Yth. Bapak Ibu semua,

Energi alternatif kini harus terus digalakkan. Saat ini saya di Teknik Mesin 
Universitas Udayana telah mengembangkan
energi alternatif dari biodiesel, biogasoline, biobriket, biogas, dll.

Energi biodiesel dan biogasoline, memang perlu waktu, karena harus menanam 
pohonnya dulu. Paling tidak butuh dana besar 
dan waktu lebih dari setahun untuk menikmati hasilnya.

Energi biogas paling gampang, karena bisa berasal dari kotoran hewan maupun 
sampah organik.
Untuk 100 liter sampah/kotoran atau 200 liter slurry, setelah waktu 16 hari, 
akan menghasilkan energi sebesar 26 kJ, serta
mampu bertahan sampai dengan 3 - 4 bulan. Artinya, yang punya sapi 3 ekor mampu 
untuk memenuhi kebutuhan energinya
secara mandiri setiap hari.

Kalau dalam satu banjar/desa, setiap orangnya memiliki rata - rata 3-4 ekor, 
maka mereka sudah tidak tergantung lagi pada 
energi dari luar. Akan tetapi, biasanya yang memelihara sapi ini hidup di 
daerah kering. Untuk itu pembuatan biogas harus 
dilakukan pada saat musim hujan. Karena umur slurry bisa bertahan 4 bulan, maka 
tinggal manajemen pembuatannya, 
sehingga masyarakat yang tinggal di daerah savana/tandus bisa membuat biogas 
setiap 3 atau 4 bulan sekali.

Saat ini saya sedang mengupayakan agar umur slurry bisa bertahan 6 bulan, 
sehingga masyarakat yang tinggal di daerah kering 
bisa bertahan dengan pasokan energi tersebut.

Kalau biobriket, bisa dibuat dengan kemampuan energi yang lebih tinggi dari 
batubara. Sebagai contoh, biobriket yang kami buat 
memiliki energi 33000 kJ/kg nya, jauh di atas batu bara. Sedangkan untuk 
ekonomisasi, yang paling baik adalah yang kandungan 
energinya 30000 kJ/kg, karena mudah dibuat, praktis dan ekonomis.

Mari kita lebih majukan energi masa depan ini (saya tidak suka dengan istilah 
energi alternatif), karena kita dapat membuat
dan mengontrol pergerakannya dengan lebih baik.

Suatu saat, sepeda motor memakai biogas, PLN, Kapal dan mesin diesel memakai 
biodiesel, kendaraan bensin memakai biogasoline, serta PLTU beralih ke 
biobriket.

Salam,

Wijaya.


<<faint_grain.jpg>>

Kirim email ke