Dear Vieb,
wah wah hampir lupa untung saya diingatkan dan terimakasih. Saya juga pernah
dengar dari anak saya tentang tracking disana, waktu itu dia se rombongan SMA
nya ( sekitar tahun 2002 an). Trip nya beberapa gunung gunung dari Lombok,
Bali, Jawa Timur sekali jalan, kalau tidak salah perjalanan se bulan. Mungkin
secara tidak sadar karena Bali Aga saya tertarik sama Bali ya??? Permintaan
mereka tidak muluk muluk ya, tapi pasti mereka mempunyai cooperative spirit
yang besar. Mereka hanya butuh Vieb the Leader.
Ringkasnya, mohon sabar dulu semoga proses menjadi lebih cepat karena Bali Aga.
Wass: Tjahjo-
Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: sangat hormat Mas
Tjahjo,
5 hari lalau saya ke Trunyan naik gunung ke salah satu banjarnya yang namanya
Br. Madia... disana ada 154 kk dengan jumlah warga 670 warga termasuk anak
anak.... mereka itu warga bali aga lho.... asli bali.....
Jalan kesana dimohon sama warga untuk lewat Tianyar naik gunung sampai jalan
habis... terus dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 1 jam 20 menit... mereka
juga sangat anthusias karena kalau saya nggak nyampe ke atas mereka akan
tandu... hehehe... saya masih bisa jalan .....
Disana nggak ada listrik dan air juga sangat terbatas karena tergantung dari
cubang saja.... jadi hasil pertanian hanya bisa 1 tahun sekali kalau musim
hujan, selebihnya mereka dagang pisau... atau bikin anak....
Tidak ada satupun dari mereka yang sekolah lebih dari sd atau mungkin juga
tidak sampai tamat.
Sederhananya saya minta teknis untuk biogas... kerena 1 keluarga punya 4
sapi....mereka tinggal tidak dalam kelompok jadi scattered.... saya tawarkan
koperasi energy dan pertanian.... mereka minta jalan tapi saya rasa jalan juga
nggak begitu bermanfaat tapi kalau dibuat jalan setapak yang bagus.... maka
bisa dipakai untuk tracking... naik dari sana lalu turun ke Danau Batur di
Trunyan.... pemandangan luar biasa dari naik sampai turun lagi..... dibutuhkan
waktu sekitar 2 jam saja kalau tracknya bagus... untuk perjalanan tuntas... di
antaranya bisa buat warung warung kopi... kopinya dari hasil sendiri...
ketela... dan teh juga dari hasil sendiri... tales... dll....
Bantu dong, saya akan cari dananya... tidak banyak tapi yakin bisa mulai dan
masyarakat mulai berdaya.....
Saya di sambut dengan genjek... yang tidak terlalu mengesankan dan yang
paling menakutkan adalah 'joged' yang ditarikan oleh anak anak perempuan umur
10 sampai dengan 15 tahun dengan gaya yang super 'ngebor'.... ngeri sekali....
dan memang mereka menikah muda... umur 15 dan 16 tahun sudah nikah.....
Bantu dong teman teman lain..... pemikiran boleh... tenaga boleh... kalau mau
dengan dana apa lagi boleh sekali.... kita sedang mencoba untuk membuatkan
rumusan program yang bisa dijalankan dulu.... bermitra dengan pemerintah kalau
pemerintahnya mudeng... kalau nggak ya nggak apa... jalan saja dengan kekuatan
masyarakat sendiri....
makasi,
vieb
----- Original Message -----
From: CHPStar
To: [email protected]
Sent: Tuesday, November 06, 2007 1:16 AM
Subject: [bali] Call For Bali Subak Cooperatives
Dengan hormat,
ayo dong serius. Ini ada info tentang Pemda Bali Diminta Membuat
Perencanaan Produk Unggulan Tiap Kabupaten, berita per 5 Nov 2007,. Ini
pasti hasil kerjasama DPR RI dan LP3B ya? Nah, jadi saatnya saya bisa masuk
kejalur Asosiasi Perencana Pemerintah Komisariat Bali. Strategic planning
membutuhkan Planners.dan Planning Proses, serta Universitas, Society dan
Industri Pendukung. Semua serba terbatas.
Sektor pertanian dan sektor energi harus direncanakan kerjasama. Masuklah
methodology Keseimbangan Pak Popo Cs, termasuk Jepun nya.
Segera saya mesti belajar tentang subak cooperatives dan electricity
cooperatives.
Kira kira gap yang ada akan diisi oleh ICT/ digital divide
Kerjasama direncanakan untuk berlangsung harmonis dan ditujukan baik
untuk kepentingan yang mendasar sekaligus kepentingan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknology yang setinggi tingginya.
Kompleks ya? Supaya ada sedikit imaginasi.saya lampirkan sekali lagi ex
publikasi dari penerbitan Media Indonesia tanggal 30 Okt 2007 tentang 1st
Multi Sector Parterships, Bali akan kebanjiran turis yang beretika
Professor.(muda) dari berbagai penjuru dunia !!!
Sekarang diterawang dulu aja. Sesuai janji yang ada, Jepang nya mau
datang tanggal 8 Nov, terus Jerman nya tanggal 11-14 Nov ini .......
Kata orang, We Got Naked. Now What? belum sanggup muluk muluk dulu cukup
dengan imaginasi.saya mesti pindah ke Denpasar.
Wass: Tjahjo--
Hubungan Masyarkat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Mon, 5 Nov 2007 21:35:43 +0700
To: CHP109 <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Dewan Perwakilan Rakyat] Kiriman Artikel
From: Hubungan Masyarkat <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada Yth. Bp/Ibu/Sdr. CHP109,
Mohon maaf yang sebesar-besarnya telah mengganggu kesibukan Anda; namun
rekan Anda, CHPStar ([EMAIL PROTECTED]), telah mengirimkan artikel berikut
ini untuk Anda:
---------------------------------------------------------------
PEMDA BALI DIMINTA MEMBUAT PERENCANAAN PRODUK UNGGULAN TIAP KABUPATEN
Tanggal: 2007-11-05
Sumber: Dewan Perwakilan Rakyat
Dewan Perwakilan Rakyat,
Pemerintah Daerah Provinsi Bali diminta untuk membuat
perencanaan produk unggulan yang dihasilkan ditiap-tiap kabupaten.
Perencanaan ini sangat diperlukan untuk mengetahui potensi apa yang
dihasilkan dari masing-masing daerah itu.
Demikian disampaikan anggota Komisi IV Nazamudin (F-PAN) dan
Syamsu Hilal (F-PKS) pada saat mengadakan kunjungan kerja ke Provinsi
Bali, minggu lalu, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hilman Indra
(F-BPD).
Menurut Syamsu Hilal, grand starategi pembangunan pertanian ke
depan perlu dibuat untuk mengetahui apakah ke depan Bali masih memfokuskan
sektor pertanian sebagai sektor utama. Karena dalam kenyataannya Bali juga
merupakan provinsi yang memang lebih dikenal dengan sektor pariwisata.
Secara umum, kata Syamsu, grand strategi ini penting untuk
mengetahui Bali ini mau diarahkan kemana, apakah pembangunan pertanian
menjadi nomor dua dan lebih mengutamakan sektor pariwisata. Bagi kami di
DPR hal ini sangat penting melihat kecenderungan potensi masing-masing
daerah untuk mengembangkan diri, ujarnya.
Karena jika sektor pariwisata menjadi sektor unggulan,
dikhawatirkan seperti pasca terjadinya dua kali bom Bali, masyarakat Bali
menghadapi kendala perekonomian yang demikian dasyat. Dan tentunya ke
depan kita tidak menghendaki hal itu terjadi. Belajar dari pengalaman itu,
tentunya Pemda Bali harus memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor
unggulan bagi daerahnya.
Terkait dengan grand strategi pembangunan khususnya bidang
pertanian, Gubernur Bali Dewa Beratha mengatakan dengan telah disahkannya
UU tentang Penataan Ruang, Pemerintah Daerah Provinsi Bali akan mencoba
melakukan revisi mengenai Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang Rencana Tata
Ruang Daerah bali dan sekaligus akan mengarahkan kepada kabupaten/kota
untuk mempersiapkan detail tata ruang .
Dalam detail tata ruang itu nantinya akan bisa ditetapkan
alokasi-alokasi yang lebih jelas terutama dikaitkan dengan peruntukan
untuk budidaya termasuk lahan pertanian.
Sampai saat ini dan ke depan, kata Beratha, Bali masih tetap
dalam pembangunan bidang ekonomi memprioritaskan tiga sektor. Yang pertama
sektor pertanian masih menjadi prioritas utama, kemudian industri kecil
dan kerajinan dan sektor pariwisata yang menunjang sektor pertanian dan
sektor industri kecil dan kerajinan.
Beratha menambahkan, dalam pembangunan di sektor pertanian
Pemda akan melakukan pembinaan secara spesifikasi komoditi pada suatu
kawasan atau kabupaten. Menurutnya, dimasing-masing kabupaten ada
daerah-daerah yang mempunyai komoditi-komoditi yang spesifik. Nah ini
yang akan kita coba fokuskan pembinaan dari provinsi dalam kaitannya
dengan pengembangan agro bisnis, ujarnya.
Jadi, kata Beratha, kita coba pola agrobisnis satu komoditi
pada satu kawasan atau satu kabupaten, dan kalau ini sudah berkembang
tentunya akan bisa ditingkatkan lagi menjadi agro industri untuk mengolah
hasil-hasil pertanian, apakah menjadi barang setengah jadi atau barang
jadi.
Lebih jauh Beratha menambahkan, kalau ini sudah berhasil
memang pada kawasan itu bisa dikembangkan menjadi agro wisata. Kedepannya
kita akan lebih intens untuk melakukan strategi pembinaan dengan pola
seperti itu, katanya.
Berkaitan dengan masalah kebutuhan irigasi, di provinsi Bali
tidak banyak mengalami kendala terutama ditingkat teknisnya yang dilakukan
oleh kelompok Subak yang terkenal pengairannya.
Dalam hal ini, melalui Kebijakan Gubernur Bali telah
memberikan bantuan setiap tahun kepada setiap Subak sebesar Rp 15 juta.
Sehingga untuk memenuhi perbaikan-perbaikan irigasi yang sifatnya kecil
bisa langsung dilakukan, sedangkan terhadap irigasi-irigasi yang besar
sudah ada pembagiannya, mana menjadi kewajiban Pusat, kewajiban Provinsi
dan kewajiban Kabupaten/Kota. (tt)
---------------------------------------------------------------
Terima kasih atas atensi Anda, sukses selalu untuk Anda!
- [EMAIL PROTECTED] -
Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com