Om Suastiastu Wayan Artika, suksme atas penjelasannya..semoga kritik dari pembaca cerpen awam seperti titiang akan membuat karya Wayan akan makin bermutu di masa depan...
Om Shanti Shanti Shanti, may there is peace in heart, peace on earth, peace always.. Loka samastha sukinoh bhavantu :Semoga seluruh mahkluk hidup dalam kebahagiaan... -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of wayan artika Sent: Wednesday, January 09, 2008 9:36 AM To: [email protected] Subject: [bali] Saya tidak menjelekkan adat saya Hindu Aduh, Bapak rupanya menjadikan saya, penulis cerpen ini si tertuduh. saya hindu. Saya tahu Banyak adat Bali. Tapi latar belakang bapak menjadikan tanggapan Bapak sungguh lain dengan Pak Suja. Apa saja tanggapan Bapak atas ilalang, cerpen saya, saya kira tak ada maslah. Bapak adalah pembaca awam dan teks sastra biasa dibaca dengan acara apa. Cerepn saya tak menjelekkan adat. Cerpan saya berangkat dari suara yang tak terdengar. Yang pak tulis di surat Bapak adalah suara besar dalam neyentana atau Grand Narative-nya. Salah satu tuga teks sastra atau penulisan fiksiu yang bagsu adalah melakukan interpretasi kepada kultur. Cerpen saya adalah satu interpretasi. Saya mengucapkan rasa hormat kepada Bapak atas tanggapannnya yang sungguh sangat epnting dalam pemikiran di cerpen saya. Salam I Wayan Artika ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62 sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20>
