Dear Pak Wijaya dan rekan2 sekalian

Tiyang setuju, Renewable Energy bukan energy alternatif lagi namanya,
sebab Masy. Eropa sudah sangat jelas dan Pasti dgn menargetkan 25%
kebutuhan Energynya pada Renewable pada 2015, dan akan menjadi
separohnya pada 2025-2030. Nah dgn Tax yg semakin tinggi pada setiap
carbon emission yg di hasilkan Fosil Energy, mengakibatkan mahalnya
energy ini dimasa depan, semua ini menjadikan Renewable menjadi Primer
Energy, bukan alternatif lagi di masa depan.


salam
k astawa


  _____

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of WIJAYA KUSUMA
Sent: 08 January 2008 04:44
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [bali] Re: konferensi iklim dan bakar batu bara


Yth. Bapak Ibu semua,

Energi alternatif kini harus terus digalakkan. Saat ini saya di Teknik
Mesin Universitas Udayana telah mengembangkan
energi alternatif dari biodiesel, biogasoline, biobriket, biogas, dll.

Energi biodiesel dan biogasoline, memang perlu waktu, karena harus
menanam pohonnya dulu. Paling tidak butuh dana besar
dan waktu lebih dari setahun untuk menikmati hasilnya.

Energi biogas paling gampang, karena bisa berasal dari kotoran hewan
maupun sampah organik.
Untuk 100 liter sampah/kotoran atau 200 liter slurry, setelah waktu 16
hari, akan menghasilkan energi sebesar 26 kJ, serta
mampu bertahan sampai dengan 3 - 4 bulan. Artinya, yang punya sapi 3
ekor mampu untuk memenuhi kebutuhan energinya
secara mandiri setiap hari.

Kalau dalam satu banjar/desa, setiap orangnya memiliki rata - rata 3-4
ekor, maka mereka sudah tidak tergantung lagi pada
energi dari luar. Akan tetapi, biasanya yang memelihara sapi ini hidup
di daerah kering. Untuk itu pembuatan biogas harus
dilakukan pada saat musim hujan. Karena umur slurry bisa bertahan 4
bulan, maka tinggal manajemen pembuatannya,
sehingga masyarakat yang tinggal di daerah savana/tandus bisa membuat
biogas setiap 3 atau 4 bulan sekali.

Saat ini saya sedang mengupayakan agar umur slurry bisa bertahan 6
bulan, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah kering
bisa bertahan dengan pasokan energi tersebut.

Kalau biobriket, bisa dibuat dengan kemampuan energi yang lebih tinggi
dari batubara. Sebagai contoh, biobriket yang kami buat
memiliki energi 33000 kJ/kg nya, jauh di atas batu bara. Sedangkan untuk
ekonomisasi, yang paling baik adalah yang kandungan
energinya 30000 kJ/kg, karena mudah dibuat, praktis dan ekonomis.

Mari kita lebih majukan energi masa depan ini (saya tidak suka dengan
istilah energi alternatif), karena kita dapat membuat
dan mengontrol pergerakannya dengan lebih baik.

Suatu saat, sepeda motor memakai biogas, PLN, Kapal dan mesin diesel
memakai biodiesel, kendaraan bensin memakai biogasoline, serta PLTU
beralih ke biobriket.

Salam,

Wijaya.





<<faint_grain.jpg>>

Kirim email ke