengan masalah kebutuhan irigasi, di provinsi Bali 
tidak banyak mengalami kendala terutama ditingkat teknisnya yang dilakukan oleh 
kelompok Subak yang terkenal pengairannya. 
                Dalam hal ini, melalui Kebijakan Gubernur Bali telah memberikan 
bantuan setiap tahun kepada setiap Subak sebesar Rp 15 juta. Sehingga untuk  
memenuhi perbaikan-perbaikan irigasi yang sifatnya kecil bisa langsung 
dilakukan, sedangkan terhadap irigasi-irigasi yang besar sudah ada 
pembagiannya, mana menjadi kewajiban Pusat, kewajiban Provinsi dan kewajiban 
Kabupaten/Kota. (tt)
     
                
     
     
                
     

    ---------------------------------------------------------------

    Terima kasih atas atensi Anda, sukses selalu untuk Anda!

    - [EMAIL PROTECTED] -







  Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]

  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com 



------------------------------------------------------------------------------



Kirim email ke