Apa yang Bapak tulis itu sah dan saya selaku penulis tak berhak apapun dan mau 
bagaimana kritiknya. Tapi dalam diskusi ini ada tradisi yang baik, seni juga 
penting didbatkan karena ada muatannya. Seni di Bali tak hanayya yang tradisi 
yang baru juga akan segera jadi tradisi.
Terima kasih.
Jangan kapok ya baca karya saya dan memberinya kritik. Salam
Artika

----- Original Message ----
From: "Ambara, Gede Ngurah (KPC)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, January 9, 2008 9:59:49 AM
Subject: [bali] Re: Saya tidak menjelekkan adat saya Hindu





 


 


<!--
 _filtered {font-family:Tahoma;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
/* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
        {margin:0in;margin-bottom:.0001pt;font-size:12.0pt;font-family:"Times 
New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
        {color:blue;text-decoration:underline;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
        {color:blue;text-decoration:underline;}
span.EmailStyle17
        {font-family:Arial;color:navy;}
 _filtered {margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;}
div.Section1
        {}
-->






Om Suastiastu Wayan Artika, suksme atas
penjelasannya..semoga kritik dari pembaca cerpen awam seperti titiang akan
membuat karya Wayan akan makin bermutu di masa depan…


 


Om Shanti Shanti Shanti, may there is
peace in heart, peace on earth, peace always..


Loka samastha sukinoh bhavantu :Semoga seluruh
mahkluk hidup dalam kebahagiaan...


 


-----Original Message-----

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of wayan
artika

Sent: Wednesday, January 09, 2008
9:36 AM

To: [email protected]

Subject: [bali] Saya tidak
menjelekkan adat saya Hindu


 






Aduh, Bapak rupanya menjadikan saya, penulis cerpen
ini si tertuduh. saya hindu. Saya tahu Banyak adat Bali. Tapi latar belakang
bapak menjadikan tanggapan Bapak sungguh lain dengan Pak Suja. Apa saja
tanggapan Bapak atas ilalang, cerpen saya, saya kira tak ada maslah. Bapak
adalah pembaca awam dan teks sastra biasa dibaca dengan acara apa.



Cerepn saya tak menjelekkan adat. 

Cerpan saya berangkat dari suara yang tak terdengar. Yang pak tulis di surat
Bapak adalah suara besar dalam neyentana atau Grand Narative-nya. Salah satu
tuga teks sastra atau penulisan fiksiu yang bagsu adalah melakukan interpretasi
kepada kultur. Cerpen saya adalah satu interpretasi.



Saya mengucapkan rasa hormat kepada Bapak atas tanggapannnya yang sungguh
sangat epnting dalam pemikiran di cerpen saya.

Salam

I Wayan Artika








 









Be a better friend, newshound, and know-it-all with
Yahoo! Mobile. Try
it now.











      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke