"
perjuangan stop global warming kalau dilihat dari sisi kendaraan bermotor sih 
suatu kondisi yang bisa disebut ' the battle is already lost before it started"

kebetulan ada hubungannya dengan kerjaan saya di publik transportation.

di Indonesia ini aneh,
untuk setiap penambahan kendaraan, negara dapat untung dari segala pajak yang 
dibayarkan mulai dari bahan baku di Import ataupun diproduksi di Indonesia.
dan setelah jadi kendaraan bermotor, pemerintah propinsi dan daerah mendapat 
untung dari bea balik nama(BBN) dan setiap tahun dapat untung lagi dari pajak 
kendaraan bermotor (PKB). 
belum lagi setiap hari dapat untung dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor 
(PBBKB), ini memang aneh, walaupun disubsidi, tapi pemeritnah propinsi dan 
daerah mendapatkan keuntungan dari pajak yang dikenakan kepada penjualan bahan 
bakar kepada kendaraan bermotor.

nah menariknya lagi, pajak dan bea itu tidak dikaitkan dengan kewajiban 
pembuatan jalan sehingga kemacetan itu sudah menjadi bagian kehidupan di 
Indonesia ini.
Saat ini semua daerah - I mean - seluruh daerah kota/kabupaten/propinsi di 
Indonesia, berlomba2 mendorong penambahan kendaraan pribadi sampai dengan 
motor, dan mengabaikan sampai dengan me malaki kendaraan angkutan umum, karena 
hampir diseluruh indonesia, pajak dan BBN kendaraan ada di top list kontributor 
pendapatan asli daerah(PAD) itu.

bayangkan kondisi aturan yang seperti ini, semua yang dilakukan di Bali ataupun 
dihimbau dari rakyat Ind untuk STOP GLOBAL WARMING - itu bulshit semua.

kalau ada punya teman-teman yang peduli dengan lingkungan -----kondisi ini 
perlu digaungkan - agar pemerintah sadar bahwa aturan-aturan yang ada tidak 
mendukung untuk STOP GLOBAL WARMING, ini tuh aturan yang sah, bukan KKN aparat 
menebang pohon."

Kirim email ke