Kalo Boleh kami urun rembuk, khusus untuk energy angin yg di Nusa Penida,

Sebelum sistem itu dipasang th lalu, kami sept-dec 2006 melakukan kajian 
bersama 
beberapa pakar di Bandung bahkan kami juga menyiapkan semacam "Pre" FS tentang 
kelayakan energy angin (sebut PLTB=Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) didaerah 
kawasan 
timur dan sudah disampaikan ke Litbang PLN. Prinsipnya di RI trutama daerah 
timur (NTB, 
NTT) ada kecendrungan potensinya ada, namun perlu dibuktikan dulu (survey 
lokasi dan 
pengukuran potensi angin yang lebih terarah dan tepat). Memang awalnya bisa 
saja pakai 
data BMG, Airport2, dst, namun pengukuran kelakuan angin dan potensi perlu 
minimum 
setahun, baru bisa ambil kesimpulan. Di Nusa Penida secara umum memang ada 
potensi, 
tapi bulan dan lokasi yang tepatnya kami rasa masih belum clear betul, sehingga 
hasil "kurang" memuaskan. Disamping itu, desainnya untuk keadaan di Eropa, lalu 
dipasang di kita tanpa ada modifikasi/ revisi, misal di propelles maupun spec 
dynamonya 
tidak disesuaikan. Kayaknya proyek tetap proyek, hasil dalam bahasa sundanya 
"kumaha 
engke wae lah"

Salam
Made Wirata

Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: "Nengah Sudja" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sat, 5 Jan 2008 17:12:04 +0700
Subject: [bali] Re: konferensi iklim dan bakar batu bara

> Yth. P Ketut Astawa, Ibu Silvia, Beate, G Wisnaya, M Viebeke, P Ambara,
> Semeton Sareng Sami,
> 
> Setelah menghadliri site event konferensi iklim di Nusa Dua, taggal
> 15-12-07 saya  meluangkan waktu 
> keliling Bali Utara -Timur melalui lintasan Klungkung, Bangli,
> Kintamani, Kubu Tambahan, Singaraja, Pemaron
> balik ke timur, lewat Singaraja, Tejakula, Bugbug, Tirtagangga,
> Amlapura, Ujung Karangasem, Candidasa, Gua 
> Lawah  pulang kampung di Dawan. Berangkat jam 0700 pagi kembali 1900
> malam. Sungguh menyegarkan, jadi 
> turis dari Bukit Buluh.
> 
> Di Pamaron saya melewati PLTGU, Combined Cycle ( disingkat  CC) Power
> Plant, yang dulu saya ikut turut menolak
> rencana pembangunannya. Dasar penolakan kita, karena lokasinya tak
> tepat. Dibangun di kawasan wisata dan jauh dari 
> lokasi pusat beban yang ada diselatan. Pusat beban listrik Bali ada di
> Badung, Kuta, Nusa Dua, Sanur, Gianyar, 
> Tabanan, sebesar 90 % beban seluruh Bali. Mengapa pemenuhan beban,
> pembangkit  itu dibangun jauh di utara,
> minyaknya diangkut dari Terminal Minyak Manggis di selatan dibawa  ke
> Pemaron di utara. Listriknya dibangkitkan di
> Pemaron di utara dikirim ke selatan melalui saluran transmisi 150 kV
> yang panjangnya lebih dari 100 km?
> Perencanaan yang jelas tak efisien, uli kelod nganyanang - uli kaja
> ngelodang. Cakcag-Cikcig , tepat seperti sigkatan CC
> diatas tadi, CCPP Pemaron. Dalam bahasa Dauh Tukadnya, Cakcag-Cikcig,
> Ngalor-Ngidul.
> 
> Di Pemaron saya  kunjungi (tanpa pemberitahuan terlebih dahulu) kawan
> seperjuangan. Ibu Silvia, Beate dan P Anom
> dari Puri Bagus. Ibu Silvia tidak ada karena sedang pulang kampung. Dari
> Ibu Beate, saya diminta datang ke Warung 
> Kota, ketemu P Tirtawan dan P Gde Wisnaya. Disana kami berkelakar
> nostalgia dengan disuguhi ikan bakar oleh P Tirtawan.
> Terima kasih Pak.
> 
> P K Astawa, saran yang menarik mengenai pengembangan energi terbarukan
> yang pantas untuk diteruskan dan 
> dipertimbangkan. Tapi maaf, ijinkan saya menyampaikan tanggapan berikut
> ini.
> 
> Pengembangan energy terbarukan umumnya  dalam skala kecil. Untuk 1 kW
> perlu pasokan kotoran sapi  10 ekor ( sapi eropa yang gede, sapi bali
> lebih kecil). Siapa perorangan  punya sapi 10 ekor di Bali? Sedangkan 1
> kW hanya cukup untuk memberi pasokan listrik 2 (dua) rumah tangga sangat
> sederhana @ 450 VA.  Secara teknis bisa diterapkan, secara ekonomis
> sering mahal, tidak/ belum  mampu bersaing. Mickro hydro bisa
> dikembangkan. Teknologinya mapan, ekonomi bisa bersaing,
> tergantung lokasinya, data teknisnya. [ Sesuai saran P Ambara]. Yang
> kita perlukan pasokan energi, listrik untuk Bali.
> 
> Di negara industri sumberdaya energi terbarukan (SDEB) berhasil
> dikembangkan, karena adanya  subsidi dari pemerintah
> tapi juga karena kesadaran masyarakat yang ingin SDEB dikembangkan dan
> untuk itu mereka mau dan bisa  membayar mahal. 
> Tapi tanpa dukungan tulang punggung (back bone) energy system, seperti
> tersedianya  jarigan listrik, pipa gas, pipa minyak ( stasion
> minyaknya), SDEB tidak akan dapat menjamin keamanan (security) pasokan
> energi. Contoh Denmark yang membagun banyak sekali energi angin (EA)
> kelabakan ketika angin tak cukup kencang embusannya. Terpaksa
> mengandalkan kembali pada pasokan back bone dari interconection  energy
> system dari bahan bakar fossil. Guna pengamanan pasokan negara dan
> bangsa secara keseluruhan. Tanpa adanya jaringan interkoneksi listrik,
> bagaimana dapat mengamankan pasokan dan penyediakan listrik bagi kawasan
> pedesaan kita?
> 
> Pada  konferensi iklim saya mendapat kesempatan mengunjungi " energy
> park"  Nusa Penida 12-12-07. Akan dibangun 
> 9 wind power plant @ 80 kW, photo voltaic dan bio-fuel dari pohon jarak.
> Kesan saya, proyek yang dibangun terkait dengan
> konferensi iklim. Seperti tanpa perencanaan ( mudah-mudahan saya
> salah!!). Ketika saya tanya berapa biaya proyek ini, apa 
> ada studi kelayakannya, di mana bisa melihatnya, saya tak mendapat
> jawaban. Malahan mengundang pertanyaan balik , bapak siapa ?  ( Untung
> tak bilang Bapak kok cerewet banget). Saya rakyat yang ingin tahu
> penggunaan uang negara, kalau ada studi kelayakan dengan  tujuan
> proyeknya  , kelak bisa dilakukan post audit  dengan lebih mudah untuk
> mengetahui pelajaran apa yang dapat ditarik dari proyek itu?
> 
> Pada peninjauan wind plant pertama saya hanya melihat di panel, listrik
> yang dibangkitkan hanya 1 kW (dari daya terpasang 80 kW) pada kecepatan
> angin 2,3 m/detik. Bayangkan bagaimana keamanan pasokan listrik kalau
> pada sistem ini tidak ada pembangkit diesel sebagai tulang punggung
> penjamin pasokan. Patut diketahui kecepatan angin makin kecil di kawasan
> mendekati equator.Kelayakan wind energy  di Indonesia masih perlu
> dibuktikan, di lokasi mana layak kiranya? .
> 
> Sehubungan dengan pembangunan PLTU Batubara Celukan Bawang sebesar 2
> unit @ 65 MW, saya ragukan kelayakan lokasi dan keekonomiannya. Seperti
> CC PP Pemaron, jauh dari pusat beban. Perkiraan biaya pembangunan
> pembangkit Celukan Bawang dan biaya penyalurannya ke selatan  tak
> berbeda dengan biaya saluran udara 500 kV Paiton- Denpasar. Tapi daya
> dari Celukan Bawang hanya 130 MW dibandingkan daya  dari Paiton 1000 MW.
> Kalau pertumbuhan beban Bali 7-8 % per tahuh, Bali perlu tambahan daya
> pembangkitan  40 MW  setiap tahun. Dalam waktu 3 tahun daya dari Celukan
> Bawang sudah habis dan perlu ada tambahan pembangkit lagi. Selain itu
> daya Celukan Bawang tidak cukup besar untuk dapat menggantikan pemakaian
> minyak  dari pembangkit diesel di Bali yang jumlahnya 300 MW. Sedangkan
> pasokan melalui saluran 500 kV cukup untuk  kebutuhan 15 tahun
> mendatang.
> 
> Pembangunan PLTU Celukan Bawang yang akan menggunakan pembangkit dari
> China, perlu dikaji berapa efisiensi termisnya  ( berapa pemakaian bahan
> bakarnya) dan bagaimana pengamanannya terhadap dampak lingungannya,
> seperti berapa tinggi cerobong asapnya?  Karena itu demi kepentingan
> publik rencana pembangunan PLTU Celukan Bawang patut dipertanyakan !!
> 
> Sebagai kata akhir, mohon dapat dimengerti saya bukan tidak menyetuji
> pengembangan SDEB, tapi untuk itu perlu direncanakan secara profesional
> dan dilakukan pembahasan mendalam. Saran, dukungan dan bantuan P K
> Astawa dari Inggeris tetap diharapkan demi kemajuan di tanah air.
> Batubara masih tetap diperlakukan dunia sebagai sumberdaya energi yang
> murah, karena itu ramai diperdangangkan dan dimanfaatkan secara
> mendunia (world wide). Kita jangan sampai menghilangkan sendiri
> kesempatan pemakaiannya secara optimal. Masalahnya bagaimana
> mengendalikan polusinya. Itulah satu pesan dari  konferensi iklim.
> 
> Inggih, sapunika dumun, matur suksema.
> 
> SALAM.
> Nengah Sudja.
> 
>  -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
> Of Ketut Astawa
> Sent: Friday, January 04, 2008 6:28 PM
> To: [email protected]
> Subject: [bali] Re: konferensi iklim dan bakar batu bara
> 
> Dear rekan Silvia, dan rekan2 sekalian,
> 
> Ide brilliance,
> 
> saya pernah ke nortfolk, norwich-UK, dan saya lihat langsung bagaimana
> project spt ini berjalan sangat baik.
> 
> 1. Dua tower wind turbine dgn daya 30Kw, dan beberapa Solar panel (c-si)
> sebesar 10Kw, juga bebrapa chamber utk biogas sudah terinstall.
> 2. Seluruh samapah di ke-3 desa yg terlibat diberdayakan utk biogas, dan
> juga peternakan di kawasan ini ikut menyumbang bahan utk sumber ini. 
> 3. Kompos terjual ke bebrapa super market (kalau tdk salah dibeli oleh
> 'tesco')
> 4. 2 Universitas terlibat utk research disini
> 5. County councilnya mendapat support dr goverment utk pengembangan (ini
> setelah project ini jalan)
> 6. Setiap saat anak2 dari sekolah2 berkunjung kesini utk ilmu
> pengetahuan praktis.
> 
> sekali lagi saya support, apa bisa saya bantu dari jauh rekan silvia..??
> 
> oh iya masalah biogas, betul sekali (spt uraian rekan silvia).. di
> India, dan banglades,.. biogas malah tdk saja di desa2,.. bahkan juga di
> pasar2 tradisional, malah di pasar tradisional di kawasan padat penduduk
> di bangladesh sebuah powerplant dengan kapasitas 50KW dihasilkan dari
> sampah pasar dan warga sekitarnya.
> 
> Salam
> k astawa
> uk
> 
> note: apa ini bu silvia rekan civil-unud yg dari belanda-belgia..???
> (istrinya patric..)
> bila iya..salam dari astawa-sri dan keluarga di UK
> 
>   _____
> 
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
> Of Kubu Lalang
> Sent: 04 January 2008 05:27
> To: [email protected]
> Subject: [bali] konferensi iklim dan bakar batu bara
> 
> Dear Pak Tjahjo dan teman,
> semoga semua sehat dan dengan bahagia masuk ke tahun baru!
> 
> Saya mau bertanya apakah Bapak jadi dapat bertanya Pak Gubernur tentang
> planning di Brongbong? Bagaimana jawabanya?
> 
> Saya dengan teman2 tahun yang lalu beli tanah di pantai Kalisada
> (sekitar 3 km dari Brongbong...) dengan rencana membangun Kalisada Eco
> Village, kombinasi perusaha dan perumahan pribadi dengan fokus  -
> sustainable tourism, organic agriculture and sustainable living for
> residents and tourists. (waste water garden dari IDEP, sistem recycling
> sampah untuk Eco Village dan - on the longer run - untuk desa Kalisada,
> composting, alternative energy, reef project, river cleaning, tempat
> seminar, dll) Untuk sementara kami sudah 7 party, orang dari Bali dan
> seluruh dunia. Kami baru mulai dengan infrastructure seperti jalan dan
> bor untuk air.
> Kami pada saat ini bingun sekali dengar kabar PLN akan membangun
> pembangkit listrik bakar batu bara dengan modal dari Cina di daerah
> itu...Apalagi saya, sekarang saya dekat Pemaron...dulu berjuang,
> sekarang mau menjual perusaha disini dan pindah ke tempat lebih
> alami...Where can we still run to in Bali???
> 
> Masalah harga pembangun pembangkit listrik - ya, saya mengerti, batu
> bara relatif murah, tetapi jangan kami kalkulasi ongkos semantara saja,
> sebenarnya harus kalkulasi harga untuk climate, warisan untuk
> anaknya.....banyak yang sekarang kelihatan murah jadi mahal sekali kalau
> kalkulasi yang benar...
> 
> Lagi satu bertanyaan untuk temanya - apakah ada teman yang tahu tentang
> biogas untuk produksi listrik atau punya experience? Di Europa sudah
> banyak yang pakai, banyak desa kecil yang sudah independent total dengan
> biogas including heating, sampai kembali mejual ke grid. Katanya sampah
> dari 10 sapi bisa menunjukkan 1kw. 
> Minyak dari grease trap juga bisa dipakai sampai 30 % dari volume total.
> Itu sangat tertarik karena orang yang pakai waste water garden systems
> untuk air limbah sampai sekarang belum tahu kemana dengan minyaknya.
> 
> Itu saja dulu,
> Selamt Tahun Baru! dan selanjut berjuang melawan global warming!
> Salam,
> Silvia.
> 
> Silvia Binder and her team from
> KUBU LALANG
> International Restaurant and Beach Bungalows
> Pantai Tukadmungga - Lovina - Singaraja
> Bali
>  0062/362/42207
> +62 819 3309 6983
>  [EMAIL PROTECTED]
>  http://kubu.balihotelguide.com
> 
> -------Originalmeldung-------
> 
> Von: CHPStar <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
> Datum: 11/23/2007 8:40:51 PM
> An: [email protected]
> Betreff: [bali] Re: aksi greenpeace konferensi iklim
> 
> Mana dia koq web nya bilang "Sorry! We couldn't find that page! "
> bisa di ulang?
> 
> Yang pasti saya jadi bertanya apakah Pak Gubernur benar benar sedang
> kesulitan memanfaatakan SDM Perencana Pemerintah atau tidak percaya ?
> 
> Tjahjo-
> 
> kubu lalang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Dear friends,
> Ayo ikutan aksi Greenpeace di Konferensi Iklim di Bali dengan mengirim
> pesan pada balon
> 
> http://www.greenpeace.org/internatio..._campaign=bali
> 
> As I heard yesterday that our governor was in Celukan Bawang and
> surroundings confirming a new power plant in Brongbong - di luar areal
> Celukan Bawang, my balloon message is:
> 
> Pak Governor - please say NO to coal power plant in Brongbong, North
> Bali!!!
> 
> Mereka mau pikin pelabuahan untuk cruise ship dan di sebelas, di desa
> Brongbong, power plant yang akan bakar batu bara dengan modal dari
> Cina....apakah ada teman di mailinglist yang punya informasi lebih tetap
> tentang planning itu? Katanya tanah sudah siap 30 ha di pantai yang
> sebelumnya sudah dibeli oleh orang pribadi untuk menjual ke PLN...
> Semua mgomong tentang global warming dan climate change, climate
> conference di Bali dekat, bagaimana orang politik di pulau ini???
> Bingun,
> Silvia.
> 
>                       
> 
>   _____
> 
> Never miss a thing. Make
> <http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs> Yahoo your
> homepage.
> 
>                       
>  <http://www.incredimail.com/index.asp?id=102275> Die schönsten
> E-Mail-Animationen nur – von IncrediMail. KOSTENLOS! Hier Klicken!
> 
> __________ NOD32 2759 (20080101) Information __________
> 
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
------- End of Original Message -------


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke