Aduh, Bapak rupanya menjadikan saya, penulis cerpen ini si tertuduh. saya
hindu. Saya tahu Banyak adat Bali. Tapi latar belakang bapak menjadikan
tanggapan Bapak sungguh lain dengan Pak Suja. Apa saja tanggapan Bapak atas
ilalang, cerpen saya, saya kira tak ada maslah. Bapak adalah pembaca awam dan
teks sastra biasa dibaca dengan acara apa.
Cerepn saya tak menjelekkan adat.
Cerpan saya berangkat dari suara yang tak terdengar. Yang pak tulis di surat
Bapak adalah suara besar dalam neyentana atau Grand Narative-nya. Salah satu
tuga teks sastra atau penulisan fiksiu yang bagsu adalah melakukan interpretasi
kepada kultur. Cerpen saya adalah satu interpretasi.
Saya mengucapkan rasa hormat kepada Bapak atas tanggapannnya yang sungguh
sangat epnting dalam pemikiran di cerpen saya.
Salam
I Wayan Artika
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ